TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
SIAPA ORANG ITU?


__ADS_3

Di persimpangan jalan antara kedai "Osroom" dan pusat perbelanjaan "Bongslavia". Seseorang tengah menunggu pertemuan antara dua orang pria yang terjadwal pagi ini di sebuah bar. Orang ini mendengar bosnya yg sedang bercakap-cakap dg orang tersebut melalui telepon, saat ia tak sengaja melewati ruang kerja bosnya tersebut.


Tetapi kedua orang itu belum tampak batang hidungnya.


Beberapa menit kemudian, datanglah sebuah mobil yg di belakangnya di ikuti mobil lain. Mereka turun dan langsung masuk ke dalam bar tersebut. Dialah J.O. Yang menunggu kedatangan mereka berdua sedari tadi. Ia memakai jaket kulit hitam dan topi hitamnya. Kemudian ia turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam bar sepuluh menit setelah mereka.


Ia masuk dan berpura-pura memesan minuman. Matanya menyapu tajam seluruh isi bar. Saat ia sedang serius mengamati suasana. Datanglah padanya beberapa wanita yg menyapanya. Namun ia tetap fokus dan tak menggubris mereka sedikitpun.


Di ruang pertama J.O tidak mendapati mereka. Ia melihat ruangan di lantai atas seperti mencurigakan. Ia pun menuju kesana. Baru saja ia melangkahi beberapa anak tangga, terdengar suara cekikikan dari sebuah ruang kamar pribadi. Dan ada salah satu ruang yg di depannya berdiri beberapa penjaga.


J.O bisa langsung menebak bahwa mereka ada di dalamnya. Ia bergerak maju tetapi seorang penjaga melihat ke arahnya. Ia pun berbelok menuju toilet di ujung ruang itu dan di ikuti dua penjaga yang di depan salah satu kamar tadi. Dua orang penjaga itu masuk toilet dan mengunci pintunya. Lalu mengambil pistol dari balik baju mereka. J.O yang berpura-pura sedang buang air kecil itu pun menyadari hal tersebut dan bersiap-siap mengatasi kedua orang itu. Dia melepas ikat pinggangnya.



Ketika ada kesempatan, segera ia lingkarkan ikat pinggangnya ke leher salah satu orang yg mengikutinya. Tentu saja ada penolakan. J.O mencekik satu dari mereka dan ia gunakan sebagai tameng dari serangan lawan satunya. Karena orang itu menembaki J.O. Ia menendang orang kedua sambil tetap mengekang erat ikat pinggangnya ke leher orang pertama. Dengan ikatan yang kuat akhirnya orang pertama terkulai lemas kehilangan nafasnya. Orang kedua mencoba menembak J.O lagi. Dengan cepat J.O menangkis dan menyepak telapak tangan orang kedua yg memegang pistol.

__ADS_1



Pistol itu pun terlempar jatuh ke kolong washtafle. J.O dan orang yg masih tersisa saling bertatap mata melirik ke arah pistol tersebut. Dan pada hitungan ketiga, keduanya berlari dan melompat berusaha mendapatkan pistol itu terlebih dahulu.


Keduanya beradu di lantai saling memukul, meninju, bergantian saling tumpang tindih. Ketika sedikit dekat dengan posisi pistol, tangan J.O meraih-raihnya namun tak sampai.


Penjahat itu memukul J.O sekali lagi. Dan jatuhlah topi yang di pakainya. Sehingga mukanya terbuka. Namun penjahat itu tak terkejut.Penjahat kedua itu justru mencoba duduk di atas tubuh J.O. Lalu menyomot muka J.O dan mendorongnya menjauhi pistol miliknya. J.O merasa tak mau kalah dari penjahat kedua itu. Ia menendang bokong penjahat itu dengan lututnya sehingga penjahat itu pun tersungkur membentur dinding di depannya.


Saat penjahat itu sedang merasakan pusing di kepalanya, J.O mengambil pistol dan menembaknya.


*****


Kemudian ia pergi ke salah satu washtafle dan mencuci luka-lukanya. Ia mengusap mukanya dengan air ketika terlihat darah mengalir dari pelipisnya yang sedikit sobek.


Tanpa berlama-lama, ia keluar dari toilet. Dan melanjutkan penyelidikannya. Siapa orang yang bertemu dengan ayah Mika sepagi ini, pikirnya. Setelah mencoba mendekati kamar tempat dimana keduanya bertemu, J.O mencoba mengintip dari celah pintu. Mereka nampak sedang membicarakan hal yang penting. Seperti suatu perjanjian, Tetapi J.O tak bisa mendengar semuanya dengan jelas.

__ADS_1


J.O mengintai gerak-gerik mereka lewat teropong kecil. Keduanya terlihat mengobrol santai. Namun ada sedikit keanehan. Orang-orang yang tadi berjaga di depan pintu, sekarang tak muncul lagi. Seorang pria dengan jaket coklat dan topi coklat sedang bersama ayah Mika. J.O ingin tahu siapa orang itu. Sepertinya ia tak begitu asing dengan postur tubuh pria itu.


Di saat J.O sedang berkonsentrasi menunggu orang itu menengok ke arahnya, ponselnya berdering.


Ia segera pergi jauh-jauh dari tempat persembunyiannya itu. Agar penyelidikannya sedari tadi tidak ketahuan dan menuai kegagalan.Ternyata itu telepon dari Mika. Ia bertanya.


"Halo kau ingat akan menjemputku kan?"


"Ah, ya. Aku akan segera menjemputmu. Tunggu aku sebentar."


J.O berpikir sejenak.Ia kembali meneropong.


Mengamati pria yang membuatnya memutar otaknya dengan keras. Kemudian ia pun memutuskan untuk segera pergi keluar dari tempat itu.


******

__ADS_1


__ADS_2