
PUTRI Ayu menangis dipelukan Rangkas dan Rangkas mencoba menenangkan Putri Ayu.
"Sudah Nyai, jangan menangis. Semua nya sudah berakhir sekarang."
"Mengapa kau menyelamatkan ku Rangkas? Harus nya kau biarkan saja aku mati tertimbun istana milik Ayah ku itu. Hixhixhix."
"Aku menyelamatkan mu karena aku sayang padamu Nyai. Aku tak bisa membiarkan mu mati begitu saja karena aku mencintai mu Nyai." Seketika tangisan Putri Ayu mereda dan ia melihat wajah Rangkas.
"Dunia kita berbeda Rangkas, kau adalah manusia dan aku adalah siluman. Kita berbeda alam dan tak mungkin bersatu."
"Sepertinya kau sudah keliru dengan ucapan mu Nyai."
"Maksud mu...???" Tanya Putri Ayu disela tangisan nya.
"Aku dulu pernah mendengar soal pernikahan antara manusia dan siluman memang pernah terjadi dimasa silam. Sekarang pun jika kau mau aku ingin menjadi suami mu dan mendampingi mu hingga akhir hayat ku." Putri terdiam dan ia merasa ada yang janggal dihati nya.
"Kau akan tinggal dimana jika kita menikah? sudah pasti ibu mu itu akan mencari mu karena ibu mu itu lebih sayang padamu. Sebaik nya jalani hidup mu sendiri dan sayangi ibu mu selagi ibu mu masih ada."
"Nyai, aku sangat menyayangi Ibuku dan aku juga sangat menyayangi mu. Kau bagiku adalah ibu kedua setelah ibu kandung ku. Kau juga pernah bilang bahwa sejak aku bayi kau selalu menjaga ku sampai sebesar sekarang. Mungkin kedengarannya memang kurang ajar jika kita menikah, tapi kita bukan saudara kandung atau sedarah. Jadi apa salah nya kita menikah? meskipun kita berbeda alam, saat ini aku masih bisa merasakan tubuh mu secara nyata bukan???" Putri Ayu pun akhirnya membenarkan ucapan Rangkas itu.
Kemudian ia bertanya kepada Rangkas.
"Jadi kau tetap ingin menikahi ku? Lalu apa jadi nya anak kita nanti jika mempunyai seorang ibu berdarah siluman?"
__ADS_1
"Tak usah berpikir jauh dulu Nyai, kita jalani saja dulu kehidupan kita yang sekarang. Aku yakin ibu ku akan merestui ku untuk menikahi mu."
"Ibu mu tak bisa melihat ku Rangkas, mana bisa ia merestui hubungan mu?"
"Apa kau bisa membuka mata batin seseorang lewat ilmu yang kau miliki Nyai?" Putri Ayu mengangguk dan baru menyadari.
"Bukankah kau juga bisa membuka mata batin mu sendiri?"
"Benar Nyai, aku akan membuka mata batin ibuku agar ia bisa melihat mu. Kita akan tinggal bersama dirumah ku bersama ibu ku." Putri Ayu pun akhirnya tersenyum juga dan berkata bahwa ia menerima tawaran itu.
Kini Rangkas sedang mengobati luka diwajah Putri Ayu yang babak belur itu. Perlahan luka itu mulai menghilang dan raut wajah Putri Ayu perlahan mulai cantik kembali seperti sedia kala.
"Terima kasih kau sudah mengajarkan ku cara membuka inti tenaga dalam Nyai, dengan ini aku bisa menggunakan ilmu ku ini untuk membantu orang yang sakit."
"Aku juga berterima kasih padamu sayang." Lalu Putri Ayu mencium bibir Rangkas dan Rangkas pun membalas ciuman mesra itu.
"Kau sudah sembuh kembali Nyai, sekarang kita akan kemana lagi?" Tanya Rangkas.
"Jangan panggil aku Nyai lagi Rangkas, kita sudah menjadi sepasang kekasih jadi kau panggil saja 'Sayang'."
"Baiklah sayang, lalu kemana kita sekarang?"
"Lebih baik kita pergi ke alam manusia lagi, aku yakin ibu mu pasti sedang menunggu mu disana."
