TerSesat

TerSesat
KERAJAAN ANGKOR PURA


__ADS_3

PUTRI Ayu lalu membuka mata nya dan masih teringat akan ucapan gaib tadi.


"Barang yang aku berikan kepada Rangkas hanya Pisau Ranca Cula saja. Hmm mungkin maksud suara gaib itu aku bisa menemukan dimana anak itu dengan petunjuk Pisau Pusaka itu. Hmm benar juga, aku merasakan ada kekuatan Pisau Ranca Cula itu disini. Energi nya tak terlalu besar, namun cukup petunjuk bagiku untuk mencari Rangkas!"


Putri Ayu lalu keluar kamar dan ia mencari dimana letak energi itu berasal. Putri Ayu memasuki kamar Ibu nya Rangkas dan ia nampak kasihan melihat keadaan Suminah seperti itu.


"Kasihan sekali Ibu anak itu. Aku berjanji akan menemukan kembali anak mu itu Bu." Lalu Putri Ayu pun lanjut mencari dimana letak energi dari Pisau Rangka Cula itu. Ia mencari nya menggunakan Ilmu Radar Gaib Milik nya itu dan ia lalu pergi ke dapur untuk mencari nya.


Didepan pintu dapur Putri Ayu menoleh ke atas. Disana ada tengkorak kepala kambing yang tengah nya berlubang tipis.


"Kurasakan di sinilah energi itu berasal! Hmm Aku masih ingat, apakah tengkorak kepala kambing itu adalah kambing yang aku tancapkan kepala nya memakai pisau pusaka itu? Ternyata Ayah anak itu tak membuang kepala tengkorak kambing ini. Ia yakin pasti ancaman ku dulu soal kutukan itu ia anggap benar akan terjadi. Aku merasa bersalah sekali telah berbohong, tapi berbohong ku ini telah membantu kesulitan ku." Putri Ayu ingat ketika ia membisikan kata kutukan kepada Ayah nya Rangkas ketika ia berburu itu.


Ternyata kambing malang yang dijadikan perantara untuk memberikan Pisau Ranca Cula itu kepada Rusdi telah menjadikan petunjuk baginya untuk mencari Rangkas. Putri Ayu lalu melayang ke atas dan menatap tengkorak kepala kambing itu dengan lekat-lekat.


"Hmm rupanya kepala kambing ini dengan sendirinya telah terhubung menuju alam gaib. Semoga aku tak tersesat ketika masuk ke dalam jalur pintu alam gaib ini." Tubuh Putri Ayu lalu melesat cepat masuk ke dalam lubang ditengah kepala kambing itu. Seketika mata tengkorak kepala kambing itu menyala merah dan langsung padam kembali.

__ADS_1


Portal menuju alam gaib dimensi siluman tengah Putri Ayu lakukan. Ia masuk ke dalam suatu tempat dimana tempat itu adalah sebuah perkampungan penduduk. Putri Ayu berada di kebun dekat salah satu rumah dan ia melihat ada tengkorak kepala kambing yang menempel di batang pohon besar itu. Kepala kambing itu lebih besar dari yang ada dirumah Rangkas. Di tengah tengkorak kepala Kambing itu ada lambang simbol Illuminati dan lubang kecil ditengah nya.


"Hmm seperti nya tengkorak kepala kambing ini terhubung dengan tengkorak kepala kambing yang ada dirumah nya Rangkas." Putri Ayu memperhatikan lambang iluminati itu karena ia tak tahu akan lambang itu.


"Tapi lambang bintang segi enam ini sama persis dengan yang ada di batang pohon itu. Aku rasa masih ada hubungan nya dengan lambang simbol yang ada di batang pohon itu. Bisa jadi simbol 🔯 ini adalah kunci gerbang menuju alam siluman di dimensi berbeda. Kurasakan hawa disini sangat berbeda dengan dimensi tempat ku tinggal." Putri Ayu lalu menatap ke arah pemukiman warga itu.


