
Mata J.O mengerjap beberapa saat. Ia melihat gadis yang sekarang dicintainya berada di depannya. Gadis ini merasa khawatir pada dirinya. Ia menjatuhkan dirinya duduk di tepian tempat tidurnya.
"Maafkan aku" ucap J.O menarik Mika duduk di pangkuannya.
"Apa kau sedang ada masalah? tanya Mika mengusap pipi J.O dengan kedua tangannya.
"Aku hanya sedikit memikirkan masa laluku."
"Benarkah?"
"Ya. Eem. Kau tampak manis sekali hari ini. Apa itu warna baru?" tanya J.O memberi sedikit perhatiannya.
"Ah? Iya, aku baru mencobanya" ucap Mika senang.
"Itu cocok untukmu" J.O ingin Mika tahu bahwa ia suka warna yang dia pilih.
J.O memandangi gadis manis yang ada di pangkuannya. Dengan lembut ia mengusap bibir Mika. Mika menikmati sentuhan itu. Ia mulai menahan nafas. Kedua tangan J.O berhenti di dada Mika yang terlihat menggoda. Namun ia hanya merapikan baju gadis itu. Lalu mengancingkan kancing baju Mika yang terlalu terbuka.
"Apa kau berpikir aku akan melakukannya lagi?" tanya J.O menggoda Mika.
"Aku,,,,"
"Aku menyayangimu" J.O berbisik di telinga Mika.
Mika menatap pria yang ada di depannya. Mereka tersenyum bersama.
__ADS_1
******
Mereka berdua sedang berada di luar saat ponsel J.O berdering. J.O melirik Mika. Gadis itu sedang memesan makanan.
Ia pun mengangkat telepon dari nomor kemarin.
"Ya? Aku disini"
"Apa kau sedang berkencan dengan kekasihmu "
"Apa urusanmu?" tanya J.O merasa itu bukan urusannya.
"Hmm,,sudah sepuluh tahun kau hidup tanpa wanita. Apa sekarang kau sudah membuka matamu kembali?" tanya orang misterius itu.
"Itu bukan urusanmu" J.O mengulangi perkataannya.
"Beraninya kau !" J.O mulai tak nyaman dengan obrolan di antara mereka.
"Ha ha ha,,, jadi dia itu putri Bong Cheol? Aku yakin kau pasti begitu menikmati tubuh gadis itu. Seperti Bong yang dulu menikmati tubuh istrimu" kata-kata orang misterius di seberang memancing amarah JO.
"Apa maksudmu ! Hentikan ucapanmu atau aku akan membunuhmu" J.O mematikan telepon.
Tetapi ponsel J.O berdering kembali. Ia terpaksa mengangkat telepon itu dan berdiri menjauh karena Mika sudah datang.
"Apa kau belum mengerti juga?"
__ADS_1
"Diam dan jangan pernah hubungi aku lagi"
"Apa kau tidak ingin tahu, siapa saja yang menikmati istrimu??" orang itu semakin membuat J.O menahan amarahnya.
"Aku punya bukti lain tentang hal itu. Lebih mengejutkan dari foto yang aku kirim kemarin"
"Ada bukti lain? Apa kau mempermainkanku !" J.O merasa geram.
"Aku tidak pernah main-main. Jangan lupa. Nanti malam, pukul sepuluh. Kontainer warna Biru. Ada tanda X dan AR di sisinya. Jika ini berhasil, kau akan dapatkan yang kau inginkan" ucap pria misterius bersuara serak.
******
J.O menata perasaannya sebelum ia kembali menghampiri Mika. Makanan yang di pesan tampak sudah ada di meja. Ia duduk dengan perlahan. Mika pun bertanya padanya tentang telepon barusan.
"Sudah selesai mengobrol?"
"Ah? Ya. Sudah. Kenapa belum di makan?"
"Aku sengaja menunggumu"
"Baiklah, ayo kita makan" ajak J.O sambil tersenyum.
Mereka berdua menikmati makanan yang mereka pesan. Hari ini, J.O mengajak Mika jalan-jalan. Kemana pun Mika mau.
Ia membuat gadis itu merasa senang.
__ADS_1
*****