
Pukul 8.03
Pagi datang menyambut dua insan manusia yang semalam begadang sampai dini hari. Sehingga tampak keduanya masih terlelap dan saling berpelukan dengan selimut menutupi tubuh keduanya. Menyadari bahwa hari sudah beranjak siang, Jack membuka matanya dan menggeliat, mengamati ruangan kamarnya yang masih gelap. Benar saja, tirai jendela masih tertutup rapat karena Mika ataupun dirinya belum ada yang membukanya. Ia berusaha menyingkirkan tangan Mika yang melingkar di pinggangnya dengan perlahan. Hari ini Jack ingat harus bertemu seseorang jam 9 nanti. Ia bangun meninggalkan tempat tidurnya dengan sangat pelan karena tidak ingin mengganggu Mika yang tengah tidur nyenyak. Ia mendekati jendela kamar dan menyibak tirainya sehingga pancaran sinar matahari masuk menyinari ruangan. Untuk sejenak ia memandangi suasana di luar yang ramai. Para pelayan wanita tampak berjalan beriringan hendak berangkat ke toko roti. Wajah-wajah mereka begitu gembira dan berseri-seri.
Jack mandi sebentar kemudian ia memakai setelan kemeja hitamnya. Sebelum menemui orang misterius itu ia akan mampir sebentar ke toko rotinya untuk memeriksa laporan keuangan. Ketika ia hendak melangkah keluar, ia menghampiri Mika dan mencium keningnya. Ia juga merapatkan selimut yang menutup tubuh istrinya. Kemudian ia melangkah keluar dan menemui pak Kang il. Ia memberi pesan padanya agar tidak membangunkan Mika.
"Biarkan dia istirahat penuh hari ini. Jika dia bangun nanti, katakan aku sedang menemui seseorang." Jack memberi pesan pada Kang il.
"Baik, tuan. Saya mengerti." jawab pak Kang.
__________________
Sampai di toko rotinya, Jack menyapa semua karyawannya dengan sangat ramah. Ia juga melihat pekerjaan mereka serta mencicipi satu potong roti isi. Rasanya masih sama enak dan gurih tidak ada sedikitpun perubahan. Yang menandakan bahwa kualitas yang ia standarkan masih di laksanakan dengan baik. Ia masuk ke ruang kantornya dan memeriksa beberapa laporan keuangan tokonya. Semuanya tertulis sesuai pamasukan dan pengeluaran. Ia juga menghitung laba yang di dapat. Semuanya di laporkan dengan sangat baik dalam buku itu. Di bantu oleh Hana sang sekretaris, ia membagi bagian-bagian uang gaji karyawannya. Dan menyimpannya di brangkas gaji karyawan. Biar Hana nanti yang akan membagikannya pada karyawan sepulang dari bekerja.
Di persimpangan jalan pasar Giok, ia memarkirkan mobilnya. Ia mengamati suasana sekitar rumah bordil itu dengan seksama. Ada sebuah mobil terparkir disana. Jack memastikan itu adalah mobil milik orang misterius. Lalu dengan langkah pelan namun pasti, Jack memasuki rumah Giok. Ketika ia berada di dalam, beberapa wanita penghibur mendekatinya dengan rayuan khas mereka. Jack mengatakan bahwa ia datang hendak menemui Yuki-San. Tiga menit kemudian, Yuki-San datang menyambut Jack dengan kimono lengkap berwarna merah muda. Wanita cantik itu mempunyai kepribadian sangat lembut. Yuki-San mengantarkan Jack pada ruang khusus yang sudah di pesan seseorang untuknya. Namun belum tampak orang itu di dalamnya. Jack pun menanyakan soal orang yang memesan ruangan itu pada Yuki.
"Apa aku boleh tahu siapa yang memesan kamar ini?" tanya Jack pada Yuki-San.
"Aku tidak diperbolehkan mengatakannya. Namun, dia sudah datang sejak pagi dan sekarang berada di kamar lain, dia ingin kau masuk ke dalam terlebih dahulu." jawab Yuki.
__ADS_1
"Begitu ya? Baiklah. Akan ku tunggu dia disini. Suruh dia segera menemuiku. Karna waktuku tidak banyak." Jack sedikit penasaran.
