
RANGKAS Pun beranikan diri untuk berjalan mengendap-endap ke arah lorong diseberang sana. Ia tak memperhatikan tanah yang ia pijak itu dan langkah Rangkas pun terdengar berisik karena yang ia injak itu tanah dengan genangan dangkal sebatas mata kaki nya.
Clakk!! Clakk!! Baru saja dua langkah Rangkas berjalan, sepatu butut yang Rangkas kenakan itu basah dan ia baru menyadari akan suara dari kaki nya itu.
'Waduh mengapa aku tak melihat ada genangan air disini!?' Ucap nya membatin dan saat itu Mahluk hitam itu membentak nya.
"Woi siapa kau!" Mahkluk botak Keling itu menyudahi percintaan nya dengan perempuan berkulit pucat itu.
Ia segera memakai cawat nya dan segera mengambil tombak kayu yang berada di samping nya.
"Siapa kau berani masuk ke dalam gua ini hah!?" Sosok hitam keling itu melangkah dengan waspada mendekati Rangkas yang sudah siap melawan jika Mahkluk itu menyerangnya.
"Aku hanya ingin pergi ke tempat Pangeran mu berada."
"Ada urusan apa kau ingin pergi ke Tuan Pangeran hah!? Jangan-jangan kau adalah mata-mata! hiahhh!!" Mahluk keling itu menyodokan ujung tombak kayu nya ke arah Rangkas dan keluar sinar kuning patah-patah sekecil lidi berjumlah sekitar sepuluh sinar.
Rangkas kaget karena baru kali ini ia diserang memakai sinar tenaga dalam. Putri Ayu lupa mengajarkan Rangkas soal sinar tenaga dalam dan Rangkas pun mau tak mau harus menghindari nya. Rangkas meloncat ke samping menjeburkan diri nya di air dangkal itu.
Bruggg!! Ke sepuluh sinar itu menghantam dinding gua itu dan rompal setengah bagian. Dinding gua bergetar dan bebatuan kecil jatuh dari atas gua itu.
"Jangan sembarangan mengeluarkan sinar tenaga dalam mu botak! Kau mau menghancurkan gua ini hah!?" Bentak wanita yang sebelumnya bercinta dengan Mahluk botak Keling itu.
Wajah perempuan itu tak secantik dengan tubuh nya yang sekal dan montok. Wajah nya buruk rupa, mirip seperti wajah kelalawar. Rambut panjang nya itu ia gelung kembali sambil memakai pakaian nya. Mahkluk botak tadi pun berkata kepada perempuan tadi,
__ADS_1
"Sudah kau jangan ikut campur Nyai Lalay! Aku akan menghabisi penyusup itu!" Lalu Mahkluk botak itu menyerang Rangkas dan Rangkas sudah sigap menerima serangan dari mahkluk botak itu.
Trankkk!! Prusshh!! Tombak kayu Mahluk botak itu ditangkis oleh Tombak pusaka nya Rangkas. Dua tombak beradu itu memercikan bunga api dan seketika Tombak kayu nya si Mahkluk botak Keling itu langsung rapuh menjadi serbuk kayu tak berguna.
"Hah!? Tombak pusaka Kalimati ku hancur?" Mahkluk hitam itu melongo melompong seperti orang bodoh.
Rangkas pun memainkan Tombak nya itu dan membuat Mahkluk hitam itu marah.
"Kau mau unjuk kekuatan ya didepan ku hah!? heahh!!" Mahkluk botak itu melompat menerjangkan kaki nya ke arah Rangkas dan Rangkas pun menangkis nya memakai gagang tombak itu.
Buggg!!
"Arghhh!!" Mahkluk botak itu menjerit kencang dan jatuh berdebam ditanah berair dangkal itu. Ia menjerit memegang kaki nya karena kesakitan merasakan kaki nya hancur. Wanita yang seperti nya adalah siluman kelalawar itu tercengang melihat lelaki yang ia sukai itu terluka.
"Aku hanya ingin pergi ke tempat tuan mu berada saja!." Jawab nya tegas tak gentar sekalipun.
"Kalau kau mau pergi ke tempat tuan ku, kau harus punya izin dari penjaga gerbang siluman ini. Mana tunjukan kertas yang diberikan si Renggono itu!"
