TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
INGATAN MULAI KEMBALI


__ADS_3

Dengan perlahan Jack mengajak Yin agar duduk disisinya. Walaupun tampak ada sedikit rasa kekhawatiran di muka Yin kalau-kalau ia menyerang lagi, Yin menuruti keinginannya juga. Jack meraih tangan Yin dan mengucapkan bahwa ia mencintainya.


"Aku mencintaimu Yin. Sebelum kau menjelma menjadi Yin pun, aku sudah mencintaimu sebagai Mika istriku." Jack memandangi wajah Yin. "Lihatlah, ini foto saat kita mengucap janji di depan pendeta." ungkap Jack lagi.


Yin mengedipkan matanya sambil memilin-milin pinggiran bajunya. Ia sedikit percaya mengenai kata-kata Jack. Karena beberapa malam ini, ia selalu melihat mimpi itu dan sekarang wajah pria yang ada bersamanya sudah jelas terlihat. Yaitu wajah Jacklah yang selalu muncul di depan matanya. Ia juga melihat dalam mimpinya saat Jack terikat besi sedangkan ia sendiri menjadi penjahatnya. Lalu ia juga melihat saat ia menusukkan pisau ke perutnya. Yin kembali menatap Jack.


"Apa itu benar? Aku yang menusukmu?" tanya Yin kemudian.


"Apa? ah,,ini? Hh,,waktu itu kau salah memilih jalan sehingga tega menusukku." ucap Jack.


"Apa itu sakit?"


"Sakit? Tentu saja. Tapi itu bukan yang pertama kalinya untukku. Jadi aku bisa bertahan hidup." jawab Jack.


"Maafkan aku." ucap Yin.


Apa !? Jack terbelalak mendengar kata-kata Yin yang baru saja keluar dari mulutnya. Apakah ia sudah mengingatnya? Kenapa dia seolah-olah mengakui bahwa ia memang melakukannya. Jika itu benar, pasti ada sedikit ingatan yang ia ingat. Pikir Jack merasa mempunyai harapan.


"Apa kau mengingatnya?" Jack menggenggam tangan Yin semakin erat. Matanya tampak berlinang air mata. "Benarkah itu sayang?" Jack tersenyum bahagia.


Yin menganggukkan kepala sambil menggigit bibir bawahnya. "Sedikit." ucapnya. "Aku bermimpi. Kau ada di dalam mimpiku." sambung Yin disambut dengan pelukan dari Jack.


"Aku senang mendengarnya sayang. Tidak apa, ingatlah sedikit demi sedikit. Aku akan menunggumu mengingat semuanya." Jack meraba rambut Yin.

__ADS_1


Kemudian Jack mengingat bahwa ia mengantongi kotak perhiasan yang akan ia berikan pada Yin. Mungkin inilah saat yang tepat. Ia mengeluarkan kotak berwarna hitam dari saku celananya lalu diambilnya sebuah cincin dari tempatnya.


"Lima tahun yang lalu, aku mencintai seorang wanita. Dimana begitu banyak ujian dan cobaan yang ku hadapi. Dan aku tetap mencintainya hingga kini, walau jarak memisahkan." ucap Jack memandangi Yin. Ia mengatakan hal yang membuat Yin terpana. "Namun walau jarak itu tercipta, aku tetap mencintainya. Dan malam ini aku akan kembali melamarnya." sambung Jack.


"Apa kau mau menjadi istriku?" tanya Jack mengukurkan cincin itu pada Yin.


"Aku,,,masih bingung."


Melihat Yin masih ragu, Jack menghela nafas. "Baiklah, tak apa. Aku akan memberimu waktu satu malam untuk berpikir. Aku akan menanyakan lagi padamu besok. Jika kau menerimaku kembali menjadi suamimu, pakailah cincin itu. Sehingga aku akan mengetahui jawabanmu." ucapnya sambil berdiri. "Kalau begitu, aku pergi dulu." Jack memberikan kotak itu pada Yin kemudian ia melangkah keluar dari kamar.


...----------------...


