TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
BERMALAM


__ADS_3

Di dalam perjalanan mereka berdua, perasaan was-was selalu hadir di benak J.O. Ia yakin semua kejadian yang ia alami adalah rencana Bong Cheol. Sejak J.O menjadi body guard Mika, sebenarnya Bong Cheol sudah mengenalnya. Ia tahu siapa J.O dan tahu apa rencana J.O datang kepadanya. Ia menyuap beberapa kepala polisi untuk melancarkan pergerakannya dalam menyelundupkan narkoba jenis heroin dan kokain.


Namun, dalam perjalanan bisnisnya, seorang kepala polisi memberitahu bahwa ada seorang letnan marinir yang bisa menjadi ancaman besar bagi bisnisnya. Letnan marinir itu telah beberapa kali menggagalkan aksi penyelundupan. Dan menangkap beberapa penjahat yang ada di daftar pencarian orang. Lalu timbullah pikiran serakah di kepala seorang kepala kepolisian yang memimpin misi anti ******* dan narkotika.


Ia bekerja sama dengan Bong Cheol untuk melenyapkan letnan marinir yang bernama Jack Own ( J.O ) dan istrinya. Mereka membuat sandiwara penculikan keduanya. Mereka sengaja membuat hati J.O hancur dengan menyaksikan pemerkosaan dan pembantaian yang mereka lakukan kepada istri yang sangat dicintainya. Dengan perjanjian bahwa ia akan mendapat banyak uang dan kekayaan dari rencana besar itu, sang kapten menyusun rencana jahatnya. Maka dengan liciknya, ia bersandiwara mengirim J.O yang sedang dalam keterpurukannya kedalam sebuah misi tugasnya untuk menangkap Bong cheol. Alih-alih mendapat tugas, itu adalah bagian sandiwara sang kapten. Yang sebenarnya itu adalah rencananya bersama Bong cheol untuk melenyapkan ancaman terbesar mereka.


******


Mobil J.O berhenti di tengah hutan. Mereka membuang kedua mayat penjahat itu di sana. Setelah semua berhasil mereka lakukan, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju sebuah hotel. Untuk sementara waktu, mereka harus bersembunyi dari Bong Cheol. Dua jam menempuh perjalanan, merekapun sampai di sebuah hotel sederhana. Mereka harus menghemat uang yang mereka punya. Di sebuah kamar kecil dengan satu ranjang, mereka beristirahat. Mika meminta J.O untuk berbaring di ranjang. Namun J.O menolaknya. Mika berusaha merayu J.O agar menurutinya. Ia juga mengatakan, hanya akan memeriksa luka-luka J.O yang diperban. Akhirnya J.O menuruti kemauan Mika. Ia juga merasakan tubuhnya masih sedikit lemah. Ia pun berbaring dan mencoba memejamkan matanya.Mika duduk di pinggir ranjang dan mulai memeriksa luka-luka J.O. Ia melihat ada beberapa luka yang masih mengeluarkan darah. Di antaranya luka tusukan yang dibuatnya. Ia pun memandangi wajah J.O yang tengah terlelap.


"Maafkan aku. Aku tak seharusnya melakukan itu padamu" gumam Mika sedikit murung.


Ia menyelimuti tubuh pria itu. Tampak olehnya wajah J.O yang penuh bekas luka. Ia merasa sangat kasihan pada pria yang tidak sengaja menyimpan sebuah cinta untuknya. Di usapnya wajah penuh luka itu. Ia juga mengusap luka mengering yang ada di bibir J.O. Mika mengingat wajah J.O terakhir sebelum mendapat luka-luka itu. Sangat berbeda meskipun wajah tampan pria itu tidak berubah. "Huffh" Mika menghela nafas. Saat ia merasakan kantuk juga melandanya, naiklah ia ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping J.O. Ia menyandarkan kepalanya di pundak pria itu sambil memeluknya.


******


Malam pun datang dengan semilir angin yang berasa dingin menyusup ke kamar Mika dan J.O. Suasana begitu hening.

__ADS_1


Saat itu Mika yang tidur membelakangi tubuh J.O, tiba-tiba merasakan tubuh J.O bergerak. Ia merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Ia pun membuka mata dan terbangun. Di liriknya jam dinding yang menunjukkan waktu masih pukul 01.56. Mika berbalik mengganti posisi tidurnya menghadap pria yang tidur di belakangnya. Betapa terkejutnya ia ternyata mata J.O terbuka.


"Kau bangun juga?" tanya Mika.


"Hemm" jawab J.O singkat.


Pria itu menatap tajam wajah Mika. Mika mencoba memejamkan matanya dan mencoba tidur kembali dengan menenggelamkan kepalanya di dada J.O. Namun perasaannya tak bisa berbohong. Ia ingin tahu, apakah J.O sudah kembali tidur ataukah belum. Dengan perlahan ia pun membuka matanya kembali. Dan dilihatnya mata J.O masih memandanginya.


"Ada apa? Apa ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" tanya Mika ingin tahu.


"Entahlah. Aku hanya tidak bisa memejamkan mataku lagi"


"Tidak"


Mika memeluk J.O. Dan mengusap-usap punggung pria itu.


"Kau cemas ya. Tenanglah, semua akan baik-baik saja besok" Mika mencoba menenangkan.

__ADS_1


"Semoga begitu" ucap J.O lirih.


Mata J.O masih menolak untuk terpejam. Ada sesuatu yang sedang dirasakannya.


"Mika?" bisik J.O


"Hem?"


"Apa kau benar-benar mencintaiku?" tanya J.O tiba-tiba.


"Kenapa kau tanyakan itu? Kau takut aku melakukan sesuatu padamu lagi?"


"Ya. Aku takut kau akan mencoba membunuhku lagi" bisik J.O.


"Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Karena aku sadar, aku sangat mencintaimu. Aku sangat membutuhkanmu" bisik Mika mendongakkan kepalanya.


J.O menempelkan dagunya ke kepala Mika yang tidur bersandar di dadanya. Ia menghela nafas dan mencoba memejamkan kembali kedua matanya. Desiran angin malam memberikan kesejukan untuk keduanya. Malam pun semakin larut dengan suasana yang sepi. Yang terdengar diluar hanyalah suara binatang malam.

__ADS_1


KUK ! KUK ! KUK ! KUK !


********


__ADS_2