TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
DUEL


__ADS_3

Ketika bom asap menyelimuti ruangan tempat J.O, bau menyengat begitu terasa. Pandangan J.O juga menjadi tidak jelas. Ia meraba-raba tempat sekitar untuk bisa keluar dari kepungan asap. Tiba-tiba seseorang memukulnya dari belakang. J.O mengerang namun ia segera berbalik dan menembakkan pelurunya. Peluru itu mengenai orang yang tadi memukulnya dan beberapa orang yang mengepungnya. Ketika ia berhasil keluar dari kepungan asap, ia segera bergerak ke ruangan lain. Ketika sampai di sebuah ruang dengan banyak bangku kayu, tiba-tiba sebuah kapak menghampirinya. Hampir saja mengenai kepalanya jika ia tidak segera menghindar ke belakang.


Lalu seseorang yang bertubuh besar di belakangnya mengayunkan kedua tangan yang memegangi kapak untuk menyerang J.O. Dengan cepat J.O menangkis dan mengayunkan bangku kayu kepadanya. Beberapa kali ia menggunakan bangku untuk menangkis serangan lawan namun bangku-bangku itu selalu hancur terkena pukulan dan kapak. Sekali lagi ia menggunakan bangku sebagai tamengnya. Ketika kedua kapak itu tertancap di bangku kayu, J.O memutar bangku sehingga terlepas dari genggaman musuhnya. Dalam kesempatan itu. J.O menendang perut musuhnya itu. Namun orang itu hanya mundur beberapa meter ke belakang.


HAARRGGHHH !!


"Akan aku habisi kau Jack" ucap orang besar itu.


"Aku akan menghabisimu lebih dulu" jawab J.O.


J.O sedang bersiap menembak ketika orang besar itu tiba-tiba saja menyeruduk perut J.O dengan kepalanya dan mendorong tubuh J.O ke tumpukan tinggi bangku kayu. Senapan J.O jatuh terlepas dari tangannya. Ia pun merasakan sakit pada punggungnya ketika ia di tekan mundur. Dengan sekuat tenaga ia meninju dan memukul kepala musuhnya. Namun itu tidak membantu sama sekali. Ketika ia sedang kesakitan, orang bertubuh besar itu meraih dan melempar tubuhnya sehingga melayang jauh ke atas tumpukan bangku yang berjajar.


Tubuh J.O jatuh tersungkur ke tumpukan bangku-bangku di ujung ruangan. Kali ini ia merasakan kesakitan luar biasa karena ia jatuh terpelanting dengan posisi telentang. Punggungnya terasa patah ketika menimpa kayu-kayu keras itu. Namun ia tetap berusaha keras untuk bangun dari posisinya.

__ADS_1


KRASAK ! KRASAK !


Ketika J.O berusaha bangun dengan perlahan, orang besar itu memukul dada J.O dengan kedua sikutnya.


AAAAAAARRRRGGHH !!


Teriakan J.O terdengar memekakkan. Dadanya terasa sesak dan sakit sekali. Ia juga terbatuk-batuk karenanya. Orang itu terus saja menyerang dan menendangnya tanpa ampun. Dan ketika ia melihat orang besar itu bersiap menyerangnya kembali, J.O mengambil Yanagiba yang ia simpan di betis kakinya. Tepat saat orang itu mendekat hendak menindih tubuhnya, ia menancapkan Yanagibanya tepat ke dada orang yang bertubuh besar seperti sumo itu. Akhirnya orang itu tewas tergeletak di sisihnya. Iapun mengambil Yanagibanya kembali. J.O mengambil senapan yang tadi sempat terpental jauh darinya. Dengan perlahan ia mencoba berdiri tegak dan mulai melangkah keluar. Kemudian berjalan tertatih dan berpegangan pada tembok-tembok besar yang ada di sekitarnya. Sesekali ia terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Di ujung lorong, ia mendengar suara Mika tengah berdebat dengan seseorang. Ia bergegas menghampiri ruangan itu. Dan melihat ke dalamnya dari celah pintu. Ia melihat Mika sedang duduk di sebuah kursi dengan seseorang yang membelakanginya dan hanya punggungnya yang ia lihat. J.O tengah bersiap menembakkan pelurunya ketika Mika melihat keberadaannya dan terlihat hendak mengucapkan sesuatu. Karena hal itu, orang yang bersama Mika itu menyadari bahwa ada seseorang di belakangnya dan dengan cepat menangkap Mika.


"Lepaskan dia" ucap J.O.


"Aku akan melepasnya. Namun aku ingin kau meletakkan senjatamu. Bertarunglah denganku sebagai pria sejati" jawab Duk Ghul.

__ADS_1


"Kau ingin bertarung sebagai pria sejati? Baiklah, mari kita lakukan" J.O melepas senapannya.


Orang yang bernama Duk Ghul itu juga melepaskan Mika. Ia mendekati J.O dan berhadapan dengannya. Kedua pria itu saling bertatapan, dengan tatapan mata yang sama-sama tajam. Duk Ghul menyerang J.O terlebih dahulu. Mereka adu jotos dan beberapa kali berguling di lantai. Ketika Duk Ghul mencekik leher J.O dengan kuat. Ia sengaja melemparkan kata-kata ejekan.


"Tenang saja Jack. Jika kau tiada, aku yang akan menemani tidurnya" ucap Duk Ghul menyeringai.


"Jangan berani sentuh dia sedikitpun" ucap J.O marah.


PRAANKK !


J.O menarik kain penutup meja sehingga barang-barang di atasnya berjatuhan. Dengan cepat ia melingkarkan kain itu ke leher Duk dari belakang. Ia berusaha mengikat dengan kencang kain itu agar Duk tercekik olehnya. Duk berusaha bangun melepaskan ikatan di lehernya namun J.O tetap menarik dan mengikatkan kain itu dengan erat. Ketika merasa dekat dengan kekalahan, Duk meraih pedang yang menjadi hiasan di sudut meja. Ia pun mengayunkan pedang itu ke arah J.O.


CRAASSH !

__ADS_1


__________________________


__ADS_2