TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
DI BAWAH SINAR BULAN DAN TABURAN BINTANG


__ADS_3

Malam itu, J.O masih memikirkan ucapan seseorang di telepon yang ia terima kemarin. Apakah ia bener-benar harus melakukan apa yang orang misterius itu minta? J.O masih mempertimbangkannya dengan matang. J.O melangkah keluar menuju taman. Dari belakang seseorang memeluknya. Ia segera tahu, siapa orang yang memeluknya itu.


"Apa-apaan kau ini" ucapnya pada Mika.


"Apa kau benar-benar tahu kalau ini aku?" tanya Mika.


"Ya. Siapa lagi yang akan melakukan hal konyol seperti ini kalau bukan kau" jawab J.O.


"Jadi, menurutmu aku ini konyol?" Mika merengut dan melepas pelukannya.


J.O menyadari candaannya yang mungkin berlebihan. Ia berbalik menghadap tubuh Mika. Ia melihat gadis itu menundukkan kepalanya. Dengan lembut ia mengusap pipi gadis itu lalu menengadahkan dagunya. Mata J.O terpaku pada penampakan gadis di depannya. Wajah Mika penuh luka lebam.


"Apa yang terjadi ?" tanya J.O sambil memegangi kepala Mika.


"Katakan padaku. Apa yang terjadi padamu. Siapa yang memukulmu?" tanya J.O marah.


"Aku tidak apa-apa" jawab Mika lirih.


"Tidak apa-apa bagaimana ! Wajahmu penuh luka lebam. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi padamu !" J.O sangat marah.


"Sudahlah. Lupakan soal wajahku ini. Ayo duduk disana. Aku punya tempat yang spesial". ajak Mika sambil menarik tangan J.O.


J.O menarik nafasnya panjang-panjang. Gadis ini, selalu saja begitu. Susah di tebak. Akhirnya J.O tidak melanjutkan marah-marahnya. Ia mengikuti langkah Mika.


******


Mika mengajak J.O ke sebuah kolam kecil di antara hamparan bunga. Ia duduk dan meminta pria itu juga duduk bersamanya.

__ADS_1


"Apa kau sering kemari?" J.O bertanya pada Mika.


"Cukup sering. Setiap aku merasa sangat kesepian, aku datang kemari" Mika sedikit sedih.


"Apa selama ini kau tak memiliki teman mengobrol"


"Ya. Begitulah. Kau tahu? Aku sekarang bahagia, karena kau datang tepat waktu di dalam hidupku"


J.O mengikuti Mika duduk di samping kolam. Kemudian ia meraih punggung Mika agar gadis itu bersandar di dadanya. Mika pun menyandarkan kepalanya ke dada J.O.


"Sebenarnya, baru pertama kali ini aku merasa nyaman bersama sseseorang" Mika mengusap-usap dada J.O.


J.O sebenarnya merasa geli dengan apa yang di lakukan Mika padanya. Ingin sekali ia tertawa. Tetapi ia menahannya. Ia melihat Mika tengah serius mengutarakan perasaanya. Ia tak ingin merusak suasana.


"Tetapi, kenapa di saat aku merasa nyaman. Aku harus melupakan dan merelakan semuanya?" ucap Mika sedikit menangis.


*****


Dihempaskan punggungnya ke belakang dan berbaring di atas rumput bersama Mika. Mereka memandangi bintang yang berkelap-kelip di atas sana. Pemandangan yang sungguh cantik di malam yang sunyi seperti saat ini. Mika memeluk tubuh J.O. Seakan enggan melepaskannya. Pelukan Mika semakin erat.


J.O membiarkan gadis itu melakukannya. Di usap-usapnya rambut Mika sambil memejamkan matanya. Dengan angin yang semilir dan suasana sejuk di tempat itu, tanpa terasa matanya benar-benar mengantuk. Ia pun terlelap. Ia merasakan tubuh Mika bergerak. Ia pun membuka kembali matanya. Di lihatnya Mika duduk menyamping memandangi dirinya yang masih mengantuk.


"Ada apa? Ada yang aneh pada diriku" tanya J.O merasa risih.


"Tidak ada."


"Lalu?" J.O bergerak bangun namun di tahan oleh Mika.

__ADS_1


"Ada apa?"


Mika mendekati J.O dengan mata penuh cinta. Pria itu mengira bahwa gadis itu tidak akan melakukannya. Tetapi apa yang ia kira salah. Gadis itu menciumi leher J.O dan kemudian mendaratkan bibirnya di bibir pria itu. Dengan mata yang terpejam sambil meremas-remas rambut J.O, nafasnya tampak tak beraturan.


HEMMMH !


J.O memejamkan matanya menikmati sentuhan Mika. Di bawah sinar bulan yang temaram dan taburan bintang-bintang, kedua manusia itu meluapkan perasaan cinta yang bergejolak di dalam diri mereka.


*****


"CUIT ! CUIT !" suara kicauan burung-burung terdengar.


J.O memicingkan matanya yang silau terkena sinar matahari yang mulai bersinar pagi ini. Ia menggerakkan tangannya dan melihat Mika ada di sampingnya. Masih terlelap. Dengan perlahan ia duduk dan merapikan pakaiannya. Kemudian ia berusaha membangunkan Mika.


"Mika. Ayo bangun."


"Hemmmhh,,," Mika hanya menggeliat.


"Saatnya pergi ke sekolah" ucap J.O di telinga Mika.


Saat itu juga Mika terbangun. Di pandanginya wajah J.O yang sedang membangunkan dirinya. Ia teringat kelakuannya semalam. Lalu ia segera bangkit.


"Aku mandi dulu" ucap Mika sambil merapikan bajunya.


"Ya. Aku juga akan bersiap-siap."


******

__ADS_1


__ADS_2