TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
SEJUJURNYA


__ADS_3

KRUCUK ! KRUCUK !


Suara aliran air di sungai besar. Disanalah Yin biasa mencuci bajunya. Sungai yang tepiannya terdapat batuan besar dan mendapat kiriman air dari air terjun dekat taman Beihai. Sambil bersenandung, Yin berjalan menyusuri jalanan setapak yang sedikit menurun. Ketika sampai di sungai, ia melihat seseorang tengah berenang disana. Ia dapat mengenali orang itu. Yin pun bersembunyi di balik batu namun ada batu kecil yang tersenggol kakinya sehingga batu itu tergelincir menabrak batu lain sehingga mengeluarkan bunyi gemerutuk dan akhirnya masuk ke sungai.


Jack menoleh ke asal suara karena ia merasa ada orang yang datang. Namun setelah ia melihat ke belakang, tidak ada seorang pun disana. .



Karena Jack merasa benar-benar tidak ada orang yang datang ke tempat itu, ia kembali melanjutkan berenang disana. Entah mengapa selama di Beijing-Tiongkok, Jack merasa gerah dan selalu kepanasan. Saat ia berenang, Yin mengamatinya dari balik batu. Ia tersenyum-senyum sendiri sambil mencubit-cubit bibirnya tanpa ia sadari. Semalam ia bermimpi, ia tengah berciuman dengan Jack di pinggir kolam hingga melakukan itu dengannya. Jantung Yin berdebar kencang. Lalu di saat tubuh Yin merosot hingga duduk di balik bebatuannya, Jack melihat ada suatu benda berwarna biru muda yang bergerak-gerak di balik batu besar itu. Karena merasa curiga, Jack segera mendekatinya dengan perlahan.


Dengan celana yang masih basah, ia mendekati batu besar di depannya. Jack merasa yakin bahwa ada seseorang tengah mengintipnya. Dengan cepat Jack melompat berbalik dan menekan leher orang di balik batu tersebut. Tetapi ia sangat terkejut ketika mendapati Mika yang ada di sana.


"Aahh,," suara Yin kesakitan karena lehernya ditekan Jack.


"Sedang apa kau disini? Apa kau sengaja mengintipku?" tanya Jack akhirnya.


"Ti,,tidak." ucap Yin tergagap.


"Kalau begitu sedang apa kau disini, hmm?" tanya Jack mendekatkan mukanya.


"Aku,,,emm,,aku,,"


Ketika Jack semakin mendekatkan bibirnya, Yin menahan tubuh Jack dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepala. "Aku hanya mau mencuci pakaian, tetapi kau ada disana. Jadi aku menunggumu sampai selesai."

__ADS_1


"Benarkah?"


Jack duduk di sebelah kanan Yin dan menyingkirkan tangannya dari leher wanita itu. Ia melirik ke arah Yin sambil melipat kedua lututnya. Ketika ia melihat wanita itu berdiri dan hendak pergi meninggalkannya, tangan kirinya meraih tangan kanan Yin dan menggenggamnya dengan erat. Lalu Jack juga berdiri di depan wanita itu. Yin terkejut saat Jack menahan tangannya agar tidak pergi.


"Apa kau akan terus menghindar dariku Mika?"


"Apa? Siapa?"


"Kau. Kau adalah istriku yang bernama Mika."


"Apaa !?" Yin tersentak kaget.


"Ya. Apa kau tidak ingat sedikitpun tentangku?"


"Apa kau lupa, perjuangan kita selama ini? Lihat ini. Apa kau lupa? Ini kenang-kenangan yang kau ciptakan untukku." ucap Jack dengan pelan sambil menunjukkan luka bekas jahitan di perutnya.


"Apa? Aku ?" Yin melihat perut Jack yang mempunyai bekas luka tusukan.


"Benar sayang, kita berjuang bersama-sama. Dan aku kemari untuk mencarimu, aku ingin memberiahu kepadamu bahwa tugasku sudah selesai. Semuanya sudah aman karena Lucas sudah di jebloskan kedalam penjara. Dan kita akan hidup bersama lagi dengan damai." ucap Jack mendekap tubuh Mika dengan gemetaran.


