
Malam itu, seisi kuil gempar karena teriakan dari kakak Lim yang mengatakan bahwa tubuh orang yang mereka temukan siang tadi terasa panas sekali. Mereka sudah mengompresnya namun belum juga turun demamnya. Leen dan Yin mencoba menawarkan diri untuk merawat pria itu. Akhirnya biksu Cheng mengizinkan mereka berdua untuk merawat pria itu. Dua hari dua malam mereka bergantian berjaga dan merawat pria asing itu. Mereka juga membuatkan ramuan herbal untuk pengobatan alami. Suatu hari ketika Fang Yin sedang mengompres dahi Jack, tiba-tiba saja dari mulut Jack terdengar seperti memanggil nama seseorang.
"Mii kaaa,,,,,jangan pergii dariku,," suara Jack lemah.
Tiba-tiba saja tangan Jack menggenggam tangan Yin. Mendapat perlakuan seperti itu, Yin merasakan jantungnya seperti mau copot. Ia melihat Leen keluar dari kamar hendak mengambil air baru. Ia tahu, Leen tidak melihat dan mendengar kejadian barusan. Ia mencoba berdiri mengikuti Leen. Namun tangan Jack begitu kuat memeganginya. Bahkan ia menarik Yin kedalam pelukannya. Yin ingin berontak, namun ia menyadari bahwa mata pria asing itu masih terpejam.
Yin mencoba mencari cara untuk menyingkirkan tangan pria asing itu dari tubuhnya. Namun selalu gagal. Saat menengadahkan kepalanya, tanpa sengaja kepala Yin terantuk kepala Jack yang tengah terlelap. Detak jantung Yin semakin cepat saat ia melihat bibir merah Jack. Entah mengapa, pandangan matanya tidak ingin terlepas dari keindahan bibir pria asing tersebut. Yin meneguk ludah. Matanya terus saja memandang kesana. Tanpa ia sadari, ia menempelkan bibirnya ke bibir Jack. Seketika ia merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hatinya. Melihat pria itu tidak juga membuka matanya, ia kembali mencium bibirnya, lagi dan lagi. Yin berpikir, bagaimana mungkin ia merasa ketagihan melakukan hal itu? Menyadari kelakuan tidak terpujinya, ia memukul-mukulkan tangan kanan ke bibirnya. Saat ia sedang mengutuk perbuatannya, tiba-tiba saja ia dibuat terkejut ketika tangan orang asing itu bergerak. Ia segera berlari keluar dari kamar tempat orang asing itu berada. Dan kembali ke kamarnya.
Jack menyentuh pelipisnya yang terasa perih, ia juga mencoba membuka matanya dengan perlahan. Rasa pusing di kepalanya yang sempat melandanya kini sudah sedikit berkurang. Ia mengamati ruangan yang ada di sekitarnya yang terasa amat asing baginya. Lalu ia teringat saat terakhir kali melihat wanita yang waktu itu ia temui di jembatan. Ia mencoba bangun dan berdiri namun kepalanya belum bisa di ajak kerja sama sehingga ia kembali terduduk di ranjang kayu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya kakak Liu.
"Ah? Siapa kau? Mengapa aku ada disini?" tanya Jack.
"Namaku Liiu Yaosan. Kami menemukanmu tergeletak di jembatan sungai taman Beihai,, tiga hari yang lalu." jawab kakak Liu.
"Tiga hari? Lalu dimana mobilku?" tanya Jack.
"Kami sudah mengamankannya. Siapa namamu?"
"Terima kasih. Namaku Jack." Jack memegangi kepalanya.
__ADS_1
Kakak Liu memanggil Leen untuk mengambilkan ramuan obat. Beberapa menit kemudian, datanglah Leen membawa nampan berisi cawan ramuan herbal buatannya. Melihat Leen berada di tempat itu, Jack sangat terkejut sehingga ia menatapnya lama. Leen merasa risih di tatap orang asing. Ketika Leen hendak pergi, Jack memanggilnya.
"Tunggu ! Bukankah kau wanita yang kutemui di jembatan waktu itu?" tanya Jack menghentikan langkah Leen. "Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" sambungnya.