Ia melihat para warga sedang beraktifitas, ada yang sedang memberi makan sapi dikandang nya. Ada yang sedang menyapu halaman rumah nya dan sebagian ada juga yang sedang membelah kayu bakar. Rumah penduduk tak seberapa banyak itu berdiri melingkari lapangan yang ditengah nya ada kayu tersalib. Putri Ayu merasa heran dengan pemandangan disekitar pemukiman warga itu, sama sekali tak ditemukan nya anak-anak. Putri Ayu lalu berniat ingin bertanya soal tempat itu dimana kepada para warga penduduk itu.


Sebelum ia pergi, Putri Ayu merubah pakaian nya yang tadi nya adalah gaun seorang putri Raja kini telah berganti menjadi pakaian zirah perang. Ia memakai pakaian itu untuk berjaga-jaga saja dan tak lupa di pinggang nya terselip kipas yang rangka nya terbuat dari emas murni. Putri Ayu berjalan dengan santai dan membuat para warga menjadi heran menatap nya.


"Kau ini siapa? Apakah kau prajurit dari KERAJAAN ANGKOR PURA?" Seketika Putri Ayu teringat akan nama kerajaan tersebut dan ia membatin.


'Itukan Kerajaan milik Ayah ku! Apakah mereka tahu akan baju zirah yang aku pakai ini?' Tapi dalam mulut ia bicara,


"Aku memang dari Kerajaan Angkor Pura, aku datang kemari hanya ingin bertanya saja."

__ADS_1


"Penyusup!! Ada penyusup!!" Teriak bapak-bapak itu dan ia segera menebaskan mata kapak nya ke arah Putri Ayu.


Putri Ayu berkelit mundur dan kepala nya lolos dari sambaran mata kapak itu. Para penduduk yang jumlah nya sekitaran dua puluh orang itu menyerbu Putri Ayu dengan membawa berbagai senjata tajam seperti Clurit, Garda, Golok, Sekop, Garpu Tanah dan alat perkakas lain nya. Putri Ayu merasa tak mungkin ia menghindari penyerangan itu. Putri Ayu berkata bahwa ia datang secara baik-baik kesana, Namun para warga itu seperti orang yang kesurupan. Mereka dengan beringas menyerang Putri Ayu dan mau tak mau Putri Ayu harus melayani serangan para penduduk itu.


Putri Ayu pun menghindar serangan senjata tajam itu dengan gesit dan satu pun serangan tak ada yang mengenai tubuh nya. Putri Ayu lalu memutar tubuh nya dan menendang keras salah satu orang itu hingga terpental jauh. Para warga lain nya semakin beringas menyerang Putri Ayu dan Putri Ayu pun tak mau membuang-buang waktu nya. Ia dengan gerakan cepat menghajar para warga yang mirip seperti orang kesurupan itu dan hampir seluruh nya babak belur dihajar oleh Putri Ayu.


Lalu ia mengejar salah satu penduduk yang lari itu ke dalam rumah, Namun ia telat mengejar karena langkah nya dicegat oleh salah satu warga yang membawa senjata gergaji mesin. Kepala orang itu ditutupi kain seperti karung dan ada dua noda darah dibagian mata nya.


Grungg!! Grungg!! Grungg!!


"Heahh mati kau penyusup!!" Orang itu berteriak begitu dan menyabetkan nya secara membabi buta ke arah Putri Ayu dan Putri Ayu pun mundur. Tapi dibelakang nya para warga sudah bangun kembali, mereka menyerang Putri Ayu di dua sisi.


Putri Ayu tak ada niatan untuk membunuh mereka semua, ia pun terbang melenting ke atas salah satu rumah. Di sana ia melihat para warga dibantai habis oleh orang yang membawa gergaji mesin itu. Jeritan kematian terdengar mengerikan dan di tanah lapangan itu penuh dengan mayat berceceran dan darah.


"Seperti nya orang yang membawa gergaji mesin itu mata nya buta! Sampai-sampai ia tak menyadari teman nya sendiri yang ia bantai!" Orang yang tertutup kepala nya pun ikut mati juga karena terbacok leher dan perut nya oleh teman nya.

__ADS_1


"Ada masalah apa sebenarnya warga kampung itu dengan bekas kerajaan Ayahku? Apakah si brengsek itu telah menyebarkan mala petaka di sini?" Ucap Putri Ayu menyebut brengsek kepada mantan bekas kekasih nya yang bernama Raden Aji Sakro.


__ADS_2