"Renggono siapa? aku tak mengenal nya."
"Yang menjaga gerbang menuju kemari bernama Renggono, dia siluman kadal!"
"Oh dia, Aku lupa meminta nya." Ucap Rangkas seenaknya.
__ADS_1
"Tak mungkin Renggono akan membiarkan mu masuk sebelum ia menerima tanda stempel dari Barong Geni."
"Aku tak tahu siapa itu Barong Geni. Tapi Siluman Kadal yang bernama Renggono itu sudsh mati ditangan ku."
"Berarti kau penyusup!! Heahh!!" Perempuan itu yang tadi nya berada di atas batu pun melenting di udara dan mendarat ditanah berair itu. Ia menyerang Rangkas setelah ia menyuruh Si Botak Keling itu menjauhi Rangkas. Perempuan itu menyerang Rangkas menggunakan tenaga dalam yang ia hentakan dari telapak tangan nya.
Lagi-lagi serangan tenaga dalam lagi dan Rangkas tak bisa menghindar karena keadaan nya yang terpojok dan sempit. Mau tak mau Rangkas pun memutar tombak pusaka itu dihadapan nya dengan cepat.
Wung!! Wung!! Wung!! Suara putaran tombak itu makin kencang dan sinar sebesar bola kasti berwarna merah itu menghantam Rangkas dengan telak.
Namun aneh nya sinar tadi tak meledak ketika menghantam putaran Tombak pusaka Rangkas. Melainkan mantul berbalik arah menyerang sang pemilik sinar tersebut. Perempuan berwajah kelalawar itu kaget melihat serangan nya dapat dipantulkan dan Mahkluk botak yang sejak tadi sudah berada di batu datar itu juga kaget melihat sinar merah lebih besar dari asli nya mengarah kepada mereka.
Blegarrrrr!! Ledakan keras sudah pasti jelas terdengar dan dua Mahkluk siluman tadi telat menghindarinya. Tubuh mereka berdua hancur menjadi serpihan-serpihan daging tak berguna dan susah dikenali wujud nya.
Rangkas pun terpental karena terhempas angin ledakan itu. Punggung nya membentur dinding kasar gua dibelakang nya itu dan merasakan sakit dibagian punggung nya. Ia merintih merasakan sakit di punggung nya itu dan mencoba mengerahkan inti tenaga dalam nya untuk meringankan sakit. Langit-langit gua mulai runtuh dan Rangkas pun berusaha untuk bangun. Ia segera menjauhi ruangan itu dan dengan susah payah Rangkas akhirnya sampai di dalam lorong sana. Ruangan gua setengah nya sudah tertimbun bebatuan atap gua itu dan semakin lama lorong dimana Rangkas berada semakin tertutup oleh reruntuhan batuan atap gua. Rangkas langsung menjatuhkan diri dan duduk bersandar di dinding lorong itu. Punggung nya terasa sakit sekali dan Rangkas mencoba istirahat sejenak sebelum meneruskan langkah nya.
Ia menatap ke arah depan lorong yang terang oleh obor-obor disetiap sisi nya itu. Lorong gua itu agak sedikit menanjak dan Rangkas nanti akan pergi kesana setelah punggung nya agak baikan. Dirumah nya Suminah, ia sudah tertidur dengan wajah masih basah oleh air mata. Putri Ayu terlihat masih duduk bersila meminta petunjuk kepada Hyang Widi Wasa. Lalu Putri Ayu mendengar suara gaib dari arah depan nya,
"Anak yang kau cari itu sedang dalam bahaya. Ia berada di alam dimensi siluman, jika kau ingin menemukan anak itu. Kau harus mempunyai ikatan tertentu dengan anak itu agar kau bisa dengan mudah menemukan anak itu." Lalu Putri Ayu pun bertanya dalam ucapan hati nya itu.
"Ikatan seperti apa yang anda maksudkan?"
"Jika anak itu membawa barang yang kau berikan, maka kau akan dengan mudah melacak nya. Cari energi barang yang kau berikan itu memakai ILMU RADAR GAIB Mu, aku melihat ada energi itu dirumah tempat kau berada sekarang." Setelah itu mendengar jelas petunjuk itu, Putri Ayu pun mengucapkan kata terima kasih kepada suara gaib itu.
__ADS_1