Setelah Yuki-San berlalu dari hadapannya, seorang wanita datang membawakan dua botol shake kepadanya. Lalu kembali meninggalkan dirinya. Beberapa menit kemudian datanglah seorang laki-laki yang seumuran dengannya dan mungkin sedikit lebih muda. Ia mengenakan kaos hitam dan topi hitam pula. Lalu duduk berhadapan dengan Jack.
"Apa kau orang yang selama ini meneleponku?" tanya Jack.
"Ya. Aku yang meneleponmu." pria itu mendongakkan kepalanya menatap Jack.
"Lalu siapa kau sebenarnya. Dan apa motifmu?" tanya Jack lagi. "Apa kau bagian dari anak buah Bong?".
"Baik. Aku akan perkenalkan diriku. Namaku Sungjae. Anak dari seorang wanita yang menjadi istri muda Bong Cheol. Dan aku di pekerjakan disana sebagai pelayan tamu. Namun sebagai istri muda, ibuku justru di anggap sebagai pemuas hawa nafsu saja. Seringkali aku melihat ibuku di digarap beramai-ramai oleh Bong dan anak buahnya." Sungjae mencoba menceritakan kisah hidupnya. "Setiap aku melihat perbuatan keji mereka, mereka justru menyuruhku untuk merekam semua perbuatan mereka dalam sebuah kamera. Jika tidak mau, aku di beri hukuman 100x cambukan. Semua itu mereka lakukan berulang kali selama beberapa tahun hingga suatu hari ibuku meregang nyawa di pelukan mereka. " lanjut Sungjae dengan wajah penuh dendam.
"Jadi, apakah maksudmu kau juga yang mengambil gambar saat istriku di cabik-cabik mereka? Kau berada dimana saat itu? Kenapa aku tidak melihatmu ada disana?" tanya Jack penasaran.
"Ya. Aku yang mengambil semua gambar itu. Aku juga melihatmu terluka parah disana sehingga aku tergerak untuk mengambil gambarmu juga dari sudut gelap ruang itu. Setiap aku mengambil gambar, aku pulalah yang akan mencetaknya. Makanya aku punya kesempatan untuk menggandakannya dan menyimpan beberapa untuk diriku sendiri." ungkap Sungjae panjang lebar.
"Aku tahu yang kau rasakan. kita berdua tidak jauh berbeda." ucap Jack.
"Kau tahu, aku selalu ingin membalaskan perbuatan mereka kepada putri Bong. Mungkin dengan aku menikmatinya, aku akan bisa membalaskan rasa sakit hati ibuku yang selama ini dia rasakan. Namun saat aku hampir melakukan itu padanya, kau selalu datang melindunginya. Aku jadi tidak bisa melakukan apa-apa pada gadis itu."
__ADS_1
"Apa? Kapan kau akan melakukannya?" Jack mencoba menyelidiki.
"Saat sebelum kalian melakukan itu di pinggir kolam." jawab Sungjae terus terang.
"Apa ?! Jadi kau melihat semuanya?" Jack merasa tercekat.
"Ya, begitulah."
Untuk sesaat, Jack merasa di telanjangi. Namun sekarang ia mengerti. Apa yang Sungjae pikirkan. Ia dan dirinya mempunyai nasib yang sama. Yaitu menyaksikan orang yang begitu di cintai di kotori oleh orang-orang biadap macam Bong Cheol. Namun ia tidak punya cukup keberanian dan cara untuk menghabisi mereka semua. Sehingga ia meneror Jack dengan beberapa cara. Bahkan saat Sungjae menyaksikan dirinya sedang melakukan itu bersama Mika, mungkin saja pemuda itu menjadi kesal karena seharusnya dirinya lah yang melakukan itu pada Mika.
"Aku tahu. Namun sekarang aku ingin, kau lupakan keinginanmu pada Mika. Karena gadis itu sudah menjadi istri sahku. Aku tahu dia adalah putri Bong. Tetapi sedikitpun ia tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan ayahnya." Jack memberi tekanan pada suaranya.
"Ya. Aku mengerti. Aku sudah merasa senang kau berhasil melenyapkan Bong dan semua anak buahnya. Aku berterima kasih banyak padamu. Karena dengan begitu, ibuku akan merasa tenang disana." ucap Sungjae berdiri sambil membungkuk memberi hormat.
_____________________
Yang suka boleh like ya,,,😊
Ditunggu juga komentar dan saran membangunnya,,,😊😘
__ADS_1