
Keesokan harinya, paket baby box yang mereka beli datang. Segera beberapa pelayan membawanya ke atas dan di letakkan di kamar utama. Mereka menyusun box bongkar pasang dengan sangat teliti. Setelah selesai perakitan, tampaklah keindahan box tersebut. Dengan kayu dan tirai yang berwarna putih bersih, sangat kontras dengan bantalan kasur dan bantalan sisiannya yang berwarna biru muda bercorak bunga biru tua. Mika mencoba menggoyang-goyangkan box itu. Lalu tersenyum bahagia.
"Kau lihat Suin, ini baby box untuk bayiku. Apakah pilihanku bagus?" tanya Mika pada Suin, pelayannya.
"Bagus sekali nyonya, pasti akan sangat cocok untuk bayi kecil tuan dan nyonya." jawab Suin.
Jack keluar dari kamar mandi dengan handuk masih menempel di tubuhnya. Ia menghampiri Mika dan Suin yang tampak seru membicarakan seorang bayi.
"Apa itu box bayiku?" tanya Jack mengagetkan.
Suin terkejut lalu pamit keluar kamar dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap tuannya yang telanjang dada. Setelah Suin menutup pintu, Jack berjongkok dan mencium perut Mika.
__ADS_1
"Bayiku, apa kau senang melihat box cantik yang ibu pilih untukmu?" tanya Jack pada bayinya yang masih di dalam perut.
"Iya ayah, aku sangat suka." jawab Mika mewakilkan.
Mendengar suara Mika yang dibuat-buat seperti anak kecil, Jack mendongakkan kepalanya. "Bayiku ternyata sudah bisa bicara." Lalu ia berdiri untuk mencubit pipi Mika dan kemudian mencium bibir Mika dengan mesra. Tiba-tiba suara nada dering ponsel Jack terdengar sehingga menghentikan aktifitas mereka. Jack mendekati dan mengambil ponselnya. Tampak nomor Daniel menghubunginya. Daniel mengatakan bahwa ia mempunyai sebuah info untuknya. Akhirnya Jack segera menuju kerumah Daniel. Sebelum ia meninggalkan rumah, ia berpesan pada pak Kang dan Sungjae untuk mengawasi Mika.
Sepeninggal Jack, pak Kang dan Sungjae berjaga dengan penuh tanggung jawab. Mereka mengawasi setiap sisi dan sudut rumah dari CCTV. Satu jam setelah berlalu, Mika memanggil Sungjae dan mengatakan padanya bahwa ada seorang sutradara yang menghubunginya untuk menyewa Salonnya sebagai tempat syuting. Dan orang itu ingin bertemu dirinya langsung. Sungjae tidak merasa curiga sedikitpun, karena memang Mika beberapa kali di datangi sutradara terkenal untuk izin syuting di salon tempatnya. Namun ternyata, itu adalah panggilan palsu dari orang suruhan kapten Lucas. Ia benar-benar ingin menculik Mika karena ia butuh sidik jari dan telapak tangannya juga kode angka yang harus ia pecahkan. Sungjae membuka pintu mobil untuk nyonyanya. Saat mobil mereka baru beranjak dari halaman rumah, terdengar suara ban meletus sehingga Sungjae menghentikan mobil tersebut.
Ia memeriksa keadaan sekitarnya apakah ada yang mencurigakan atau tidak. Saat ia melihat mobil hitam yang tampak mencurigakan di belakangnya, ia segera meminta Mika turun dan melarikan Mika kembali masuk ke rumah. Namun belum sempat mereka mencapai teras rumah, seseorang dari mobil hitam di belakang menembak mereka berdua dengan tembakan bius. Sehingga keduanya terkapar di halaman rumah. Dari dalam kamera pengawas, petugas yang melihat kejadian itu langsung menghubungi pengawas yang ada di luar. Namun terlambat. Ketika mereka menghampiri keduanya, Nyonya mereka tidak ada di sana. Hanya ada Sungjae yang masih tergeletak di tanah.
