
RANGKAS Tak tahu diri nya ada dimana sekarang. Ia terperosok masuk ke dalam sebuah lubang dari atas dan turun ke dalam lubang gelap itu. Ia masih kaget setengah mati dan napas nya sama sekali tak teratur. Rangkas tak bisa bersuara lepas karena napas nya begitu sesak sekali ia rasakan. Rangkas terbaring lemah dan keadaan di sekeliling nya begitu gelap dan pekat. Tak ada cahaya apapun yang menerangi tempat itu dan pada akhirnya Rangkas pun pingsan.
Sebelum nya ketika Rangkas tersedot masuk ke dalam lubang kecil itu, Putri Ayu baru saja tiba ditempat itu. Ia baru saja datang karena sebelumnya ia tengah pergi ke puncak gunung persik untuk bersemedi dahulu. Putri Ayu melakukan itu hanya ingin mengucapkan kata terima kasih kepada Hyang Widi Wasa karena telah membantu kesulitan nya. Setelah itu Putri Ayu melesat terbang menuju rumah Rangkas, Namun ia tak menyadari bahwa Rangkas telah pergi dari rumah nya.
Putri Awal nya kebingungan mencari Rangkas, namun ia pun mencoba menerawang pikiran ibu nya yang saat itu sedang memasak. Pikiran Suminah penuh kegundahan memikirkan anak nya yang pergi berburu ke hutan belantara dikaki gunung persik itu. Seketika Putri Ayu pun merasakan bahaya yang akan menimpa Rangkas dan dengan cepat ia langsung terbang melesat ke arah hutan belantara tersebut.
Putri Ayu mengendus-endus kan hidung nya mencari jejak Rangkas melalui aroma keringat nya. Putri Ayu sudah hapal betul dengan aroma keringat Rangkas dan ia pun akhirnya menemukan Rangkas yang saat itu telah tersedot masuk ke dalam lubang kecil dibatang pohon itu. Putri Ayu pun segera mengejar nya dan ia nampak menyesali keterlambatan nya itu.
"Sialan! Bagaimana cara aku masuk ke dalam pohon ini!" Bentak Putri Ayu kesal dan ia mencoba masuk ke dalam lubang itu namun ia terpental lagi keluar.
Meskipun tubuh Putri Ayu tak nyata seperti Rangkas, tubuh Putri Ayu yang berwujud mahkluk halus itu tak bisa masuk ke dalam lubang kecil itu. Ia panik tak bisa melakukan apapun dan beberapa kali ia meninju batang pohon itu hingga bergetar menggugurkan dedauan nya. Disaat itu pula muncul mahkluk halus penjaga pohon besar itu dari atas pohon. Ia menatap berang kepada Putri Ayu yang saat itu sedang kesal memukul batang pohon itu.
"Hei perempuan lacur! Sedang apa kau disana hah!?" Putri Ayu langsung menatap ke atas pohon itu dan ia melihat sosok hitam dengan bulu-bulu lebat tumbuh menutupi tubuh nya. Sosok itu hanya memakai cawat saja dan taring nya sangat runcing dan tajam. Mata mahkluk itu merah bulat melotot dan memakai ikat kepala berwarna merah darah.
Putri Ayu segera menghindar ke samping ketika Makhluk hitam tadi turun dari atas pohon ingin menjejak tubuh mungil nya Putri Ayu.
"Siapa kau berani membentak ku hah...!?" Tanya Putri Ayu mulai marah.
__ADS_1
"Aku adalah PENJAGA GERBANG GAIB Ini!!! Siapa kau berani menapakan kaki ditempat ini hah!?" Bentak sosok itu dan Putri Ayu segera menjawab nya dengan tegas dan lantang.
"Kau tak perlu tahu siapa aku mahluk jelek! Sekarang beritahu aku cara masuk ke dalam gerbang siluman itu!"
"Kurang ajar kau menyebutku jelek! Tubuh kecil mu itu perlu aku telanjangi rupanya biar tahu bagaimana perkasa dan tampan nya aku!"
