
Melihat Mika menangis dan seperti ragu-ragu untuk melompat ke arahnya, J.O kembali menyusul Mika. Walaupun dadanya terasa sakit, ia melompati gedung-gedung sebalah yang sejajar untuk menuju gedung tinggi tempat Mika berdiri dengan begitu cepat karena tidak ingin Mika tertinggal dan tertangkap kembali oleh musuh. J.O meraih dinding pembatas gedung lalu mulai mengangkat tubuhnya naik ke atas. Namun ketika ia sampai di atas gedung tempat Mika berada, ia begitu tercengang. Karena di tempat itu, Baek Song dan anak buahnya sudah menunggu dirinya dengan menyekap Mika. Bong Cheol juga tampak disana dan duduk santai melipat kaki di sebuah kursi lipat sambil merokok.
"Apa kau mencari sesuatu yang tertinggal?" tanya Bong Cheol.
"A,,apa yang kau lakukan pada putrimu sendiri?" tanya J.O pada Bong.
"Menurutmu apa yang akan aku lakukan?" tanya Bong balik sambil memberi tanda pada Baek Song.
Melihat kode yang diberikan bos besarnya, Baek Song segera menempelkan pisau ke leher Mika.
"Apa kau ingin wanita ini selamat?" ucap Baek menekankan pisau sehingga Mika kesakitan.
"Aaaaahh" pekik Mika.
"Apa yang kau lakukan ! Lepaskan dia !" J.O berteriak dan hendak menembak.
Baek kembali menekankan pisau, kali ini ke arah perut Mika.
"Tunggu dulu. Jika kau ingin Mika dan bayinya selamat, letakkan semua senjatamu di lantai !" perintah Baek Song mengancam.
__ADS_1
Tentu saja J.O terkejut mendengar ucapan Baek. Bibirnya bergerak-gerak menatap perut Mika.
"Apa kau terkejut? Jadi kekasihmu ini belum memberitahukan soal kehamilannya padamu?" Baek menguji mental J.O.
"Katakanlah padanya, apa itu benar" Baek menyuruh Mika mengatakan kebenarannya. Namun Mika hanya menangis.
"Apa,,apa yang dia katakan itu benar Mika ? Katakan padaku semuanya !" suara J.O bergetar.
Namun Mika hanya diam dan terus menangis. Hal itu membuat J.O semakin kacau.
"Katakan padaku Mika ! hh,, hh,, Apa benar kau sedang mengandung? A,,apakah itu bayiku ?" tanya J.O dengan suara parau.
PROK ! PROK ! PROK !
Bong Cheol bertepuk tangan menyaksikan adegan percintaan kedua kekasih yang mulai timbul ketidak jujuran.
"Bagus,,bagus,,, Sekarang kekasihmu sudah mulai tidak jujur padamu. Apa kau masih ingin memperjuangkannya?" tanya Bong pada J.O.
J.O terlihat lemas dan meneteskan air mata. Ia tidak percaya, Mika menyembunyikan kehamilannya darinya. J.O menjadi lemah. Ia teringat terakhir kali ia bersama Minami, wanita itu juga sedang mengandung bayinya. Namun ia tak bisa menyelamatkannya dari kebiadaban musuhnya. Jiwa dan pikiran J.O seketika terguncang. Tubuhnya bergetar hebat karenanya.
__ADS_1
"Letakkan semua senjatamu Jack. Atau kau akan kembali melihat kejadian dua belas tahun yang lalu. Jangan anggap bahwa kau saja yang bisa menghabisi teman-teman kami. Kami pun bisa menghabisimu ataupun kekasihmu ini " ucap Baek Song sambil menekan pisau ke perut Mika.
"Aaaahh !!! hah,,hahh,,,lepaskan aku,,,aku mohon" suara Mika memelas.
J.O menatap Mika sayu. Ia tidak mampu melihat Mika kesakitan dan disakiti. Apalagi di perut Mika sekarang ada bayinya. Ia rela menanggung apapun untuk keselamatan wanita yang telah singgah di hatinya tersebut. Akhirnya dengan berat hati, ia meletakkan semua senjatanya ke lantai. Kecuali Yanagibanya, karena kebetulan J.O lupa. Setelah semua senjata J.O berada di lantai, anak buah Song mengambilnya. Lalu Bong mendekatinya dan tanpa sepengetahuan J.O, Bong menerima sebuah tongkat besi dari seseorang yang berdiri di belakang J.O. Dengan sekuat tenaga, Bong memukul kaki J.O tepat di tulang keringnya. Sehingga J.O merasa sangat kesakitan.
"Aaaaaaaaarrrgghhh !! Ah,,hah,,hah !" suara teriakan J.O terdengar memilukan.
Berulang kali, Bong memukul pundak J.O dan punggung pria yang menjadi ayah bagi bayi yang di kandung putrinya.
Sekali lagi, Bong memukul betis dan tulang kering kaki J.O. Ia begitu bersemangat menyiksa pria itu sehingga terdengar teriakan-teriakan memilukan dari mulut J.O.
"Ayaaaahh, hentikaaaaann !!" teriak Mika.
Namun Bong terus memukuli tubuh J.O sehingga tubuhnya tersayat-sayat dan mengeluarkan darah. Ketika J.O mulai terkapar di lantai, pria itu berusaha bangkit dan mendekati Mika dengan menyeret tubuhnya perlahan karena mengalami luka parah. Namun tanpa diduga, ketika J.O sudah dekat dengan Mika, Bong memukulnya lagi di bagian kepalanya sehingga ia kembali terkapar. Seketika darah segar mengalir dari hidung dan bibirnya. Mata J.O berlinang air mata memandangi Mika. Tangannya pun berusaha meraih kaki Mika. Dengan tangan yang gemetaran, ia mengulurkan tangannya. Tetapi belum juga tangannya sampai menyentuh Mika, J.O sudah tak sadarkan diri. Mika langsung histeris memanggil-manggil J.O.
"Jaaaaaaackk ! Bangunlah. Jangan tinggalkan aku" Mika histeris.
Walaupun Mika berteriak memanggilnya, J.O tidak mendengarnya. Pria itu diam tak bergerak sedikitpun. Mika semakin histeris. Tubuhnya meronta-ronta momohon untuk dilepaskan. Semakin di larang mendekat, Mika semakin meronta untuk melepaskan diri.
__ADS_1
______________________________