TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MIKA DICULIK


__ADS_3

Malam itu, Mika sedang sendirian di kamar hotelnya. Gadis itu tengah menunggu suaminya pulang. Karena sudah enam jam lebih J.O belum juga pulang. Mika berjalan ke dapur dan mengisi air di panci kecil. Rupanya ia hendak merebus mi instant karena menunggu membuatnya merasa lapar. Ketika ia menyalakan kompor, ada suara mencurigakan di pintu masuk kamarnya.


KREK ! KREKK !


Gagang pintu kamarnya tampak sedang berusaha dibuka oleh seseorang. Ia mengintip di lubang pintu dan melihat seseorang berdiri di balik pintu. Dia bukan Jack. Pikir Mika. Baru saja ia merasa curiga pada orang yang berada di depan pintu kamarnya, giliran jendela di dekat ranjang bergemeretak. Seperti di congkel-congkel seseorang. Mika merasa ini sebuah keganjilan. Ia juga merasakan bahwa dirinya sedang dalam bahaya. Diraihnya ponsel miliknya dan iapun berlari ke dapur untuk mematikan kompor. Ia bersembunyi di kotak lemari kecil yang ada di bawah meja dapur. Sambil terus berusaha menelepon J.O.


"Ayo angkat Jack" gumam Mika cemas.


Mika mengintip dari celah pintu lemari, ia melihat orang yang mencongkel jendela berhasil masuk kedalam. Pakaiannya serba hitam dan membawa senapan. Ia juga mendengar pintu kamarnya di dobrak keras. Mika semakin takut, nafasnya pun terdengar semakin terengah-engah. Matanya melebar memandang keluar celah pintu lemari tempat persembunyiannya. Ketika nampak olehnya dua orang bersenjata mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam kamarnya, Mika menutup pintu lemari dengan pelan. Ia terlalu takut untuk mengintip keluar lagi.


________________


TUK ! TUK !


Terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati tempat dimana dirinya bersembunyi. Keringat dingin mulai keluar dari kening Mika. Ia tak bisa membayangkan, apabila dia tertangkap oleh dua orang itu. Suara barang-barang yang di lempar terdengar di kesunyian malam. Suara sepatu orang itu semakin dekat dengan lemari yang digunakan Mika untuk bersembunyi.


Dengan cepat Mika mengetik pesan untuk J.O.


"Aku sedang dalam bahaya. Ada dua orang datang kemari membawa senapan. Aku takut, Jack."


Baru saja Mika menyelesaikan pesannya dan hendak mengirimkannya ke nomor J.O, seseorang membuka pintu lemari kecil tempatnya bersembunyi. Orang itu memaksa Mika untuk ikut dengannya.


"Aaaaahh ! Lepaskan aku ! Lepaskan !" teriak Mika histeris sambil menendang-nendang orang yang menariknya dari dalam lemari.

__ADS_1


Orang itu menyeret Mika keluar dengan kasar. Ia juga menjambak rambut Mika. Mika menjerit-jerit sambil menangis.


"Kita hanya dapatkan kekasihnya. Karena dia tidak ada disini."


Orang itu berbicara pada seseorang di telepon. Kemudian menutupnya dan kembali menyeret Mika dengan kuat. Satu orang lainnya masih mengobrak-abrik dalam ruang.


"Kita tidak menemukan apa-apa disini. Kita pergi saja" ucap orang yang satunya.


Orang yang menjambak rambut Mika menggendong Mika di pundaknya. Namun Mika melawan sehingga ponselnya terlempar terjatuh di lantai. Karena mendapatkan perlawanan dari gadis itu, orang yang menggendong Mika menjatuhkannya di lantai dan menampar keras kepala Mika dengan senapannya sehingga gadis itu pingsan seketika. Dengan cepat kedua orang itu pergi membawa kabur Mika.


________________________


J.O sampai di hotel pukul 23.45.


Ia merasa ingin segera bertemu Mika, istrinya.


"Sialan !" gumamnya.


J.O berlari menuruni tangga menuju lantai bawah. Ia bertemu tetangga kamar sebelah. Iapun bertanya padanya.


"Apa kau melihat seorang wanita di bawa pergi seseorang?" tanya J.O.


"Iya, mereka hampir menembakku" jawab wanita tua tetangga kamarnya.

__ADS_1


"Kau tau bagaimana cirinya?"


"Tidak. Mereka memakai sarung kepala. Tetapi aku mengintip dan mengingat plat mobil mereka. Kalau tidak salah NA 02947"


"Kau yakin?"


"Aku yakin"


"Baiklah, terima kasih banyak nyonya"


J.O mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju bantuan terdekat, yaitu kantor polisi. Ia hendak meminta tolong untuk melacak posisi mobil dengan plat nomor kendaraan NA 02947. Ia pun sampai di kantor polisi dan langsung mengutarakan niatnya.


"Maaf pak polisi, boleh aku sedikit meminta bantuan?"


"Oh ? Apa yang bisa kami bantu tuan?" seorang petugas komputer bertanya.


"Bisakah kau melacak nomor kendaraan seseorang untukku?"


"Nomor kendaraan? Aku rasa itu sulit. Kau mau gunakan untuk apa dulu?"


"Ah,,aku mencari istriku yang baru pulang dari Jerman. Dia bilang akan menemuiku sore tadi. Tapi sampai sekarang dia belum juga kembali. Dia belum begitu mengenal tempat ini. Aku takut dia salah jalan karena baru tiba disini sehari yang lalu."


"Baiklah, aku coba dulu ya tuan" jawab polisi.

__ADS_1


Setelah menunggu lumayan lama, mereka mendapatkan posisi mobil itu. Kendaraan dengan Plat nomor NA 02947. Terlihat terakhir kalinya ada di Gwangjin. J.O meminta detile dan semua keterangan tempat di Gwangjin. Lalu segera ia pergi mencari tempat itu untuk menyusul Mika.


______________________


__ADS_2