
Siang itu J.O menemui seorang teman lama di sebuah alamat toko yang diberikan oleh temannya tersebut. Ia pergi bersama Mika karena merasa tidak yakin jika harus meninggalkan Mika sendiri. Ketika mereka bertemu, tampak sekali keakraban di antara keduanya. Memang benar, dulu keduanya mendapat julukan duo tiger di dalam satu misi perdamaian di timur tengah. Hingga Daniel memilih jalan hidupnya dan melepas pangkat dan pekerjaannya demi anak dan istrinya. Tidak lama setelah itu, J.O mengalami penculikan bersama istrinya. Yang membuat hatinya hancur. Sejak itu jiwanya mengalami keterpurukan. Hidupnya bagai terombang ambing di lautan.
_________________________
Daniel menepuk punggung J.O keras-keras. Kebiasaan mereka jika bertemu selalu memberikan salam sapa khas mereka.
"Kau tampak lebih segar dari sebelumnya" Daniel menatap temannya dengan senyuman lebar.
"Ya, kau tahu aku baru menikahinya kemarin" jawab J.O sambil meraih tangan Mika.
"Whoa? Benarkah? Ha,,ha,,ha,," Daniel memberi tepukan yang lebih keras di lengan J.O.
"Kenalkan. Dia istriku. Namanya Mikamaru" ucap J.O.
Daniel menyalami Mika untuk memberikan selamat atas pernikahannya dengan J.O. Ia juga memberikan sedikit nasehat candaan pada Mika.
"Kau harus hati-hari dengannya nak, pria itu akan menerkammu seperti binatang buas" Daniel memberi bumbu sedikit.
"Benarkah?" Mika berpura-pura tidak mengetahui hal itu.
__ADS_1
Mika menatap J.O yang tengah tersenyum dan sedikit tertawa mendengar nasehat yang diberikan temannya pada Mika. Sudah lama sekali Mika ingin melihat senyuman lebar seperti itu dari J.O. Ia pun ikut tersenyum.
___________________
Datang seorang wanita menggendong bayinya. Ia tampak terkejut melihat orang yang sedang mengobrol dengan suaminya. Dialah Liza. Istri Daniel.
"Jack? Itukah kau?" kata Liza pada J.O.
"Liza,,kau semakin cantik saja" ucap J.O sambil mencium pipi kanan dan kiri wanita itu.
"Ooh ini junior baru kalian? Dia mirip sekali dengan Daniel" tanya J.O sambil menggendong bayi laki-laki yang ada di tangan Liza dengan muka sangat bahagia.
_______________________
Mika dan Liza cepat beradaptasi. Mereka berdua terlihat begitu akrab sambil mengobrol santai. J.O mengajak Daniel bicara empat mata di ruang lainnya.
"Apa kau bisa buatkan aku senjata api yang bagus" tanya J.O sambil duduk menghadap meja.
"Apa kau berhasil menemukan mereka?" tanya Daniel sedikit tegang.
__ADS_1
"Ya. Pemimpin mereka adalah ayah Mika" jawab J.O.
"Apa? Jadi, kau menikahi putri pembunuh istrimu? Ini gila Jack,,," ucap Daniel meremas-remas tangannya.
"Ya, ini memang gila. Tapi percayalah, aku benar-benar mencintainya" ucap J.O.
Daniel menarik nafasnya dalam-dalam. Ia juga tak bisa menyalahkan temannya karena mencintai darah daging pembunuh Minami. Daniel menyadari, cinta tumbuh karena adanya campur tangan Tuhan. Daniel menunjukkan satu senjata api jenis bizon dengan peluru kaliber 9.9cm. Ia sudah memodivikasi sedikit dari modelnya semula.
"Bagaimana dengan ini? Ini akan menjadi senjata paling mematikan" Daniel menggosok-gosok senapan rancangannya.
"Bagus juga. Aku juga akan butuh banyak peluru."
"Tenang saja, aku mempunyai banyak persediaan" kata Daniel membuka pintu kamar rahasianya.
"Wow, menakjubkan" gumam J.O.
"Kapan kau akan beraksi? Aku akan menemanimu" tanya Daniel serius.
"Lebih cepat, lebih baik" jawab J.O tenang.
__ADS_1
____________________