
Jack menatap beberapa tumpukan map di atas meja kaca di kamar Bong. Ia mengambil salah satu map yang terletak di tumpukan paling atas. Saat map di buka, tampak kertas-kertas bercap logo "Bong Cheol Entrepreneur " yang tersusun rapi di dalam sebuah map berwarna merah. Pada kertas itu, tertera bukti sejumlah cek yang dikirim kepada seseorang yang berinisial "LC". Dengan nomor Rekening 661-XXXX-XXXX-7981-2. Di beberapa kertas lainnya pun uang cek dikirim untuk nomor rekening yang sama. Jika dilihat dari tanggal dan keterangan pada pengiriman cek, Jack dapat menyimpulkan bahwa orang yang berinisial "LC" itu menerima sejumlah cek di setiap bulannya. Setelah dia berhasil menyelundupkan dua kali pengiriman kokain dan heroin di lintas negara. Jack menyimpan satu lembar bukti cek itu ke dalam saku pakaiannya karena ia merasa harus mencari tahu siapa pemilik nomor rekening tersebut. Kenapa Bong Cheol rutin mengirim uang padanya. Ada hubungan apa di antara keduanya.
Kemudian ia memeriksa map-map yang lainnya. Dan ternyata isi map yang lain juga sama seperti map yang sebelumnya. Hanya tanggal pengiriman cek yang lebih lama dari yang sebelumnya Jack temukan. Ketika ia hendak mengambil map berwarna hitam yang terletak di tumpukan paling bawah, Mika datang menghampirinya. Dengan gaun pendek warna pastel, Mika tampak cantik sekali. Ia datang untuk mengatakan pada Jack bahwa di dapur ada beberapa pelayan yang sedang berkumpul. Baru saja ia temukan mereka saat Mika hendak membuat makanan untuk makan malam mereka nanti. Mika menggandeng tangan Jack agar pria itu segera mengikutinya. Namun Jack masih penasaran dengan map hitam yang ia lihat di tumpukan pling bawah itu. Saat tangannya meraih map itu, Mika meraih wajah Jack.
"Apa kau akan terus sibuk dengan tumpukan buku yang tidak berguna itu? Ayo ikutlah denganku Jack, di dapur ada beberapa pelayan. Kita bisa bertanya pada mereka." Mika mendekatkan bibirnya.
Namun ia tak melakukan apa-apa. Ia menarik Jack kembali agar mengikutinya ke dapur yang letaknya di lantai bawah. Akhirnya Jack menuruti kemauan Mika untuk mengikutinya segera. Sambil berlalu dari kamar Bong Cheol, dua bola matanya terus menatap ke arah map hitam yang membuatnya begitu penasaran. Hingga ia menutup pintu kamar, barulah pandangannya beralih ke arah lain. Mika dan Jack berjalan menuruni tangga yang panjang sekali. Dari atas sana, bisa mereka lihat betapa luasnya rumah itu. Lampu-lampu gantung dengan kristal-kristal permata biru ( Blue Diamond ) sebagai hiasannya. Kalau di uangkan satu buah kristal permata itu dihargai dengan kisaran 7juta KRW. Harga yang fantastis untuk satu buah permata kecil saja. Belum lagi ada beberapa buah permata yang di menempel di lampu hias itu. Sebuah harga yang fantastis bukan? Hm,, Mari kita tinggalkan soal permata biru itu, dan kembali pada Jack dan Mika.
Pada saat mereka sampai di tangga paling bawah, tampak beberapa pelayan wanita menyambut mereka. Mika mengatakan pada pelayan-pelayannya bahwa sekarang Jack lah yang akan menjadi tuan besar di rumah itu menggantikan ayahnya.
"Beri hormat pada tuan besar kalian yang baru ini. Sekarang, Jack adalah suamiku. Jadi sebagai pengganti ayahku, apapun yang kalian kerjakan, kalian harus melapor padanya. Kalian mengerti?" tanya Mika tegas.
"Mengerti nyonya muda." para pelayan menyahuti pertanyaan Mika dengan serentak.
__ADS_1
"Baiklah, jika kalian sudah paham. Sekarang siapkan makan malam spesial. Aku sudah merasa sangat lapar. Dan tolong bawakan buah-buahan dan shake untukku sekarang. Aku bisa makan buah terlebih dahulu." sambung Mika.
Mika mengajak Jack duduk di sofa besar di ruang santai. Ia menyalakan penghangat ruangan sambil bersandar di tubuh Jack. Ia akan berada di posisi sangat nyaman jika sudah mencium aroma khas tubuh Jack. Ketika ia mengajak bicara suaminya namun pria itu hanya diam, Mika menengadahkan kepalanya menatap Jack dari bawah. Tampak pria yang sedang memeluknya itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Hingga mukanya tampak begitu serius.
"Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Mika.
"Apa? Tidak. Aku sedang tidak memikirkan apapun." Jack mengusap rambut Mika.
Walaupun di ruangan itu sudah ada mesin penghangatnya, namun suhu dingin yang berhembus karena hujan yang lebat mengalahkan penghangat ruangan itu. Mika menarik kepala Jack sehingga Jack harus sedikit menunduk. Gadis itu menutup matanya dan mencium bibir Jack cukup lama. Sehingga mereka tidak menyadari seorang pelayan yang datang untuk membawakan buah-buahan kupas dan meletakkan nampan buah di atas meja. Saat pelayan melihat adegan romantis antara keduanya, pelayan itu menutup matanya dengan kedua buah tangannya. Ia ingin berlari namun takut ketahuan sedang berdiri di belakang tuan dan nyonyanya. Iapun berdiri mematung. Namun pelayan yang belum pernah menikah itu merasa penasaran dengan sebuah ciuman mesra. Iapun mengintip Mika yg sedang menciumi Jack dari celah jari-jarinya. Sampai seorang pelayan lain datang membawa shake untuk mereka. Pelayan itu terkejut dan memekik lirih.
"Ough !" pekik pelayan.
"Sedang apa kalian disana?" tanya Mika melepas ciumannya.
__ADS_1
"Em,,,maafkan kami nyonya, kami hanya membawa buah-buahan dan shake yang anda pesan." jawab pelayan yang membawa minuman.
"Baiklah, letakkan disana dan kalian boleh pergi." ucap Mika beranjak mengambil shake dan buah-buahan pesanannya.
"Baik nyonya." kedua pelayan itu segera pergi.
Jack masih merasa tidak enak pada pelayan-pelayan itu. Pasti mereka melihat adegan ciuman antara dirinya dan nyonya mereka. Walaupun Jack mempunyai kemampuan besar dalam hal itu, namun ia tetap merasa risih apabila ada seseorang yang melihatnya sedang bercumbu. Ia menatap Mika yang biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Gadis nakal ! Pikir Jack dalam hati. Namun, semakin ia menatap gadis itu, semakin tinggi lekukkan bibirnya. Andai saja Mika menoleh, ia akan tahu bahwa Jack sedang memandanginya sambil tersenyum-senyum.
_____________________
Terima kasih masih setia membuka episode ceritanya,,😊
Penulis berusaha yang terbaik untuk para pembacanya,,,❤
__ADS_1