TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MINAMI ATAU MIKA?


__ADS_3

Pagi pukul 08.05


J.O bermimpi sedang bersama istrinya. Di dalam mimpi, ia sedang bercumbu dengan wanita yang di cintainya itu dalam kencan bulan madu mereka. Hingga saat istrinya mengajaknya mandi bersama, semua tampak begitu nyata. Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya. Ketika ia menyadari wanita yang di cintainya tidak ada di sisinya, ia duduk dan menyentuh luka di perutnya yang tidak terlalu sakit seperti kemarin. Ia juga merasakan tubuhnya sudah kembali sehat.


"Minami?" panggilnya.


Tetapi tidak ada sahutan sedikitpun dari wanita yang ia cari. Dari tempat J.O tidur, hanya terdengar suara keran air menyala. Pria itu bangun lantas mencari keberadaan gadis itu. Ia pun melangkah menuju suara keran. Ketika membuka pintu kamar mandi, ternyata pintunya tidak dikunci. Ia masuk dan menutup pintunya. Tanpa sengaja ia melihat bayangan tubuh Mika dari shower box yang terbuat dari kaca. Ia sedikit tersenyum karenanya.


"Dasar Minami ceroboh" gumam J.O.


Dengan perlahan dan tanpa suara, J.O duduk di closet duduk yang ada di sampingnya. Lalu duduk santai memegangi dagunya sambil memandangi Mika dari sana. Ia mengamati Mika yang sedang mengusap dadanya.


"Apa kau akan terus mengusap bagian itu?" tanya J.O mengagetkan Mika.


"Apa kau mengintipku?" tanya Mika.


"Aku sedang memandangimu" jawab J.O terus terang.


"Apa ?!"


"Aku suka melihatmu dari sini"ucap J.O.


"Benarkah seperti itu? Tapi selama ini dia begitu dingin. Jadi semua ini hanya dibuat-buat? " pikir Mika dalam hati.


"Kenapa diam?" tanya J.O


Mika segera menyelesaikan mandinya. Lalu keluar dari shower box dengan handuknya. Ia langsung mendekati J.O yang tengah menunggunya.


"Apa kau memata-mataiku?" tanya Mika duduk di pangkuan J.O.


"Ya. Bisa dibilang begitu" jawab J.O menerima Mika duduk di pangkuannya.


"Apa kemarin luka di kepalamu membuatmu jadi berpikiran mesum?" tanya Mika berbisik di telinga J.O.


"Bisa jadi" J.O merasakan geli.


"Apa kau sudah baikan?" tanya Mika melepaskan baju J.O.


"Lumayan" jawab J.O bersandar di dinding closet.


Mika meraba leher J.O lalu turun ke perutnya. Ia memeriksa luka tusukan di perut J.O. Tampak sudah mulai kering.

__ADS_1


Mika melanjutkan aksinya dengan menyentuh sesuatu yang ada di dalam celana pria itu.


"Gadis nakal. Kau membuatku mengharap sesuatu" ucap J.O berbisik.


"Berharaplah. Aku akan mengabulkannya" suara Mika mulai serak.


Gadis itu berdiri berusaha melepas ikat pinggang di celana pria itu dengan sentuhan-sentuhannya. Setelah terbuka ia mencoba melakukannya. Tetapi J.O menariknya berdiri dan mendorongnya ke dinding.


Hmm,,,Aah,,


Ia menciumi Mika sambil memegangi kepala gadis itu.


Tanga satunya menyentuh handuk yang dikenakan Mika kemudian melepaskannya.


Ketika tangan Mika menyentuh miliknya, J.O menghentikan ciumannya. Ia tertegun sesaat. Lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Aku rasa aku tidak akan melanjutkannya" ucap J.O mengatur nafas dan merapikan celananya.


Tubuhnya menolak untuk berhenti. Sehingga ia tampak begitu lama meredam gejolak di dadanya.


"Cepat ganti pakaianmu"


Mika memakai kembali handuknya. Ia menggigit bibirnya karena merasa di gantung oleh J.O. Kemudian ia memandangi tubuh J.O yang tampak gemetaran.


"Aku tidak apa-apa" ucap J.O keluar dari kamar mandi menuju sofa depan.


*****


Sejak ciumannya di kamar mandi, J.O menjadi pendiam.


Ia jadi sering melamun dan selalu menghindari Mika.


Sudah tiga jam berlalu, ia tak berbicara pada Mika.


Mika mencoba mencari tahu. Ada apa dengan pria yang bersamanya sekarang ini.


"Awalnya ia begitu menikmati semuanya, membuat diriku sangat menginginkannya. Tetapi kenapa tiba-tiba ia jadi sangat dingin seperti ini" pikir Mika.


Mika mendekati J.O yang tengah terlelap di ranjang. Ia tahu, pria itu pun sama-sama menginginkan dirinya.


Ia menyentuh J.O dan melihat bahwa pria itu ternyata tidak tidur. Pandangan matanya kosong.

__ADS_1


"Kau kenapa? Apa aku melakukan kesalahan tadi?" tanya Mika.


"Tidak."


"Lalu kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Mika lagi.


"Maafkan aku Mika"


Mika mengusap tubuh J.O dan memeluknya dari belakang.


"Apa kau mulai bosan denganku?" tanya Mika sedikit murung.


"Aku tidak pernah bosan padamu"


"Lalu? Kenapa tadi tiba-tiba saja kau menghentikan semuanya."


"Saat aku melakukannya, aku melihatmu sebagai Minami istriku" jawab J.O lirih.


Mika terkejut mendengar jawaban J.O. Ia menyadari. Pantas saja mengapa pria itu menjadi aneh dan terlalu berani melakukan semuanya. Ia juga sempat berpikir, pria itu sebenarnya berotak mesum. Dan hanya berpura-pura dingin. Ternyata J.O melihat dirinya sebagai istrinya saat melakukan semuanya pagi tadi.


"Jadi? Minami nama istrimu?"


"Ya."


"Bagaimana kau memanggil namanya?"


"Mina" jawab J.O jujur.


Suasana menjadi hening sesaat. Lalu Mika berpamitan untuk keluar cari angin sebentar.


"Aku pergi dulu" ucapnya.


Dengan cepat, tangan J.O meraih tangan Mika. Ia merasa sangat bersalah pada gadis itu.


"Mika. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyamakanmu dengannya" ucap J.O menarik tubuh Mika.


"Lepaskan aku" Mika menolak tubuh J.O.


"Aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh."


J.O mendekap Mika dari belakang. Dan memeluknya dengan erat. Tanpa memberi kesempatan pada Mika untuk pergi darinya.

__ADS_1


******


__ADS_2