
Mika terkejut. Karena ia diculik oleh anak buah yang diperintah oleh ayahnya sendiri. Ia memohon pada ayahnya agar melepaskan J.O dari masalah yang sejak awal diciptakan ayahnya.
"Aku tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua" ucap Mika.
"Tahu apa kau tentang kami berdua"
"Ayah beramai-ramai memperkosa istrinya, kemudian dengan keji kalian semua membunuh wanita itu di hadapan Jack"
Bong Cheol menampar pipi putrinya dengan keras.
"Kepalamu pasti sudah dirasuki pikiran jahat Jack"
"Ayah yang jahat ! Ayah tahu seberapa pentingnya seorang istri baginya"
"Memangnya seberapa penting seorang wanita baginya?" Bong Cheol balik bertanya.
"Jika dia mencintai seseorang, dia akan melakukan apapun untuk orang itu" jawab Mika sangat kesal pada ayahnya.
"Kalau begitu, dia juga akan melakukan segalanya untukmu, bukan?" Bong Cheol memegangi dagu putrinya.
Mika merasa bersalah telah mengucapkan hal itu. Ia tahu, ayahnya begitu picik. Ia akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya.
"Jangan ayah. Jangan lakukan apapun padanya. Aku sangat mencintainya" ucap Mika memegangi tangan ayahnya.
"Sia-sia aku membesarkanmu dengan fasilatas terbaik, jika akhirnya kau jatuh di pelukan orang sepertinya. Aku harus menghabisinya"
__ADS_1
"Aku mohon ayah. Jangan bunuh dia. Dia ayah dari bayi yang aku kandung saat ini" Mika bersujud dan memohon pada ayahnya.
Bong Cheol menatap perut Mika dengan tatapan sangat murka. Ia melemparkan vas yang ada di atas meja ke arah Mika. Beruntungnya vas itu tidak mengenai kepala Mika.
"Kurang ajar ! Berani sekali dia menghamilimu !" ucap Bong Cheol menjambak rambut Mika.
PRAANNKK !
Bong Cheol mengamuk membuang semua barang yang ada di atas mejanya. Ia juga memecahkan beberapa hiasan kaca dalam rak di samping tempat duduk Mika. Lalu dia memanggil orang kepercayaannya.
"Baek Song ! Kunci dia di kamarnya !"
"Baik tuan"
______________________
"Bos, Jack sudah sampai di bawah."
"Habisi dia"
"Baik. Dengan senang hati" jawab Baek Song.
Baek Song berjalan ke luar sambil memanggil kawan-kawannya. Ia menyuruh mereka bersiaga dan siapapun yang berhasil membunuh J.O akan mendapatkan bonus.
"Siapapun kalian yang berhasil membunuh Jack Own, akan aku beri bonus istimewa. Mengerti ?"
__ADS_1
"Kami mengerti"
Mereka mengisi posisi di masing-masing ruangan untuk menghadang kedatangan J.O yang tengah mengamati suasana di depan sebuah gedung.
_____________________
J.O mengamati suasana sekitarnya yang tampak mencurigakan. Ia menggenggam erat senapannya. Dan bersiap menembak jika ada serangan dari musuh. Ia menapaki tangga satu demi satu.
Di bukanya pintu besar utama dengan perlahan. Baru saja ia melongokkan kepalanya sedikit ke dalam, ada sebuah tembakan yang menyerangnya dari dalam. Kemudian disusul tembakan beruntun dari atas gedung samping. J.O menghindar dan bersembunyi. Matanya mengamati keadaan sekitar yang tak satupun orang terlihat melintas. Ia bergeser sedikit demi sedikit dengan punggung yang tetap menempel di tembok. Lalu dengan gerakan cepat ia masuk ke dalam ruangan pertama. Tampak beberapa orang bersembunyi di balik dinding dan mencoba menembaki dirinya. Iapun bersembunyi dan balas menembaki mereka. Terlihat dua orang terkena tembakannya. Beberapa orang mendekati J.O dengan tembakan bertubi-tubi. Dengan cepat J.O merangkak dan menyelinap di balik sebuah meja besar. Lalu menembak lagi ke arah musuh-musuhnya. Tembakannya mengenai semua orang yang tadi berjalan maju ke arahnya.
J.O melewati lorong dengan banyak pintu. Ia mendobrak satu persatu pintu tersebut sambil tetap waspada. Ia sangat terkejut ketika mendapat serangan dari dalamnya. Hampir saja ia terkena tembakan jika ia tak secepatnya menghindar. Di balik dinding ia bersiap menembak. Di tariknya nafas dalam-dalam. Lalu ia menerobos menembaki orang-orang yang tadi menembakinya dari dalam ruangan. Tampak orang-orang itu bergelimpangan terkena tembakannya. Lalu ia melihat seseorang yang sekarat. Ia pun mendekatinya.
"Dimana wanita itu? Ayo katakan !" ucapnya menarik kerah baju orang yang tergeletak di lantai.
"Aku tak akan memberitahumu" jawabnya.
"Katakan atau aku akan menembak kepalamu."
"Silahkan kalau kau berani" jawab orang itu sambil tertawa.
"Sialan !" J.O meninju kepala orang itu dengan keras.
J.O pun meninggalkan tempat itu. Dan sampailah ia di salah satu ruangan dengan meja dan beberapa rak yang penuh botol sampanye. Dia melangkah pelan mengamati setiap sisi dan sudut ruang itu. Tiba-tiba, sesuatu menggelinding mendekati kakinya. Ternyata itu sebuah bom asap yang dengan cepat membuat ruangan tersebut di penuhi asap pekat dan berbau menyengat.
___________________________
__ADS_1