TerSesat

TerSesat
SERIGALA BERBURU PUTIH


__ADS_3

SERIGALA BERBULU PUTIH Itu menyelamatkan Rangkas dan Serigala itu segera meloncat turun sebelum tangan besar mahkluk gundul itu mencengkram nya. Di kaki belakang Serigala itu nampak ada darah yang sudah kering dan Rangkas mengenali bahwa Serigala itu pernah ia tolong ketika kaki Serigala itu terjerat jebakan besi disebuah kampung kumuh.


Serigala itu terus menganggu pergerakan Mahkluk gundul itu dan Rangkas paham akan balas budi dari Serigala itu yang pernah ditolong nya. Rangkas bangun dan kekuatan nya sudah kembali seperti semula lagi. Otot-otot tangan Rangkas mengeras pertanda inti tenaga dalam nya sudah terkumpul ditangan nya. Mahkluk gundul itu kesal karena diganggu pergerakan nya oleh Serigala itu dan Mahkluk gundul itu lalu memukulkan palu Godam nya ke arah Serigala itu.


Serigala putih itu melompat menghindari serangan itu dan Rangkas segera berjalan menampakan diri didepan mahkluk gundul itu.


"Kurang ajar kau manusia biadab!! Hewan sialan itu telah melukai mata ku!!" Ternyata salah satu mata mahkluk gundul itu berdarah dan buta karena tercakar-cakar oleh kuku tajam nya Serigala itu. Rangkas segera memainkan jurus sebentar dan Mahluk gundul itu langsung berlari ke arah Rangkas untuk menjejak tubuh Rangkas memakai kaki besar nya.


Rangkas tak mengindari nya dan ia malah menyambut pijakan kaki mahkluk gundul itu.


"Modar kau sialan!!" Rangkas langsung berguling-guling ke samping sebelum telapak kaki besar itu menginjak nya. Tiba-tiba Rangkas meloncat ke arah mata kaki mahkluk gundul itu dan menusukan ujung tombak pusaka nya.


Tubbb!! Suara tersebut berasal dari tusukan Tombak pusaka nya Rangkas itu ke dalam mata kaki mahkluk gundul itu.


Tombak tersebut menusuk tembus ke dalam mata kaki mahkluk itu dan mahkluk gundul itu langsung menjerit berteriak.

__ADS_1


"Huaaaaaaaaaa!!" Mahkluk gundul itu berjingkrak-jingkrak mengangkat kaki nya yang bolong itu dan darah berwarna merah kehitaman mengucur deras dari kaki mahkluk itu. Putri Ayu masih berdebat dengan orang berpakaian serba putih mirip ninja itu disaat itu mereka mendengar suara teriakan mahkluk gundul tersebut.


'Suara apa tadi!?' Pikir Putri Ayu dan seketika ia segera sadar bahwa ia telah meninggalkan Rangkas melawan mahkluk berbahaya tadi.


"Ya ampun Rangkas! Aku harus segera pergi kesana!!" Putri Ayu segera pergi melesat ke arah suara tadi terdengar dan orang berpakaian serba putih itu mengejar nya.


"Hei tunggu aku!! Jangan lari kau pembunuh!!" Orang itu pun kini balik mengejar Putri Ayu.


Serigala berbulu putih itu lalu mendekati Rangkas dan Rangkas jongkok mengusap-usap kepala Serigala itu. Mahkluk gundul itu dibiarkan menjerit kesakitan seperti tadi dan aneh nya tubuh mahkluk gundul itu makin lama makin menyusut kecil seukuran Gandaria sebelum menjadi Raksasa seperti Mahkluk Buto Ijo itu. Senjata mahkluk itu pun ikut mengecil juga dan disaat itu juga Mahkluk gundul itu melihat Rangkas dan Serigala putih itu tak jauh dari diri nya.