Kakak Liu dan Leen menoleh ke arah Jack karena ingin tahu apa yang orang asing itu hendak tanyakan.
"Silahkan." jawab Leen.
Jack menggigit bibir bawahnya sejenak sambil menimang-nimang keputusannya untuk bertanya. "Wanita yang bersamamu itu, apakah aku boleh bertemu dengannya?" tanya Jack berharap.
Leen menoleh kepada kakak Liu menunggu persetujuan darinya. Untuk sejenak Liu berpikir, namun akhirnya ia mengijinkan Jack untuk bertemu dengan Fang Yin. Tetapi sebelumnya, ia menanyakan apa alasan Jack ingin bertemu dengan Fang Yin. Akhirnya Jack menceritakan alasannya.
"Sebenarnya aku sedang mencari istriku yang hilang di Dongguan. Namanya Mikamaru. Saat ia diculik, kandungannya sudah menginjak usia enam bulan lebih. Lima bulan sudah aku mencarinya, namun aku tidak bisa menemukannya di manapun." ungkap Jack jujur.
Jack mengambil ponselnya dan menunjukkan beberapa foto kebersamaanya dengan Mika . Dan foto terakhir mereka saat berada di SM Coex Atrium. Leen dan Kakak Liu tercengang mengetahui bahwa orang yang ada di foto itu benar-benar Fang Yin. Walaupun mereka sudah merasa nyaman mempunyai keluarga baru, namun mereka juga merasa bahagia karena akhirnya ada seseorang yang mengenal wanita itu.
"Ketahuilah Jack. Waktu itu, kami menemukan Yin tergeletak di tanah dengan luka di kepalanya. Kami merawatnya hingga dia melahirkan putrinya. Tapi kami tidak tahu apakah dia benar orang yang kau cari atau bukan." ungkap kakak Liu.
"Benarkah? Apa boleh aku melihatnya?" tanya Jack lagi.
"Jika kau benar suami Fang Yin, sebagai kakak seperguruannya aku tidak bisa melarangmu untuk bertemu dengannya." ucap kakak Liu. "Tetapi ada satu hal yang harus kau tahu. Saat ini dia mengalami lupa ingatan." lanjut kakak Liu.
__ADS_1
"Apa? Amnesia?" Jack terkejut.
"Sebaiknya kau mulai pelan-pelan saja. Jangan memaksakan semuanya sekaligus."
"Kalau begitu katakan saja aku akan belajar kungfu disini." jawab Jack
Kakak Liu menyuruh Leen untuk memanggil Fang Yin. Karena ia melihat pria asing yang bernama Jack itu tidak tampak seperti orang jahat, akhirnya ia mempercayainya. Beberapa menit kemudian, Fang Yin masuk membawa nampan makanan. Ia tersipu malu bertemu dengan pria asing itu. Sedangkan mata Jack terus saja memandangi sosok perempuan yang ada di hadapannya, memang nampak persis seperti Mika, namun gaya rambutnya berubah. Lalu ia sedikit bertanya-tanya ketika melihat perut wanita itu sudah rata. Namun Jack mencoba bersikap formal. Ia berdiri dan mencoba tersenyum pada Yin.
Jack tersenyum menyapa.
"Kita bertemu lagi, nona." ucap Jack.
"Apa kau sudah baikan?" tanya Yin. "Dimana rumahmu. Mengapa kau bisa jatuh pingsan di jalan?" lanjutnya.
"Aku rasa karena aku sedang merindukan seseorang." jawab Jack menatap Yin tanpa berkedip.
Oh Tuhan ! Jack benar-benar tidak bisa menahan rasa rindunya pada wanita itu. Rasanya ingin sekali ia memeluk dan mencium istri tercintanya. Tetapi ia harus menahan semuanya, dan mencoba mendekatinya kembali seperti saat pertama kali mereka bertemu. Jack tersenyum menatapnya sambil berkata dalam hati.
"Sayangku,,,,aku disini,,, apa kau mengenaliku??"
__ADS_1
❤❤❤
...----------------...