"Cuih!! menjijikan sekali!!" Putri Ayu pun meludah ke samping dan membuat Mahkluk itu marah besar disepelekan seperti itu.
Mahluk itu melesat menerjang tubuh Putri Ayu memakai kaki besar nya dan Putri Ayu tahu akan serangan itu. Tubuh Putri Ayu melenting ke atas dan bersalto dua kali di udara hingga ia bertengger di dahan pohon beringin itu. Terjangan sosok hitam itu telah menerabas semak belukar didepan nya dan ia kebingungan mencari Putri Ayu. Putri Ayu lalu mencabut sehelai daun dan melemparkan nya ke arah mahkluk hitam tadi. Daun muda yang dipetik oleh Putri Ayu itu seketika mengeras seperti besi karena telah di aliri inti tenaga dalam. Ujung daun yang runcing itu meluncur cepat ke arah leher belakang Mahluk tadi, akan tetapi serangan Putri Ayu tadi meleset karena Sosok itu telah merasakan bahaya dibelakang nya.
Trankkk!!
Mata Mahluk itu mendelik melihat selembar daun berbunyi nyaring seperti besi ketika tertahan oleh senjata kapak nya itu.
"Luar biasa! bagaimana bisa daun kecil rapuh begitu bisa menjadi keras seperti besi!?" Mahluk hitam itu masih mendelik melihat hal itu. Tanpa ia sadari Putri Ayu telah melesat menerjang nya dan Mahluk itu telat menghindari nya.
Mahkluk hitam tadi terguling-guling ditanah dan Putri Ayu tak membiarkan lawan nya bangun. Ia segera melesat cepat menendang kepala Mahluk hitam tadi, tapi dengan sigap Mahkluk hitam itu segera mengibaskan mata kapak nya ke arah datang nya Putri Ayu. Putri Ayu berjungkir balik ke atas dan meloncati tubuh besar nya Mahluk hitam itu.
__ADS_1
"Grrrrrr!! Berani-beraninya kau melawan ku perempuan binal!! Heahhhh!!" Mahluk hitam itu melemparkan kapak dua sisi yang tajam itu ke arah Putri Ayu.
Putri Ayu tak menghindari nya dan ia malah mengadu nya dengan sinar tenaga dalam yang keluar dari kedua tangan nya yang menyentak ke depan.
Duarrrrrr!! Ledakan keras itu mengguncang tanah disitu dan membuat pohon besar itu meliuk-liuk seperti mau roboh. Angin kencang menghempas tubuh Putri Ayu ke dalam semak-semak belukar. Sedangkan Mahkluk hitam tadi masih terbaring ditempat nya jatuh dan ia menutup kepala nya memakai tangan nya.
Ledakan keras itu ternyata terdengar sampai ke alam manusia. Burung-burung yang ada disekitar tempat itu terbang karena kaget dan hewan-hewan lain nya ikut berlarian ketakutan. Tak hanya dihutan itu, Suara ledakan tadi terdengar jelas sampai ke pemukiman kampung Tegalsari. Para warga segera keluar dari rumah mereka karena mendengar suara ledakan keras itu. Mereka mengira gunung persik akan meletus dan kegegeran itu membuat pak kepala desa yang mendengar ledakan itu menghubungi pihak kepolisian karena panik.
Suminah saat itu sedang berada di dalam rumah dan ia pun mendengar jelas ledakan tadi.
"Suara ledakan apa tadi itu.?? Apakah itu suara ledakan gunung persik yang akan meletus...???" Suminah mulai panik dibuat nya karena ia baru menyadari bahwa anak nya sedang berada dihutan kaki gunung persik.
"Celaka!! Rangkas ada disana!! Aku harus bagaimana ini!??" Ucap Suminah dan seketika tubuh nya langsung lemas dan ia tak berani mencari anak nya ke hutan sana karena ia pun takut tersesat.
...*...
...* *...
__ADS_1