
Jack menghubungi Sungjae dan Daniel untuk bersiap-siap dalam operasi mereka. Yaitu membawa bukti-bukti konkret seperti bukti transfer sejumlah uang yang masuk ke rekening kapten Lucas. Dan beberapa berkas serta file penting lainnya yang dapat menangkap basah pelaku penggelapan dan penerima suap itu. Dengan begitu, mereka dapat menjebloskannya ke penjara. Jack juga sudah bekerja sama dengan Daniel bahwa mereka akan membawa beberapa anggota kepolisian untuk menyergap pelaku tersebut. Tentunya setelah nanti mereka mendapat intruksi dari Jack.
"Rencana A sudah beres Jack. Menurut Sungjae mereka semua sudah bergerak dan menuju ke tempatmu sekarang. Dan aku juga sudah selesai memasang alat penyadap suara. Seandainya dia datang membawa orang-orangnya, aku juga sudah siap menembak." ucap Daniel yang bersembunyi di sebuah tempat yang strategis dekat dengan lokasi Jack.
"Baiklah, mari kita selesaikan ini." Jack menutup teleponnya.
...----------------...
Dengan cepat Jack memeriksa pistolnya dan mencoba menembak satu kali ke arah kepala William. Namun sebenarnya ia menembak dinding belakang William. Karena ia hanya ingin mencoba senjatanya saja. Berapa menit kemudian, kapten Lucas datang dengan enam orang pengawal. Mereka semua masuk dan langsung membuat keonaran. Dengan bersenjatakan kapak, ke enam pengawal kapten Lucas itu menyerang Jack dengan membabi buta. Dengan gesit Jack menendang dan memukul mereka satu persatu, namun mereka masih menyerang dan mengayunkan kapaknya. Ketika dua orang di kanan kiri Jack tampak maju dan bersiap menyerangnya bersamaan, Jack melompat tinggi menendangkan kedua kakinya mengenai dada mereka masing-masing.
Satu persatu pengawal kapten Lucas bergantian menyerang dan berusaha melukai Jack, namun dengan kencang Jack menendang tangan-tangan mereka sehingga beberapa kapak melayang terbang dan menancap di tiang kayu penyangga dalam rumah kosong itu. Begitu pula ketika seseorang mengayunkan kapak ke arahnya, Jack menangkap tangan itu dan memukulkan lima jari tangan yang dirapatkan tepat di bagian lengan orang itu sehingga kapak yang digenggam pun terjatuh. Kemudian di putarnya tangan itu ke belakang pungggung, lalu ia tendang bokongnya sehingga orang itu jatuh tersungkur.
__ADS_1
Jack menoleh ke semua pengawal kapten Lucas yang pingsan di lantai. Lalu ia mendekati kapten Lucas dan bertanya. "Kenapa kau melakukan semua ini kapten?" tanya Jack. "Apa yang senarnya kau inginkan dariku." lanjutnya.
Kapten Lucas tampak berpikir sejenak. Kemudian tiba-tiba saja ia mengeluarkan pistol dan menembak Jack. Karena tak menduga kaptennya akan menembak, sebuah peluru berdiameter 5.5cm menyerempet mengenai pelipis kirinya. Tetapi, walaupun pelipis kirinya terkena tembakan, Jack tidak gentar ataupun merasa ciut nyalinya. Ia terus mendekati kapten Lucas. Karena merasa terpojok, kapten Lucas menyerang Jack dan berusaha memukulnya. Mereka berdua terlibat baku hantam dan pertarungan yang sengit. Beberapa kali Jack menerima pukulan di kepalanya. Namun ia bisa membalas pukulan kaptennya dengan berbagai cara. Terakhir kali, ia memegang pundak kapten Lucas lalu menendang keras perutnya menggunakan lutut-lututnya sehingga kapten Lucas jatuh terjengkang di pinggir kursi kayu.
Sekali lagi, kapten Lucas mengarahkan pistolnya kembali ke arah marinirnya. Tanpa diduga, ia mengatakan semua kebusukannya. "Kenapa kau selalu menghalangiku Jack." ucapnya.
"Menghalangi? Maksudmu?" tanya Jack pura-pura terkejut.
"Keberadaanmu selalu menghalangi jalan bisnisku. Aku tidak bisa membiarkanmu hidup Jack." ucap kapten Lucas kembali menembak. Namun Jack segera menendang pistol yang ada di tangan kaptennya sehingga terlempar jauh.
"Ha-ha-ha. Rupanya kau masih menjadi muridku yang pandai Jack." ucap kapten Lucas. " Benar sekali. Aku ingin sekali membunuhmu. Karena saat itu kau mulai mencurigai kerja samaku dengan Bong Cheol. Tidak ada cara lain selain menutupi bukti-bukti keterlibatanku dengan merencanakan kematianmu." ucap kapten Lucas lantang.
__ADS_1
"Dasar kau ! Lalu, kau bawa kemana istriku? Kenapa kau menculiknya juga?" tanya Jack benar-benar serius dalam pertanyaannya.
"Istrimu? Seperti yang pernah aku bilang padamu. Dia menyimpan kode terakhir gudang heroin milik Bong. Oh iya, ngomong-ngomong aku baru ingat. Malam itu, aku menyentuh dan menciuminya. Namun dia menghilang setelah aku sempat menidurinya." ucap kapten Lucas tertawa menyeringai.
"Apa katamu?!" Jack menjadi marah dan mencengkeram leher kapten Lucas. Hampir saja ia hendak menghabisi orang itu. Namun ia ingat, bahwa ia akan menangkap penjahat itu hidup-hidup.
"Baiklah. Sudah cukup. Tangkap dia sekarang." ucap Jack membuat kapten Lucas tercengang. Setelah ada perintah/ intruksi dari Jack untuk menangkap kapten Lucas, semua polisi yang bersembunyi tiba-tiba masuk dan menodongkan senjatanya.
"Apa ini? Kau sengaja menjebakku?" sebuah pertanyaan yang membuat kapten Lucas tersenyum kecut.
"Jatuhkan senjatamu !"
__ADS_1
Teriak mereka pada kapten Lucas. Mereka segera menangkap dan memborgol tangan pria tua itu. Mereka juga menangkap William. Dan membawa semua pengawal yang tadi pingsan.
...----------------...