Jack melangkah keluar kuil dan berdiri di sisi rumah. Ia berdiri sambil memandangi rembulan yang bersinar terang. Lalu dari kejauhan, ia melihat kakak Liu dan Leen sedang berpelukan. Jack pikir mereka adalah sepasang kekasih, namun yang sebenarnya mereka adalah kakak beradik asli. Leen sebenarnya menyukai Jack sejak ia melihatnya berdiri di depan sebuah penginapan saat ia hendak menghajar dua pengawal kapten Lucas. Leen juga melihat bagaimana Jack berkelahi dengan penjahat-penjahat itu. Dan ketika Jack datang ke kuil Leen semakin menyukainya. Namun setelah ia tahu bahwa ternyata pria itu adalah suami Yin, hatinya merasa sakit setiap melihat kebersamaaan mereka. Walaupun dilain sisi ia juga bahagia mendapati saudarinya telah bertemu kembali dengan orang yang mencintainya.


"Sudah adikku. Kau harus berbesar hati melihat mereka bahagia. Kau tahu sendiri, bagaimana Jack berjuang untuk Yin. Mereka juga tampak benar-benar saling mencintai sebelum Yin datang pada kita." ucap kakak Liu menepuk-nepuk pundak Leen.



Leen tahu semua tentang itu. Dan ia juga telah berbesar hati melihat kebersamaan mereka. Ia hanya merasa sedih karena setiap ia menyukai seseorang, orang itu justru mencintai wanita lain.


"Aku mengerti, kakak. Aku juga bahagia melihat Yin telah menemukan kembali suaminya. hik hik" ucap Leen sambil tetap sedih.


"Sudahlah dik, kita ditakdirkan untuk mendampingi dan melayani biksu Cheng. Jadi jangan bersedih lagi hanya karena kau mencintai seseorang."

__ADS_1


"Baiklah."


Tepat setelah ucapan kakak Liu berakhir, Leen melihat Jack sedang berdiri menatap langit. Dari pantulan cahaya bulan, ia melihat pria itu begitu tampan.


...----------------...


Pagi datang dengan suara kokokan ayam jantan yang menggema di seluruh wilayah kuil. Yin bangun kerena ia bermimpi lagi tentang Jack. Dengan perlahan ia bangkit untuk membuka jendela. Kemudian ia menuang air dari teko yang terbuat dari tanah liat ke gelas kecil lalu meminumnya perlahan. Di tatapnya Annchi yang masih tidur dengan pulas. Ia bergegas pergi mandi. Tak berapa lama kemudian ia sudah kembali dengan pakaian lengkap dan langsung pergi ke dapur. Ia melihat Leen sudah berada di sana dan tengah menyiapkan sarapan pagi.


"Apa yang akan kita masak untuk sarapan kaki ini kakak?" tanya Yin pada Leen yang sedang meniup tungku.


"Aku sedang menanak nasi Yin. Kemarin Jack membelikan beberapa kaleng udang berbumbu. Aku akan memanasinya." Leen kembali meniup tungku.


"Baiklah, aku bantu membuka kalengnya."


Untuk sesaat mereka diam. Hingga Leen bertanya sesuatu pada Yin. "Yin, apa kau sudah mengingat semua tentang Jack?" tanya Leen.


Yin menoleh ke arah Leen. "Ah? Aku rasa aku sudah mulai mengingatnya. Dia selalu hadir di mimpiku malam-malam ini."


"Baguslah kalau begitu."


Yin membuka 5kaleng udang berbumbu. Dan mencuci sayur sawi hijau. Setelah beberapa menit kemudian masakan sudah matang, mereka berdua pun mulai menyiapkan mangkuk dan piring. Dan menatanya di meja-meja makan tempat para biksu menikmati sarapannya. Tampak beberapa biksu sudah berkumpul dan ada pula yang masih mengerjakan tugas paginya. Kakak Liu dan kakak Kim juga belum pulang dari kebun. Mereka hendak memetik ubi dan lobak. Baru setelah keduanya sudah kembali dari kebun, mereka semua menikmati sarapan bersama-sama. Seketika Yin celingak-celinguk mencari keberadaan Jack. Hanya pria itu yang tidak nampak di ruang tersebut. Kemanakah dia? Pikir Yin.


"Hmm,,kenapa aku jadi merindukan dia?" ucap Yin di dalam hati. Ia mulai merasa kehilangan sosok pria itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2