__ADS_1
"Baik Sayang. Tapi tunggu..." Ujar Rangkas mengingat sesuatu.
"Ada apa Sayang..???" Tanya Putri Ayu penasaran.
Saat itu Putri Ayu melihat potongan tubuh Raden Dirgantara yang sudah menjadi abu dan begitu juga dengan Gandaria. Ia hanya bisa terdiam melihat Pangeran Dirgantara sudah meninggal menjadi abu itu. Pada saat itu Rangkas segera ingat akan Gundalini yang berhasil ia kalahkan itu.
"Aku lupa memenggal kepala Gundalini, dia sudah aku kalahkan disana." Ujar Rangkas sambil menunjuk ke arah hutan seberang alun-alun.
"Ayo kita cepat kesana sayang." Ujar Putri Ayu dan Rangkas mengangguk mengiyakan.
Kedua nya kini berjalan ke arah dimana Rangkas berhasil mengalahkan Gundalini. Disana Gundalini masih tergantung dipohon dengan posisi wajah seperti sebelumnya.
"Sudah sepatut nya orang yang menumbalkan manusia kepada Raja Iblis itu dipenggal kepala nya." Ujar Putri Ayu kepada Rangkas.
"Aku akan memenggal nya untuk menjadi bukti bahwa Gundalini telah mati ditanganku."
"Oh iya orang-orang yang menuduh Ayah mu itu perlu bukti orang ini baik itu hidup atau mati, jadi sebaiknya memang bawa saja kepala nya untuk bukti." Setelah Putri Ayu berkata begitu, Lalu Rangkas melayangkan tubuh nya naik ke atas dan langsung memenggal leher Gundalini dengan pisau Ranca Cula nya..
Kepala Gundalini jatuh ke tanah dan Rangkas segera merobek pakaian jubah Gundalini untuk ia pakaian membawa kepala Gundalini itu ke alam manusia. Kini mereka berdua terbang ke atas hutan tempat mereka berdua muncul bersama Pangeran Dirgantara. Kedua nya terbang berpegangan tangan hingga sampai dibukit hutan tempat mereka muncul.
"Selamat tinggal Ayah dan Ibu serta saudara-saudara ku. Selamat tinggal Istana Angkor Pura tempat ku besar dulu dan selamat tinggal Pangeran Dirgantara. Meskipun cinta mu hanya sebentar untuk ku, aku akan selalu mengenang mu. Mungkin kita tak berjodoh Dirga, aku pamit kepada kalian semua." Setelah Putri Ayu berkata begitu, ia dan Rangkas pergi ke jalan tembus menuju kuil Wayangsa. Setelah tiba di kuil itu mereka harus pergi lagi ke dalam lorong yang menghubungkan jalan menuju alam gaib dan alam manusia. Nanti mereka berdua akan keluar lewat jalur pohon beringin dengan lambang simbol Illuminati itu.
Disepanjang perjalanan kedua nya mengobrol membahas apa yang telah terjadi kepada masing-masing kedua nya. Putri Ayu menceritakan bahwa ia khawatir pada Rangkas karena ia telah turun lebih dulu dan akhirnya ia menyusul dengan Pangeran Dirgantara. Rangkas pun berkata bahwa ia melihat Gundalini karena amarah nya itu kepada Gundalini begitu besar ketika ia melihat nya. Obrolan kedua nya terus berlanjut hingga mereka tiba didepan gerbang siluman dan ternyata di dalam gerbang Siluman itu ada pohon yang mirip seperti yang ada di dunia. Pohon itu memiliki tangga dan harus naik ke atas tangga itu, tapi kedua nya mempunyai ilmu peringan tubuh jadi kedua nya terbang melayang hingga sampai didepan lambang iluminati di dinding pohon itu. Rangkas dan Putri Ayu berpegangan tangan dan kemudian Rangkas menunjukan jari telunjuk nya ke dalam lubang itu. Saat itu juga tubuh mereka berdua tersedot masuk ke dalam lubang itu dan tak lama mereka keluar dari dalam batang pohon beringin yang ada di alam manusia itu yang dulu pernah membuat Rangkas TERSESAT Sehingga petualangan gaib nya pun telah dimulai dari sana.
__ADS_1
...*...
...* *...