
Pukul 03.02
Mika mendengar suara mobil J.O memasuki halaman rumah Liza. Benar saja, ketika mobil itu berhenti tampaklah sedikit penyok di bagian belakangnya. Mika menunggu mereka di depan pintu. Dan menyalakan lampu depan. Saat keduanya masuk ke dalam, Mika segera memeluk J.O. Ia begitu khawatir pada suaminya itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya sambil memeriksa tubuh J.O.
"Ya, aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir"
"Bagaimana aku tidak khawatir? Kau ini" ucapnya memukuli lengan J.O.
"Kita menghabisi tiga orang target hari ini. Kau beristirahatlah Jack. Aku juga akan beristirahat" ucap Daniel sambil berlalu.
J.O duduk di sebuah sofa di ruang tengah rumah Daniel. Ia melepas sarung tangannya lalu sepatunya. Tampak sekali rasa lelah di wajahnya. Mika mendekatinya dan memijit bahunya.
"Apa kau mau mandi air hangat? Kalau iya akan aku siapkan" tanya Mika pada J.O.
"Tidak perlu. Aku mandi air biasa saja" ucap J.O sedikit menguap.
"Kau yakin mau mandi dengan air biasa di cuaca dingin seperti ini?" tanya Mika lagi.
"Tidak apa" ucap J.O melepas baju dan berjalan masuk ke kamar mandi.
"Aku siapkan air hangat dulu. Aku tak bisa membiarkanmu mandi dengan air dingin di cuaca seperti ini" ucap Mika menghalangi langkah J.O.
__ADS_1
"Ya sudah, terserah padamu istriku sayang" ucap J.O mengecup bibir Mika.
Mika segera menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya. Sedangkan J.O mencuci tangannya sebentar lalu masuk ke kamarnya dan berbaring di ranjang. Ia merasakan begitu lelah malam ini. Di tambah amarahnya pada pelaku-pelaku itu. Membuat syaraf otak di kepalanya sedikit tegang. Ia menguap dan tertidur. Setengah jam kemudian, Mika masuk dan mendapati J.O sudah tidur. Ia mengamati muka pria itu yang tampak begitu lelah menanggung beban hidupnya. Sepuluh tahun lebih suaminya menyimpan amarah pada para pelaku pembunuh istrinya. Mika duduk di samping J.O dan mencondongkan tubuhnya di atas dada J.O. Ia bermaksud membangunkan J.O karena air untuk mandi sudah siap. Di usapnya pipi pria itu sambil sedikit di tepuk. Tetapi J.O masih saja terlelap. Kemudian Mika mengusap-usap dada J.O dengan pelan. Lalu tiba-tiba J.O terbangun dan menangkap tangan Mika.
"Apa kau akan terus mengusap dadaku? Itu membuatku geli" ucap J.O membuka matanya.
"Oh? Aku minta maaf, aku hanya ingin membangunkanmu. Air hangat untukmu sudah siap" kata Mika dengan senyuman.
"Aku masih ingin tiduran. Kemarilah sayang" ucap J.O menarik tubuh Mika.
Sambil memejamkan matanya, J.O memeluk tubuh Mika yang berada di atasnya.
"Aku merasa tenang jika bersamamu seperti ini" J.O menghela nafasnya.
"Tidak. Aku hanya beberapa kali meluapkan amarahku saat mengantar mereka ke neraka" tatapan J.O terlihat kosong.
"Jack??" baru pertama kali ini Mika memanggil nama J.O dengan Jack.
J.O melihat wajah Mika. Namun hanya diam.
"Apa aku boleh memanggilmu dengan panggilan itu? Selama ini aku terus saja memanggilmu J.O seperti panggilan pertama kita bertemu" tanya Mika.
"Tentu saja. Kau boleh memanggilku Jack" jawab J.O.
__ADS_1
J.O duduk dan memangku Mika berhadapan dengannya. Ia membuka kancing baju mika satu persatu dan melepaskannya. Tampaklah dada Mika yang terlihat penuh dan berisi. Ia segera membenamkan mukanya kesana
Aaahh...emmmpp...
Mika mulai mendesah dan menjambak rambut J.O. Ia merasa begitu di manjakan oleh sentuhan-sentuhan dari suaminya itu.
_____________________
Pukul 04.45
Mata keduanya belum terpejam. Mereka berbaring dengan tubuh yang basah penuh keringat. J.O masih tampak mengatur nafasnya ketika ia mencoba bangun.
"Sebaiknya segera bersihkan dirimu. Aku mau mandi dulu lalu tidur" ucap J.O pada Mika.
"Tunggu. Akan aku panaskan kembali airnya" ucap Mika segera pergi ke kamar mandi.
J.O mengikuti Mika ke kamar mandi. Ia menunggu Mika memanaskan air untuknya mandi. Setelah air siap, ia segera membersihkan dirinya.
"Apa kau tidak ingin mandi sekalian" tanya J.O dari dalam.
"Aku setelahmu saja sayang" jawab Mika.
Setelah mereka membersihkan diri dan berganti pakaian, J.O kembali berbaring dan tidur. Mika pun mengikutinya. Mereka berdua terlelap dan tidur dengan nyenyak. Tak terasa cahaya masuk ke celah jendela kamar mereka. Tanda bahwa pagi sudah datang. Namun keduanya belum mau bangun.
__ADS_1
______________________