...----------------...
__ADS_1
JEDERRR ! ! suara kilat yang menyambar di pikiran Jack.
Ia mengatakan pada Daniel bahwa mereka menculik Mika. Dan sekarang ia harus segera mengejarnya sebelum mereka membawa Mika pergi jauh. Daniel segera ikut dengan Jack ke dalam mobil. Ia akan membantunya mencari Mika. Dengan laptop yang dibawanya, Daniel melacak lokasi ponsel Mika. Sedangkan Jack terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Di lain tempat, sebuah mobil melewati sebuah jalan yang menuju perbukitan. Seorang wanita hamil di dalamnya dalam keadaan terikat. Ketika sampai di sebuah atas bukit yang sangat sepi dan jarang dilewati, mobil itu berhenti dan bertemu dengan sebuah pesawar helicopter. Dan seorang yang ada di dalamnya memerintah pada pengendara mobil supaya wanita hamil itu segera di pindahkan ke dalam helicopternya. Dengan dibantu beberapa orang bersenjata di dalam helicopter, Mika di pindahkan kedalam dengan mudah.
Daniel menemukan lokasi sinyal dari ponsel Mika yang berhenti di jalan lurus daerah bukit. Jack segera menuju kesana dengan laju mobil yang sangat cepat. Ia tidak peduli lagi walaupun jalanan menanjak dan berliku-liku, ia tetap ngebut. Sampai akhirnya Jack melihat sebuah pesawat helicopter KUH-1 Surion berhenti di bukit itu dan sedang memindahkan seorang wanita hamil yang tampak seperti Mika, ia berusaha secepatnya untuk mendekati pesawat heli itu. Saat mobilnya hampir dekat, helicopter itu mulai memutar baling-balingnya untuk terbang kembali. Jack menghentikan mobilnya dan berlari mendekati helicopter yang mulai melayang meninggalkan landasan.
"MI,,KAAAA,,,, !!" teriak Jack lantang sambil berlari kencang.
Helicopter mulai terbang tinggi, namun Jack tetap mengejarnya. Bahkan ia meraih tiang landasannya dan bergelantungan disana. Ia berusaha naik ke atas helicopter. Tetapi ia ditembaki dari atas oleh penjaga bersenjata sehingga ia oleng dan berusaha menghindari tembakan. Daniel ikut mengejar Jack namun ia dihadang seseorang dan berkelahi dengan pengendara mobil yang pertama membawa Mika. Ia sempat melihat kapten Lucas ada di dalam helicopter tersebut. Tembakan demi tembakan di lontarkan ke arah Jack. Namun pria itu tidak menyerah begitu saja. Ia berayun dan berusaha menggapai pintu heli. Saat penjaga yang duduk di pinggir helicopter melihat tangan Jack yang meraih lantai tempatnya duduk, ia segera menginjak jari tangan Jack yang sebelah kanan. Sehingga pegangan Jack terlepas sebelah. Kini ia hanya berpegangan dengan satu tangan.
Tubuhnya melayang-layang dan berusaha tetap bertahan dengan satu tangan. Saat tangan satunya kembali berusaha meraih lantai dasarnya, penjaga itu menembak kembali dan mengenai lengan Jack yang ia gunakan untuk berpegangan di kaki helicopter. Jack merasakan kesakitan pada lengannya yang mulai mengeluarkan darah. Jack tak menyerah semudah itu, ia kembali berusaha naik dan menarik kaki penjaga yang duduk di pinggir sehingga penjaga itu terjatuh dari atas helicopter. Namun sayang, seorang penjaga lain menembak Jack sekali lagi kemudian menginjak dan menendang-nendang jari tangannya yang ia gunakan untuk berpegangan. Jack jatuh melayang bebas dari helicopter tersebut. Dan menimpa sebuah pohon lalu jatuh lagi ke semak dan berguling-guling di sisi bukit.
__ADS_1
"MIKAAAAA !!" suara Jack menggema di atas bukit beberapa saat.
...----------------...