"Lepaskan aku !" Yin menampar Jack dengan keras.


"Apa kau juga tidak ingat dengan bulan madu kita? Kenapa kau sedikitpun tak mengingat kenangan bersamaku. Sudah lima bulan lebih aku disini mencoba membuatmu mengingat kenangan kita. Mika sayang, ayo pulanglah bersamaku. Tolong ingatlah sesuatu untukku."

__ADS_1


"Maafkan aku. Tapi aku tidak akan mengingat sesuatu tentangmu. Karena kita memang tidak pernah bersama."


Jack berusaha meyakinkan Mika dengan menunjukkan foto-foto yang ada di ponselnya. Foto-foto mesra antara keduanya. Untuk sejenak Yin terdiam. Ia sangat terkejut, melihat wanita yang bersama Jack benar-benar mirip seperti dirinya. Bahkan saat melihat foto mereka di atas gedung hotel yang ada di dekat pantai Haeundae-Busan, itu persis seperti yang ada di dalam mimpinya selama ini. Saat ia berdiri dalam pelukan seseorang sembari menatap kembang api di malam yang indah. Kemudian ia berciuman dengan pria yang wajahnya tidak terlihat jelas. Semua persis sama dengan foto yang ada di ponsel Jack. Seketika kepala Yin merasa pusing tuju keliling.


"Aku bukan dia. Jadi jangan memaksakan dirimu untuk menungguku." ucap Yin memegangi kepalanya.


"Sayang, kau tahu aku tidak bisa hidup tanpamu." mata Jack berlinang air mata. Ia mendekap erat tubuh Yin. Nafasnya tidak teratur dan semakin sesak.


Yin menolak tubuh Jack namun pria itu tetap memeluk Yin dengan eratnya. Ia sudah tidak peduli lagi apa yang akan dikatakan Yin padanya. Ia tidak bisa membendung kerinduan yang ada di dalam hatinya terlalu lama. Didorongnya Yin ke batu besar di belakangnya dengan pelan. Jack mencium wanita itu seperti seseorang yang begitu kehausan dan ingin segera melepas rasa dahaganya. Ia menikmati setiap sentuhan lidah Yin. Tak butuh waktu lama, wanita itu mulai terbawa suasana. Ia menghisap kuat dan bahkan sesekali menggigit lidah Jack.


"Hemmpp,,," suara ciuman mereka semakin keras dan penuh nafsu.


Tubuh Yin merasakan ada sesuatu yang tidak bisa menolak semua sentuhan Jack. Tangannya pun mulai meraba dada Jack hingga ke pinggul bawah pria yang ada di depannya. Namun saat ia tersadar, Ia segera mendorong Jack agar menjauhi dirinya. "Aku bukan Mika. Jadi lupakan saja." ucap Yin tersengal-sengal. Lalu ia melempar jauh ponsel Jack hingga jatuh ke sungai.


"Jangan !!"" teriak Jack. Melihat Yin melempar ponsel yang berisikan kenangan-kenangan indah bersama Mika ke sungai, Jack segera melompat ke air untuk mengambil ponselnya. Yin berdiri mamatung melihat Jack melompat ke air. Tiba-tiba saja ia melihat gambaran saat mereka melarikan diri dari Bong Cheol. Dimana Jack melompat dari gedung satu ke gedung lainnya untuk mendekatinya kembali saat dirinya tidak berani melompat. Mata Yin terbelalak, ia masih bingung dengan apa yang baru saja melintas di benaknya. Namun ia melihat Jack ada di dalam ingatan itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Yin berteriak sambil memegangi kepalanya. Ia berlari menjauh kembali ke kuil tempatnya tinggal selama ini. Ia masuk kamar dan menangis sesenggukan. Berusaha memikirkan apa yang ada di kehidupan lalunya. Dan mencoba memikirkan apa yang di lakukan Jack tadi. Pria itu benar-benar melakukan tindakan yang nekat.



Entah mengapa tiba-tiba saja Yin begitu sedih dan menyesal telah melempar ponsel Jack ke sungai. Kini ia merasa khawatir pada Jack.


💧💧💧

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2