TerSesat

TerSesat
SOSOK PENYERANG GELAP


__ADS_3

PUTRI Ayu berdiri bertolak pinggang dihadapan orang berpakaian jubah putih kusam itu.


"Apa maksud mu menyerang ku secara diam-diam hah!? Apakah kau seorang pengecut!? tunjukan wajah mu itu pengecut!!" Bentak Putri Ayu memancing kemarahan orang itu.


Orang itu pun segera mengambil anak panah nya lagi dan langsung memanah Putri Ayu. Putri Ayu tak menghindari nya dan menangkap anak panah itu dengan tangkas dan cepat. Mata orang itu mendelik melihat ada orang yang bisa menangkap kecepatan anak panah nya itu. Putri Ayu berjalan mendekat sembari mematahkan batang anak panah itu.


SOSOK PENYERANG GELAP itu pun berkata membentak Putri Ayu.


"Kau pembunuh!!" Bentak orang itu dan membuat Putri Ayu mengerutkan dahi nya.


"Apa maksud mu mengatakan ku pembunuh hah!? Aku sama sekali tak mengenalmu!!" Tegas Putri Ayu kepada orang itu.


"Mudah sekali kau mengatakan bahwa kau bukan pembunuh!! Baju Zirah perang mu itu sudah menandakan bahwa kau orang nya Kerajaan Angkor Pura!!" Bentak orang itu dan sudah di ketahui bahwa orang itu adalah seorang laki-laki.


Putri Ayu menghentikan langkah nya dan terpikir dalam benak nya untuk menanyakan pertanyaan.


"Jadi kau menuduh ku sebagai seorang pembunuh karena aku memakai baju zirah perang ini?"


"Benar!! Iblis laknat!! Raja Angkor Pura sangat bengis dan melahap semua daerah kekuasaan milik Ayahku dan menghancurkan keharmonisan keluarga ku!! demi apapun aku akan membalaskan dendam keluarga ku itu demi membunuh si Raja Iblis itu bersama para prajurit nya!! Hiaaahh!!" Orang itu meloncat terbang dan menendang kan kaki nya ke arah Putri Ayu.


Putri Ayu menangkis nya dan orang itu lalu meninju wajah Putri Ayu. Putri Ayu menahan nya dan kaki kanan lelaki itu pun menjejak perut Putri Ayu. Namun tendangan kaki orang itu mengenai tempat kosong karena Putri Ayu sudah menghindari nya dengan gerakan mundur.


"Kau dari kerajaan mana? dan siapa nama Raja dari kerajaan Angkor Pura itu!?" Tanya Putri Ayu penasaran dengan orang itu.


"Aku dari kerajaan Salawesi!! Raja Iblis itu bernama Raden Aji Sakro!!" Seketika mata Putri Ayu mendelik tajam.

__ADS_1


Orang itu terus saja menyerang Putri Ayu memakai gerakan silat dan Putri Ayu tetap menghindari nya.


"Kau telah salah paham, aku sudah bukan termasuk dari kerajaan itu lagi karena Ayah mu dan keluarga ku semuanya dibantai habis oleh si lelaki brengsek Aji Sakro itu!!"


"Kau jangan berdalih dihadapan ku!! Sudah jelas-jelas kau pun ikut dalam pembantaian itu wanita jalank!!" Putri Ayu semakin kesal dirinya dituduh seperti itu, padahal ia sama sekali tak pernah melakukan hal itu.


"Kau jangan mengada-ada!! mungkin kau salah melihat!!"


"Mata ku masih normal dan mata ku sama sekali belum buta!!" Putri Ayu pun menangkis tendangan samping dari lelaki itu dan memukul kaki lelaki itu hingga lelaki itu terpekik kesakitan.


"Sudah cukup!! Kita mempunyai dendam yang sama terhadap si Aji Sakro itu!!"


"Cuih!! Jangan berbohong, kau pasti akan menipu ku bukan!?" Putri Ayu semakin kesal kepada lelaki itu.


