
Jika Yin berpikir Jack akan tenggelam, ia salah besar. Karena Jack sudah biasa menyelam dan berselancar. Jack berenang ke tepian dengan ponsel di tangannya. Ia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Yin padanya. Apakah benar tidak ada sedikitpun rasa suka di hati Yin untuk dirinya. Tapi kenapa ia menerima beberapa kali ciuman yang ia berikan padanya. Jack berpikir dan tersenyum kecut mendapati kenyataan bahwa Mika belum mengingat apapun tentang dirinya.
Jack menghampiri mobilnya dan mengambil pakaian dari dalamnya. Setelah ia berganti baju, ia mengeringkan ponselnya yang tadi basah terkena air sungai. Kemudian setelah ponselnya cukup kering, iapun berjalan kembali ke kuil. Dalam perjalanannya, ia melihat kakak Liu dan Leen sedang duduk berdua. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu dengan Leen yang tampak sedang menikmati aromanis dan Kakak Liu yang sesekali memejamkan matanya. Saat Jack menyapa mereka, Leen sedikit gugup.
"Kalian disini nona Leen dan kakak Liu? Kebetulan sekali. Apakah Yin sudah kembali dari sungai?" tanya Jack cemas.
"Iya, dia sudah kembali dari tadi. Bagaimana apakah sudah ada perkembangan?" tanya kakak Liu.
"Tidak. Entahlah, dia belum mengingat sedikitpun tentangku. Bahkan dia justru seperti tidak suka kepadaku. Dan mungkin semakin parah setelah aku memberitahunya bahwa aku adalah suaminya." jawab Jack lirih.
"Ini sudah terlalu lama, apakah kami bisa membantumu Jack." ucap Leen.
"Bagaimana caranya?"
"Entahlah, kami juga belum tahu bagaimana cara mempersatukan kalian kembali." jawab Leen lagi.
"Baiklah tidak apa. Biar aku yang urus semuanya. Jika itu tetap tidak berhasil, mungkin aku akan menitipkan Yin dan Ann pada kalian." ucap Jack berpura-pura tegar.
Di siang hari yang teduh, Jack berjalan menuju kuil untuk melihat Annchi. Anak itu sedang bermain-main dengan makanannya. Tampaknya Ann tidak menyukai menu makanan yang diberikan untuknya hari ini. Jack mendekati Ann dan melihat sayur labu kuning dengan ikan rebus. Lalu ia melihat sekilas bahwa Yin sedang ada di dapur. Wanita itu tampak sedang membuat adonan moci. Diam-diam Jack menggendong Ann dan menyuapinya supaya mau makan. Namun Ann tidak mau makan labunya. Akhirnya Jack mengambil labu yang ada di mangkuk Ann dan memakannya.
"Apa kau tidak suka labu kuning, sayang? Baiklah, biar ayah yang memakannya. Tapi jika besok ada labu lagi di mangkukmu, kau harus berjanji akan menghabiskannya. Setuju?" Jack mengajak bicara Annchi dengan senyuman.
"Iya,,ay,,yah" mulut Ann mengeluarkan suara yang membuat Jack menjadi terkejut.
"Hey Ann,,apa kau baru saja memanggilku ayah? Benarkah itu sayang?" mata Jack berbinar-binar. "Coba katakan lagi, sayang." Jack meminta Ann mengatakannya lagi.
__ADS_1
"Ayah." suara kecil Ann terdengan merdu.
Oh ya Tuhan ! Anakku sayang. Pekik Jack dalam hati. Jack memeluk Ann dan menciumi pipinya. Ann tertawa karena kegelian terkena rambut di sekitar rahang ayahnya. Sambil mengajak Ann bermain, Jack menyuapkan makanan ke mulut putrinya hingga makanan yang ada di mangkuk habis. Biksu Cheng mengamati mereka dengan mengangguk-anggukan kepala. Ia begitu senang melihat bahwa Jack benar-benar seorang pria yang bertanggung jawab. Ia tampak sekali menyayangi Annchi.
Jack menggendong Ann dan menghampiri Yin. Ia bertanya pada wanita itu apakah ia boleh membawa Ann untuk pergi jalan-jalan bersamanya. Yin melihat bahwa Ann begitu senang, akhirnya iapun mengijinkan Jack membawa Ann pergi bersamanya. Yey ! Hari itu Jack merasa senang bisa jalan-jalan bersama putrinya. Ia membawa Annchi naik mobilnya dan pergi menuju pusat perbelanjaan. Jack mengajak bermain di tempat permainan anak-anak lalu membeli beberapa baju dan mainan untuknya.
