TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
Gadis Manja


__ADS_3

Hai, perkenalkan namaku Mikamaru. Tahun ini usiaku memasuki 17tahun. Aku seorang putri dari pengusaha di bidang pemasok obat terlarang. Dari kecil aku selalu dimanja. Apa saja yg aku mau selalu dituruti oleh Ayah. Semakin beranjak dewasa, aku tahu bahwa pekerjaan ayahku tidaklah benar. Pernah ku utarakan pendapatku agar ayahku meninggalkan usahanya karena itu salah. Tetapi ayah justru memarahiku. Dan mengurungku selama 2hari di dalam kamar. Sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Perusahaan Ayah semakin kuat. Dan mempunyai ribuan jaringan di seluruh negara.


****


Hari ini, sepulang sekolah. Jemputanku belum juga datang. Aku menunggu di parkiran sekolah tanpa seorang teman. Aku mungkin anak seorang bos mafia yg kaya raya. Tetapi karena itulah teman-temanku menjauh dariku.


Mereka semua takut berurusan dg ayah. Yg terkenal akan melakukan apa saja jika ia mau. Dari jauh kulihat mobil sedan hitam mendekatiku. Tetapi itu bukan mobil jemputanku. Setelah mobil itu mendekat, baru aku tahu. Mereka hendak menculikku. Aku diseret agar menuruti kemauan mereka yaitu masuk kedalam mobil. Yg aku tahu, mereka ada empat orang. Semuanya berpakaian hitam-hitam seperti ninja bayaran.


Karena aku tak sanggup melawan mereka, aku terpaksa mengikuti perintah mereka untuk masuk kedalam mobil mereka.


Saat di perjalanan entah kemana mereka akan membawaku, aku melongokkan kepalaku ke jendela dan berteriak minta tolong pada orang sekitar. Namun kepalaku dipukul. Aku tak sadarkan diri. Saat aku kembali tersadar, mobil yg aku tumpangi berjalan ngebut sekali. Sesekali penjahat-penjahat itu menembak ke arah luar jendela.


"DOR ! DOR ! DOR ! DOR !"


Tiba-tiba ada tembakan balasan dari luar yg mengenai dua dari penjahat itu. Sehingga mereka tewas seketika. Aku menjerit-jerit ketakutan. Membuat sopir kehilangan konsentrasinya. Mobil yg ku tumpangi pun menabrak beton jalanan. Dan akhirnya terpaksa berhenti. Kedua penjahat yg tersisa memegangiku dan mengancam pada orang-orang sekitar yg berkerumun. Bahwa mereka akan menembakku jika salah satu dari mereka ada yg berani mendekat.

__ADS_1


"Lepaskan dia ! Atau aku akan tembak kalian berdua" suara seoarang pria menerobos kerumunan.


"Siapa kau ?! Beraninya melakukan ini semua !!" kata penjahat


"Lepaskan dia, sebelum aku berubah pikiran" kata laki-laki itu lagi.


Kedua penjahat itu rupanya tidak main-main ingin menembakku. Mereka menembak asal ke arah kerumunan orang. Beberapa orang terkena tembakan penjahat. Namun, pria itu dg cekatan menembakkan pelurunya ke arah tangan para penculikku. Mereka kesakitan dan pistol mereka pun terjatuh. Tak berselang lama, datanglah polisi yg akan menangkap penculik-penculik itu. Mereka mengajak bicara pria yg menyelamatkanku tadi.


Badanku bergetar hebat menyaksikan dan mengalami peristiwa ini. Pria itu mengajakku ke dalam mobilnya. Lalu memberiku minuman botol.


"Si,,siapa kau? Apa kau suruhan ayahku ? Kalau bukan kenapa kau mau melakukan ini sesmua. Menolongku dari penculikan ?" tanyaku ragu-ragu.


Pria itu duduk di sampingku. Sambil memegangi kemudi. Dan mulai menjalankan mobilnya. Cukup lama dia tidak bicara apapun. Sehingga aku berulang kali melihat ke arahnya. Hingga mata kami saling berpandangan. Aku merasakan jantungku akan melompat saat pria itu memandangku.


"Aku bukan siapa-siapa. Hanya kebetulan tadi melihatmu berteriak minta tolong."

__ADS_1


Aku menunduk. Kugigit bibir bawahku. Pria itu tampan. Dan sangat mempesona. Tetapi mengapa dingin sekali. Aku mencoba melirik ke arahnya. OH MY GOOD !! Dia juga melihat ke arahku.


Jantungku semakin meronta-ronta.


"A..aku mengucapkan terima kasih banyak padamu" ucapku terbata-bata.


"Apa??"


"Terima kasih"


Pria itu hanya tersenyum. Ya Tuhan. Dia tersenyum padaku. Dan senyumnya manis sekali. Tak berapa lama kamipun sampai di kantor polisi. Kami masuk untuk memberi kesaksian atas tindakan penculikan mereka terhadapku. Setelah mengisi formulir dan menandatangani berkas-berkas, aku berpisah dg pria itu.Kami berdua berpisah di parkiran mobil. Kupandangi mobilnya yg beranjak dari hadapanku. Aku baru menyadari. Bahwa aku belum sempat berkenalan dengannya. Dan Bodohnya aku. Tidak sempat bertanya siapa namanya dan nomor teleponnya. Aahh ! Kapan lagi aku bisa bertemu dengannya.


Setengah jam berlalu. Jemputanku pun datang. Aku langsung meluncur pulang.


_________________________

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir baca😘


__ADS_2