Rangkas masih dalam keadaan setengah sadar. Ia melihat samar-samar mahkluk gundul itu mendekati nya. Rangkas pun mendengar bisikan dari orang yang ia kenali itu.


"Rangkas bangunlah, jangan menyerah sebelum kau berhasil mengalahkan mahkluk itu." Rangkas membuka mata nya dan terperanjat.


"Bapak!?" Ucap Rangkas dan orang yang memanggil nya itu adalah Ayah nya yang bernama Rusdi itu.


"Bapak sedang apa di sini?"


"Bapak disini karena Arwah bapak masih terpenjara di dalam penjara bawah tanah nya kuil pemujaan tempat Sekte Aliran Sesat itu berada. Bapak telah melihat mu berada di sana bersama seorang wanita cantik yang pernah hadir di dalam mimpi Bapak."


"Jadi bapak mengenali Nyai Putri Ayu?" Tanya Rangkas penasaran.

__ADS_1


"Hanya mengenal nya dalam mimpi saja ketika Bapak masih hidup. Waktu bapak tak banyak, kau harus berhasil mengalahkan mahkluk gundul itu Rangkas. Kelemahan Mahkluk itu ada pada mata kaki nya! Pukul dibagian mata kaki nya!"


"Baik Pak, Rangkas akan melakukan nya." Setelah Rangkas berkata begitu, ayah nya langsung lenyap dari hadapan nya.


Saat itu Rangkas membuka mata nya dan tubuh nya masih berada di tumpukan atap rumah itu. Mahkluk gundul itu sedang mencari Rangkas di bawah tumpukan rumah yang rubuh itu. Tepat ketika mahkluk itu ingin membuka salah satu atap Rumbia, Rangkas langsung menendang nya dan atap Rumbia itu menghantam wajah sosok gundul itu.


"Brengsek kau!!" Bentak Mahkluk gundul itu dan ia segera menghantamkan palu Godam nya ke arah Rangkas.


Rangkas cepat menghinda dan meloncat ke arah kaki besar nya mahkluk gundul itu. Rangkas ingin memukul mata kaki mahkluk gundul itu, Namun ia telah melakukan nya. Kaki besar itu langsung menendang Rangkas dan Rangkas pun terpental dengan memuntahkan darah segar dari mulut nya. Tubuh Rangkas menabrak batang pohon dan ia muntah darah dibawah pohon itu.


"Hoeekkk!! Hoeekkk!!" Rangkas pun merasa sakit di bagian dada nya. Napas nya begitu sesak sekali dan ia segera mengatur pernafasan nya itu agar tak merasakan sesak didalam rongga dada nya.


Mahkluk gundul itu ternyata berdarah di bagian pelipis nya. Pelipis mahkluk gundul itu robek memanjang karena terkena sayatan atap Rumbia yang cukup runcing dan tajam. Darah mengucur dan tangan mahkluk gundul itu memegang nya.


"Keparat!! Baru kali ini ada yang bisa membuat ku terluka selain Tuan Pangeran Gandaria!!" Mahkluk gundul itu murka dan memutar palu Godam nya itu di atas kepala nya.


Wung!! Wung!! Wung!! Suara putaran palu Godam itu membuat bising telinga Rangkas.


Rangkas menutup kedua telinga nya dan saat itu terdengar suara lolongan serigala. Rangkas mendengar nya dan ia mendongak ke atas bukit. Disana ia melihat ada serigala melolong tinggi dan kemudian meloncat ke arah kepala mahkluk gundul itu. Putaran palu Godam itu dilepaskan ke arah Rangkas, namun arah nya segera berbelok karena pandangan Mahkluk gundul itu terhalang badan nya serigala itu.


Palu Godam itu menghantam dinding bukit disebelah Rangkas agak jauh dan mungkin jika serigala itu tak mengganggu konsentrasi mahkluk gundul itu. Mungkin Rangkas sudah mati dengan tubuh nya hancur berkeping-keping.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2