
Ketika J.O terkapar, Bong menginjakkan kakinya tepat di bagian alat vital bawah J.O dengan kuat. Bong Cheol merasa geram karena pria itu berani menyentuh Mika. Namun berapa kali pun Bong lakukan itu, J.O tetap tak sadarkan diri. Ketika Bong Cheol berniat menusukkan sebuah belati ke dada J.O. Tiba-tiba dari menara bertingkat di seberang gedung, seseorang tampak menembaki mobil-mobil pribadi milik Bong yang terparkir di halaman gedung dengan RPG-7. Hingga terjadi ledakan-ledakan besar. Kemudian tembakan itu mengincar atap gedung tempat berkumpulnya anggota Bong Cheol. Tampak beberapa pengawal Bong terkena ledakan dahsyat. Banyak yang terluka dan tewas seketika.
Bong melarikan diri namun sesuatu seperti roket meluncur ke arahnya dengan cepat dan membuat tubuhnya meledak bersama roket tersebut. Sedangkan yang lainnya kalang kabut berlarian menyelamatkan diri sendiri. Termasuk Baek Song yang dengan ketakutan berusaha melarikan diri namun ledakan yang mengenai Bong Cheol ternyata juga mengenai punggung Baek Song dan separuh dari kawanan Bong. Ia pun tewas terbakar. Entah dari mana datangnya, orang itu menembak habis kawanan penjahat Bong tanpa tersisa. Seketika, semua yang ada di atas sana telah kehilangan nyawanya. Kecuali Mika dan J.O yang tampak sekarat.
Dalam keadaan itu, Mika mempunyai kesempatan untuk melarikan diri. Karena Baek Song sudah tewas terkena ledakan.
Dengan susah payah, Mika mencoba mengangkat tubuh J.O. Namun ia tidak kuat mengangangkat tubuh besar pria itu sehingga berulang kali ia tersungkur. Mika begitu berkonsentrasi menolong J.O sehingga tanpa di sadarinya, tembakan itu sudah terhenti. Ketika ia melihat keadaan sekitarnya, tampak mayat-mayat bergelimpangan. Dan saat Mika tengah mengalami syok berat, seseorang menyentuh pundaknya. Mika pun menoleh ke arah orang yang menyentuhnya dengan tatapan kosong.
"Kita harus segera pergi dari sini. Polisi akan segera tiba dalam waktu tiga puluh menit" ucap Daniel.
"Jadi? Kau yang melakukan semua ini?" Mika tergagap.
Daniel menganggukkan kepalanya. Dan mengangkat tubuh J.O lalu menggendongnya. Ia tampak berbicara pada seseorang lewat earphonenya. Lalu dari kejauhan datanglah helikopter mendekat ke sisi gedung tempat mereka berada. Daniel menyuruh Mika naik ke dalam terlebih dahulu. Setelah Mika sudah berada di dalam heli, Daniel meletakkan J.O terlebih dahulu. Mika pun menerima tubuh J.O dan menggeser pria itu ke sisinya. Kemudian setelah Daniel naik, helikopter segera beranjak dari tempat itu.
_________________
Helikopter yang membawa mereka terbang, mendarat di sebuah gurun lapang. Tampak mobil J.O sudah berada disana.
__ADS_1
"Aku sudah memindahkan mobilnya kemari sebelum aku menembaki gedung itu"
"Apa kita akan di kejar polisi?"
"Aku sudah berusaha mengacaukan sinyal pengawas mereka. Semoga saja mereka tidak melacak keberadaan kita di tempat kejadian"
"Aku juga berharap begitu"
Daniel mengucapkan terima kasih pada kawannya yang mengendarai helikopter, sebelum temannya itu pergi.
Kemudian, Daniel , J.O dan Mika pergi menaiki mobil J.O yang sudah menunggu mereka. Daniel menyetir mobil dengan kencang. Mika tampak memeluk tubuh J.O yang bersandar di tubuhnya. Pria itu belum juga sadar. Mika memeriksa denyut jantung J.O. Begitu lemah hampir tak berdenyut. Mika semakin khawatir.
"Semoga dia bisa bertahan. Liza akan memeriksanya nanti."
"Apakah Liza bisa melakukannya?"
"Aku rasa dia bisa merawat Jack. Dia pernah bertugas menjadi dokter yang merawat para tentara yang terluka di medan pertempuran"
__ADS_1
"Merawat orang-orang yang terluka parah?"
"Ya. Seperti itulah"
________________________
Mobil mereka masuk ke kota tempat tinggal Daniel. Setelah mereka sampai di rumah Daniel, mereka segera membawa J.O ke ruang perawatan. Tempat Liza menyimpan segala perlengkapan kedokterannya dulu. Ia mencuci tangannya terlebih dahulu dan mensterilkan peralatan yang akan digunakan. Ia segera memeriksa denyut jantung J.O. Atas seizin Mika, Liza melepas semua pakaian yang di kenakan J.O dan segera membersihkan luka-lukanya. Untuk luka sayatan yang parah, seperti luka sabetan pedang yang di alami pria itu, Liza segera menjahitnya.
Dengan setia Mika mendampingi J.O dalam kesekaratannya. Wanita itu berulang kali mengucapkan doa dan meneteskan air mata.
Ia menggenggam erat tangan J.O dan memandangi wajah pria yang begitu ia cintai itu. Sudah beberapa jam, namun J.O tidak juga terbangun. Liza sudah membersihkan semua luka dan darah yang menempel di tubuh J.O. Lalu memberi suntikan tetanus padanya agar luka pada tubuh J.O tidak memberikan dampak buruk.
"Aku sudah selesai dengan perawatanku, biarkan dia istirahat. Lukanya akan sembuh dalam beberapa hari ke depan"
"Aku boleh menemaninya kan?"
"Tentu saja, dia suamimu" jawab Liza dengan senyuman.
__ADS_1
Daniel dan Liza keluar dari ruang perawatan. Mereka sengaja meninggalkan Mika berdua dengan J.O.
_____________________