TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
BERKUNJUNG


__ADS_3

Tampak dua orang melangkah keluar dari kantor catatan sipil negara. Mereka baru saja mendaftarkan pernikahan mereka yang sempat tertunda lama. Jack menenteng tas berisi surat-surat pernikahan mereka yang sekarang sudah benar-benar resmi. Ia juga membukakan pintu kaca besar untuk Mika. Mereka saling melempar senyuman. Setelah berada di luar halaman, panas matahari menyambut mereka. Cahayanya mengatakan pada keduanya bahwa sekarang adalah saat untuk menapaki kehidupan yang benar-benar baru. Meninggalkan luka-luka lama dan melupakan semua dendam yang ada. Jack mengatakan sesuatu pada Mika.


"Ayo kita kerumah Daniel. Sudah satu tahun kita melupakan mereka." ajak Jack pada Mika.


"Itu rencana bagus, kita juga akan membawakan hadiah untuk Rachel, Keanu dan Boby. Juga untuk Liza pastinya." ucap Mika senang membayangkan bersama anak-anak Liza.


"Baiklah, ayo kita belanja terlebih dahulu." seru Jack.


"Ehem."


Jack membawa Mika ke sebuah pusat perbelanjaan yang ramai di Gangnam. Mereka bergandengan saat naik eskalator. Ada beberapa orang yang melirik dan mengagumi mereka. Sampailah mereka di lantai tiga. Mereka akan mencari hadiah yang pantas untuk Liza dan anak-anaknya. Mika mengingat, apa yang kira-kira belum ada di rumah Liza. Khususnya peralatan dapur. Sambil memandangi bermacam-macam model alat dapur yang terpajang di depannya. Ia menyentuh dan mengamati sebuah mangkuk sup saji yang besar berbahan keramik. Set TUKPEGI mangkok sup korea dolsot bibimbab dengan diameter 14cm dan tinggi 7.5cm. Dengan isi empat set mangkok paling besar, besar, sedang dan kecil lengkap dengan tutup dan tatakannya. Warna hitamnya pun tampak elegan dengan sedikit ukiran di pinggirannya.


"Apa kau ingin memberikan itu padanya? Aku rasa itu ide yang bagus." kata Jack memberi pendapat.


"Benarkah? Apa menurutmu Liza akan menyukainya?" tanya Mika.


"Tentu saja. Itu sebuah hadiah yang bagus. Apapun yang akan kau berikan aku rasa ia akan menerimanya dengan senang hati. Kau memberinya perhatian saja ia akan sangat bahagia." jawab Jack. "Ambillah. Sekarang kita cari hadiah untuk anak-anak." sambung Jack.

__ADS_1


Jack menaruh kotak set mangkok Tukpegi tersebut ke dalam keranjang dorong. Lalu mereka melangkah ke sisi lain ruangan menuju tampat rak mainan anak. Mereka melihat beberapa jenis barang imut dan lucu disana. Jack memperhatikan satu persatu mainan anak laki-laki yang tampak keren. Robot dan mobil-mobilan edisi terbaru dengan remot controlnya. Ia menengok Mika yang tampak mendekati rumah-rumahan barbie yang bisa di bongkar pasang. Ia pun tersenyum. Lalu mengambil mobil remot control dan sekotak patung prajurit hijau untuk keanu. Sedang untuk Boby yang masih sangat kecil, ia memilih mainan LEGO bongkar pasang yang beraneka warna. Setelah ia selesai memasukkan semuanya ke dalam keranjang ia mendekati Mika yang kebingungan memilih mainan anak perempuan yang semua tampak lucu.


"Apa kau kesusahan mencari sesuatu?" tanya Jack mengagetkan.


"Iya, aku rasa. Semuanya tampak imut dan lucu." jawab Mika.


"Aku lihat tadi kau menyentuh rumah-rumahan barbie ini, apa Rachel akan menyukai ini?"


"Ini mainan keren paling populer untuk anak perempuan, aku sangat suka saat pertama kali ibu membelikannya untukku. Tapi sudah lama rusak." jawab Mika mengerutkan dahinya.


"Kau Benar."


"Dan ini untukmu, aku rasa kau membutuhkan sesuatu untuk kau peluk dengan erat. Badanku pegal-pegal, karena kau memelukku terlalu erat. Kau juga seenaknya meremas-remas tubuhku setiap hari." Jack memberikan bantal love pada Mika dengan berbisik-bisik di dekat telinga gadis itu.


"Apa? Ah kau ini. Jadi, tidak sukakah kau aku peluk? Benarkah?" ucap Mika tersipu malu lalu memukul-mukul lengan Jack. "Terima kasih." ucapnya lagi.


Jack membuat Mika tertawa lagi. Sambil melangkah ke rak bahan makanan, Mika mengambil beberapa buah-buahan. Dan cemilan. Setelah semua belanjaan masuk ke keranjang, mereka menuju kasir untuk membayar semuanya. Setelah itu mereka langsung menuju rumah Daniel untuk memberi kejutan. Sesampainya di halaman rumah mereka, tampak Liza sedang menemani anak-anaknya bermain di depan rumahnya. Begitu mobil Jack memasuki halaman rumah mereka, Rachel sebagai anak yang paling besar dari ketiga anak-anak itu langsung mengenali bahwa itu adalah mobil paman Jack.

__ADS_1


"Paman Jack dan bibi Mika datang !" serunya.


Adik-adiknya yang penasaran segera ikut mendekatinya dan menunggu paman mereka keluar dari mobil. Boby yang baru saja bisa berjalan, melangkah sedikit demi sedikit ke arah Rachel. Sedangkan Liza yang melihat kedatangan mereka, segera berdiri dan memanggil Daniel yang masih ada di dalam rumah. Tanpa menunggu lama Daniel keluar dan berdiri di tengah pintu. Sudah satu tahun kawannya itu tidak mengunjungi rumah mereka. Sejak terakhir mereka hendak pergi kerumah Brugh, membuat paspor untuk Mika.


"Halo anak-anak, bagaimana kabar kalian semua? " tanya Jack pada anak-anak Daniel. Segera ia di serbu anak-anak itu dengan pelukan dan ciuman.


"Ooh,,apa paman Jack saja yang mendapat pelukan dan ciuman?" tanya Mika pura-pura cemburu.


Anak-anak itupun segera beralih mendekati Mika dan memberikan pelukan serta ciuman mereka untuk sang bibi. Mereka pun tertawa-tawa senang. Jack menggendong Boby yang masih kecil dan mendekati Daniel, diikuti Mika Rachel dan Keanu di belakangnya.


"Apa kabar kawan?" Jack mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Daniel dan Liza.


"Oh lihatlah tamu kita ini sayang, sekarang tampak berbeda dari yang dulu." ucap Daniel menepuk-nepuk punggung Jack.


Ia senang melihat sahabatnya sekarang tampak lebih hidup dan tampak bahagia.


___________________

__ADS_1


__ADS_2