Annchi begitu gembira dan sedikit bingung melihat keramaian kota. Apalagi setelah berada di dalam mall dan melihat begitu banyak jenis mainan. Ia berdiri mematung melihat ruangan yang dipenuhi segala jenis mainan yang tertata di rak-rak yang tinggi. Ia sampai mendongakkan kepala karenannya. Ketika Jack menunjukkan boneka yang bisa berbunyi, Annchi merasa ketakutan dan sedikit menangis.
"Oh apa kau takut sayang? Tidak apa, ini hanya boneka. Baiklah, ayo kita lihat mainan yang lain." ucap Jack menggandeng tangan Ann.
Mereka membeli beberapa boneka, juga memilih beberapa sepatu untuk Ann. Karena selama ia melihat, Ann tidak mempunyai satupun kaus kaki atau sepatu. Setelah Jack membawa semua belanjaan ke dalam mobil, ia mengajak Ann untuk makan di sebuah restaurant yang masih satu tempat dengan mall tersebut.
"Apa kau mau,,," ucap Jack terputus karena pesanannya sudah datang. "Ahh terima kasih." ucapnya pada pelayan. "kau lihat Ann,,mana yang kau suka." ia kembali mengajak bicara putri kecilnya.
"Ayah,,Mam,,mam,," ucap Ann sambil menepuk-nepuk meja.
"ouh,,kau sudah tidak sabar rupanya? Ini, cobalah.." Jack meletakkan Hainan Jifan kedepan Ann dan membantunya memegang sendok.
Ketika Ann menyuapkan Ayam hainan ke dalam mulutnya, anak itu membuka matanya yang sipit. Tampaknya Ann menyukai rasanya. Beberapa kali ia menyuapkan sendok ke mulutnya.
"Anak pintar, makanlah yang banyak supaya lekas tumbuh dewasa" Jack tertawa sendiri dengan ucapannya. "Kau akan menjadi wanita cantik seperti ibumu."
"Ibu?" tanya Ann.
__ADS_1
"E-hem..Benar." Jack mencium pipi Ann.
Setelah puas dengan ayamnya, Ann mencicipi es krim vanilla dan siapa sangka, anak itu ternyata sangat menyukainya. Setiap ia menyuapkan es krim kedalam mulutnya, Ann selalu mengangguk-anggukan kepalanya. Jack yang sedang menelan Deep fried durian sampai tertawa melihatnya. Ia mengusap-usap kepala putrinya dengan penuh kasih. Sudah puluhan tahun ia menunggu saat-saat seperti itu. Saat dimana ia bisa tertawa bersama anak-anak tercintanya.
...----------------...
Sebelum mobil Jack melaju kembali ke kuil Miaoying, ia melihat toko perhiasan. Terlintas di pikirannya akan membelikan sesuatu untuk Yin. Iapun mengajak Ann masuk kedalam toko perhiasan tersebut. Sebenarnya dirumah mereka yang ada di Seoul, Mika sudah mempunyai banyak perhiasan. Namun kali ini, ia ingin memberikan cincin untuk mengungkapkan keseriusannya pada wanita itu. Jack berharap walaupun terasa begitu lama, kali ini Mika bisa mengingat semuanya. Ia keluar dari toko perhiasan dengan senyum percaha diri.
Tak sampai 30menit, Jack sudah kembali dengan beberapa tas belanjaan di tangan kanan. Sedangkan Ann ada di gendongan tangan kirinya. Anak kecil itu tengah terlelap dan bersandar di pundak ayahnya dan tampak nyenyak sekali. Selain kelelahan, bisa jadi karena Ann kekenyangan sehingga ia tidur dengan pulas. Ketika Jack membuka pintu kamar Yin, wanita itu tampak sudah menunggu mereka dengan tangan bersedekap. Ia hampir saja marah ketika akhirnya ia melihat Ann tertidur dengan lelap di pelukan Jack. Yin menatap pria itu sebentar. Lalu mengambil Ann dari pelukan Jack.
"Apa dia rewel?" akhirnya Yin membuka suara.
"Tidak. Dia tampak begitu senang." jawab Jack.
Yin mendorong dada Jack dengan pelan, supaya pria itu keluar dari kamarnya. Namun Jack tidak mau keluar. Ia tetap berdiri disana menatap Yin. Melihat pria itu tidak pergi dan justru menatapnya, Yin menjadi salah tingkah.
"A,,,apa lagi yang kau tunggu?" tanya Yin heran.
"Kau." jawab Jack singkat.
"Apa?"
"Aku menunggumu untuk mengingat semuanya." jawab Jack lagi.
Sebenarnya Yin sudah sedikit mengingat, dimana saat dirinya menjadi pelarian dan bersembunyi di hotel bersama Jack. Dan saat ia menerima semua sentuhan-sentuhan yang diberikan Jack kepadanya. Ia sudah mulai mengingatnya. Namun ia masih merasa ada sedikit keraguan didalam hatinya. Jadi ia memilih untuk diam terlebih dahulu.
❤❤❤
__ADS_1