TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
TERPERANGKAP


__ADS_3

J.O naik bus umum menuju kediaman Bong Cheol. Ia memang tinggal disana selama menjadi body guard Mika. Kurang dari satu jam, ia sampai di rumah besar itu. Semua lampu di halaman tampak sudah di matikan. Ia segera kembali menuju ke kamarnya. Ketika ia membuka pintu kamar, betapa terkejutnya ia melihat kekacauan di seluruh isi kamarnya. Semua benda berantakan di sana-sini, isi lemari semuanya keluar. Kaca dan kursi pecah dan patah.



J.O memeriksa tas kopernya, yang ternyata sudah raib dari tempatnya. Ia merasa sangat geram. Ini adalah penyerangan. Siapa yang melakukan semua ini? Apa benar Bong Cheol yang melakukannya? J.O meraih amplop bertali merah dari dalam bajunya. Ia menatap kertas yang ada di tangannya. Sebuah foto segerombolan pria sedang di pinggir pantai. Di balik foto itu ada sebuah pesan dari si pria misterius.


"MEREKA SEMUA ORANG YANG SELAMA INI KAU CARI"


******


J.O mengamati seluruh muka mereka. Tampak satu di antaranya adalah Bong Cheol. Ayah Mika. Dengan kemarahan yang amat sangat, J.O mengepalkan tangannya sampai terlihat urat ototnya.


"Jadi, selama ini kau mengenaliku? Cuih !" J.O meludah karena begitu marahnya.


J.O menyesali dirinya dulu yang tidak bisa mengingat dan mengenali wajah-wajah pria biadap yang menikmati dan mencabik-cabik istrinya. Ia mengutuk dirinya selama ini. Ia menyiapkan pistol yang ada di ikat pinggangnya. Untung saja ia baru pulang dari misinya membawa lari kontainer. Jadi ia masih mempunyai persediaan peluru yang ia simpan di kantung pelurunya.



Bagaimanapun caranya, ia akan mendapatkan kembali tas kopernya yang mereka ambil. Tas koper itu menjadi satu-satunya barang berharga yang ada di hidupnya. Ia tak akan membiarkan koper itu jatuh ke tangan siapapun.


*****


Saat ia melangkah menuju lorong ruangan kamar para anak buah Bong. Seseorang memukul kepalanya dengan balok kayu.

__ADS_1


Sebelum pingsan, samar-samar ia melihat orang berpakaian ninja serba hitam dengan rambut panjang. Beberapa waktu setelah itu, J.O tersadar dari pingsannya. Ia menyadari bahwa kedua tangannya dirantai ke atas. Dengan dada terbuka tanpa bajunya.


ARRGHH !


Suara J.O menggema di ruang yang gelap dan sunyi ketika ia mencoba melepaskan ikatan rantai dari tangannya.


"Kau sudah siuman?" tanya seorang wanita pada J.O.


"Siapa kau?!"


"Habisi dia" perintah wanita itu.


Saat itu J.O juga merasakan beberapa orang mulai memukulinya dengan tongkat besi panjang. Menghantamkan beberapa kali pukulan ke kepalanya dan ke semua bagian tubuhnya. Darah pun mulai mengalir dari kepala dan tubuh J.O.


*****


"Sssshh,,Siapa kau !" J.O bertanya sambil merasakan luka di bibirnya.


Karena orang itu tidak menjawab pertanyaannya, J.O bertanya lagi padanya.


"Apa yang kau mau dariku?" tanya J.O untuk yang kedua kalinya.


Seorang wanita duduk memperhatikan gerakan J.O. Namun Wanita itu masih diam. Setelah ia mendengar ucapan J.O yang kedua, ia pun berdiri mendekati tempat J.O diikat. Dan ketika ia benar-benar berada di depan J.O, orang itu menyentuh bibir dan mengusap wajah J.O. Dengan nafasnya yang terasa hangat, ia menciumi leher J.O sembari mengusapkan tangannya ke dada telanjang pria yang berdiri di depannya. Usapannya terasa begitu liar menjelajahi tubuh J.O.

__ADS_1



J.O melihat sekilas dari sorotan sinar bulan, seorang wanitalah yang berdiri di depannya. Namun ia tak begitu jelas melihat rupanya karena begitu gelapnya ruangan itu.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya J.O menahan nafasnya.


Lagi-lagi wanita itu tak menjawab pertanyaan yang diajukan. Hanya gerakan tangannya yang semakin liar dirasakan oleh J.O.


AAHH !


"Apakah kau,,," J.O merasakan nafas milik Mika.


Sebelum J.O meyelesaikan ucapannya, Mika mencium bibirnya. "AAAH ! UHH !"


"Mika,,,benarkah kau Mika?" tanya J.O ingin tahu.


Wanita itu menghentikan gerakan tangannya. Kesempatan itu digunakan J.O untuk menyerang tubuh wanita di depannya dengan melingkarkan kedua kakinya ke tubuh wanita di depannya.


KREEK ! KREKK !


Rantai yang digunakan untuk mengikat kedua tangan J.O bergerak-gerak karena tidak kuat menahan beban berat J.O yang menggantung karena kedua kakinya melingkar di tubuh wanita itu


Hanya hitungan detik saja, rantai itu putus dan membuat tubuh J.O jatuh menimpa wanita di depannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2