Jegggaarrrr!! Ledakan keras memunculkan hawa panas itu dan Rangkas terhempas oleh angin kencang itu namun tak terlalu jauh. Kulit tubuh Rangkas memerah mirip kepiting rebus karena terkena angin berhawa panas itu dan Serigala berbulu putih itu pun ikut terlempar juga, Namun karena ketakutan Serigala itu langsung lari terbirit-birit ke arah gerbang yang berada di batas desa dan naik ke atas perbukitan hutan untuk menyelamatkan diri. Mahkluk Gundul itu pun terhempas juga dan terlempar menghantam tembok tebing hingga tubuh nya memuntahkan darah dari mulut nya. Kulit hijau nya itu merah matang dan mengelupas kulit nya karena jarak nya ketika kedua senjata tadi beradu sangat dekat.


Rangkas mencoba bangun dan mencari dimana tombak pusaka nya itu berada. Rangkas mengira tombak nya itu hancur ketika beradu dengan palu Godam tadi. Ternyata tombak tersebut masih utuh dan palu Godam milik mahkluk gundul itu hancur menjadi bongkahan besi tak berguna. Rangkas tak kuat menahan perih di tubuh nya itu dan akhirnya ia pingsan.


Hempasan angin ledakan tadi membuat lubang ditengah ledakan itu dan benda-benda disekitar nya ikut terlempar juga. Kampung terbengkalai itu porak poranda seperti sudah terjadi bencana angin badai dikampung tersebut. Putri Ayu tiba disana dan ia kaget melihat Rangkas tidur terlentang dengan kulit tubuh nya memerah.

__ADS_1


"Rangkas!?" Putri Ayu kaget melihat Rangkas terbaring menyedihkan seperti itu dan ia langsung terbang melesat seperti burung ke arah Rangkas dan tak lama orang yang mengejar nya itu tiba di atas bukit tempat Putri berdiri tadi.


Mata orang berpakaian serba putih mirip ninja itu melotot ke arah kampung yang hancur porak poranda itu.


"Edan!! Dahsyat sekali ledakan tadi hingga membuat lubang cukup dalam!! Pasti lelaki itu orang yang sakti, sampai-sampai ia mampu menumbangkan si hijau botak plontos yang terbilang bengis itu!!" Orang berpakaian ninja itu pun turun dan mendekati mahkluk gundul yang sedang sekarat itu.


Putri Ayu nampak panik melihat kulit Rangkas merah matang dan ia langsung menyingkapkan baju Rangkas ke atas untuk ia menyalurkan hawa murni nya itu. Putri Ayu melakukan hal itu untuk meringankan rasa sakit yang di alami oleh Rangkas. Jantung Rangkas masih berdetak namun terlihat lemah sekali. Putri Ayu berusaha mengerahkan inti tenaga dalam nya yang disatukan dengan hawa murni nya. Perlahan kulit tubuh Rangkas mengeluarkan keringat berwarna merah kebiruan dan menguap.


'Uap Racun?' Ucap Putri Ayu membatin disela ia menempelkan kedua tangan nya di dada Rangkas.


'Apa yang sebenar nya terjadi kepada anak ini dan juga Mahkluk gundul itu?' Putri Ayu lalu mencari-cari dimana mahkluk gundul berada dan ia nampak heran melihat orang berpakain putih yang mengejar nya tadi berada di depan mahkluk gundul yang sedang sekarat.


"Sedang apa dia disana? Dan kulihat ukuran mahkluk Gundul itu mengecil tak seperti sebelumnya.' Disaat seperti itu Putri Ayu melihat Pusaka Tombak Maut yang biasa dipakai Rangkas itu berada di atas gundukan bongkahan besi yang menggunung. Posisi tombak itu berdiri dan menancap di tumpukan besi tak berguna itu.


'Hmm seperti nya Rangkas dan mahkluk gundul itu telah melakukan adu kekuatan senjata pusaka dan ledakan besar tadi berasal dari situ.' Putri Ayu lalu melihat keadaan Rangkas yang sudah mulai membaik dan kulit tubuh nya mulai normal berwarna sawo matang kembali.

__ADS_1


Putri Ayu lalu melepaskan tangan nya didada Rangkas dan ia pun nampak ngos-ngosan. Separuh kekuatan nya sudah dikerahkan untuk menolong Rangkas dan Putri Ayu segera bangun untuk mengambil Tombak Pusaka yang masih utuh berdiri utuh tanpa lecet sedikit pun itu.


__ADS_2