TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MIKA DAN PERASAANNYA


__ADS_3

Mika menutup teleponnya dengan seseorang ketika melihat mobil yang dipakai J.O untuk menjemputya masuk halaman parkir sekolah dan berhenti di sana. Ia menatap lama ke arah pria yang duduk di dalamnya. Di mata Mika, pria itu sangat istimewa. Dari pertemuan pertamanya, ia begitu terpesona padanya. Sebenarnya, ia begitu mencintainya. Tetapi, ada satu hal yang mengganjal hatinya...


Mika masih menatap J.O dari kelas atas. Pria itu sedang memainkan ponselnya, dan tidak menyadari bahwa sejak tadi ada yang memperhatikannya. Penuh arti.


****


Siang semakin terik. Ketika J.O sedang menunggu Mika di parkiran mobil. Sambil memeriksa ponselnya, tangan satunya ia sandarkan di jendela mobil yang ia biarkan terbuka. Sehingga angin semilir menyibak-nyibak rambutnya. J.O menyandarkan kepalanya pada jok kursi yang ia duduki. Tiba-tiba Mika muncul dan mengagetkannya.


"Hai. Apakah sudah lama menungguku?"


"Tidak. Kelasmu sudah selesai?" tanya J.O balik.


"Ya. Ayo pulang"


Mobil mereka keluar dari halaman sekolah. Bersamaan dengan beberapa mobil jemputan temannya Mika. Sebuah mobil mengiringi mobil Mika dan membuka kaca jendela.


"Hai Mika. Sampai jumpa besok di sekolah !" sapa teman mika sambil tersenyum-senyum menatap J.O.


"Ah? oh iya,,,daah" Mika asal memberi jawaban.


J.O memperhatikan itu. Dan bertanya pada Mika, apa ia sedang ada masalah dengan temannya yang barusan menyapa.


"Kau berteman dengan mereka? Apa sedang ada masalah di antara kalian?" tanya J.O.


"Tidak. Mereka bukan temanku. Mereka seperti itu karena ada kau di sini" jawab Mika tak peduli.


Mika mencoba mengalihkan pembicaraan. Ia meminta J.O berbelok dan mengganti arah jalan yang sedang mereka lewati.


"Ada apa? Kenapa kau meminta belok kemari?" J.O menyelidik.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menghirup udara pantai. Boleh kan?"


"Baiklah.Kalau itu maumu"


*****


Tak berapa lama, mereka pun sampai di sebuah pantai yang bersih dan indah. Dengan penampakan air laut yang berwarna biru dengan sedikit warna kehijauan. J.O berhenti dan memarkirkan mobilnya. Keduanya turun bersamaan. Mika mendekati J.O kemudian menggandeng tangannya. Dan Bergelayut penuh percaya diri di lengan kekar pria itu.


"Apa kau pernah seperti ini bersama teman wanitamu?" tanya Mika menengadahkan kepalanya menatap muka J.O.


"Ya. Dulu"


"Hmm,, apakah dia cantik?" tanya Mika ingin tahu.


"Dia sama cantik sepertimu"


"Apa kalian masih bertemu" tanya Mika lagi.


Mika menggigit bibir bawahnya. Ia begitu menyukai pria yang ada di sisinya. Tapi ia sama sekali tak tahu masa lalu yang kelam dari seorang J.O. Ia lalu berpikir. Apakah ia bisa memilikinya nanti. Apakah J.O juga mencintai dirinya.


****


Mereka duduk di bebatuan besar pinggir pantai. Mika menyandarkan kepalanya ke lengan J.O.


"Apa yang kau lakukan?" J.O merasa risih.


"Ayolah, sebentar saja ya" pinta Mika.


J.O menahan nafasnya sejenak. Lalu ia menghembuskannya dengan pelan. Ia merasa, gadis ini terlalu jauh menaruh perasaan padanya. Sebenarnya ia tidak menginginkan sebuah drama percintaan di sela-sela tugasnya.

__ADS_1


Namun saat ia memperhatikan wajah gadis yang sekarang bersamanya, ia merasa sedikit bahagia. Ia pun berlama-lama menatap ekspresi lucu muka Mika, hingga ia tersenyum sendiri. Lalu menundukkan kepala dan membuang pandangannya ke arah lain.


*****


Beberapa pasangan dan rombongan keluarga terdengar tertawa riang gembira. Tak sedikit pula yang mengambil gambar untuk kenangan. Ada juga yang sedang belajar berselancar. Semua nampak menikmati kebersamaan mereka.


"Apa kau haus? Aku akan membeli minuman sebentar untukmu" ucap J.O sambil berdiri.


Mika mengangguk sambil tersenyum.


Ia memandangi punggung pria yang berlalu dari hadapannya. Mika Menutup mukanya dengan kedua tangan.


"TING ! TING !"


Suara ponsel berdering dari tas yang di gendong Mika. Mika segera mengambilnya dari dalam tas. Ada beberapa pesan yang masuk. Mimik muka gadis itu segera berubah.Menunjukkan bahwa ada sedikit beban yang ia rasakan. J.O sudah kembali dengan dua gelas minuman kopi dingin ditangannya. Ia mengamati muka gadis cantik itu. Sepertinya agak sedikit pucat.


"Apa kau sakit? Ini, minumlah dahulu" J.O mengulurkan gelas kopi untuk Mika.


"Ah? Tidak. Aku tidak apa-apa"


"Serius?"


"Ehem" Mika mengangguk sambil menerima gelas yang di ulurkan J.O.


Mereka menikmati ketenangan yang mereka rasakan ini. Sambil sesekali meneguk kopi dingin yang terasa sangat nikmat dan segar. Ketika hembusan angin semakin kencang, rambut di kening J.O tersibak. Sehingga luka di pelipisnya terlihat oleh Mika.


"Apa itu luka baru?" tanya Mika.


"Luka apa?"

__ADS_1


"Pelipismu berdarah, apakah itu luka baru?" tanya Mika lagi. Ia ingin tahu apa yang terjadi sebelumnya.


******


__ADS_2