TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
DONGGUAN


__ADS_3

Hari berikutnya, Jack sudah rapi dengan rambut disisir kebelakang. Ia sedang memanasi mobil sewaannya ketika Sungjae mendekatinya. Ia membawa satu nampan berisi dua potong roti tawar isi selai kacang dengan dua botol susu kemasan. Ia memberikan sarapan itu untuk Jack.


"Mari sarapan dulu Jack. Hari kau akan berkeliling lebih lama bukan?" seru Sungjae mengagetkannya.


"Terima kasih bung." jawab Jack.


Jack meraih roti tawar dan susunya. Roti selai kacang seperti itu adalah makanan kesukaannya semasa kecil bersama keluarganya di Amerika. Ibunya selalu membawakan bekal itu setiap ia berangkat sekolah. Jack mengunyah dan memasukkan semua roti yang masih ada di tangannya ke mulut, lalu mengakhirinya dengan sebotol susu segar. Ia sudah tidak sabar untuk segera mengelilingi daerah Ghost Street sekali lagi. Ia naik ke dalam mobilnya dan hendak berjalan, Sungjae melihat itu langsung berlari mendekatinya.


"Hey ! Tunggu. Jangan lupakan aku Jack." teriaknya.


Jack yang sengaja melakukan itu tetap menjalankan mobilnya dan membuat Sungjae berlari-lari menyamai kecepatan mobil. Lalu ketika Sungjae kelelahan, dan berhenti mengambil nafas sejenak sambil memegangi lututnya. Jack tersenyum melihat tingkah kawan barunya itu. Iapun menghentikan laju mobilnya.


"Lumayan bukan, olah raga pagi ini?" ucap Jack.


"Haahh,,olah raga apanya. Kau mengerjaiku." jawab Sungjae kesal.


"Aku lihat perutmu hampir menyamai perut istriku. Jadi aku pikir, kau butuh sedikit gerakan untuk membuang lemakmu." Jack kembali mengejek Sungjae.


Sungjae kesal, ia ngambek dan tampak memonyongkan mulutnya saat mengutarakan kekesalannya pada Jack. Jack melihatnya sambil tertawa lebar sehingga barisan giginya yang rapi menambah manisnya senyuman. "KLIP !" Mata Sungjae menangkap senyuman itu. Ia tahu sejak ia tidak waspada dan menyebabkan Mika diculik hari itu, Jack tidak pernah tersenyum. Wajahnya selalu tampak marah dan emosian. Terutama kepadanya. Namun sekarang, ia melihat sendiri bahwa pria disampingnya itu bahkan sudah bisa tertawa mengerjainya. Jack kembali menginjak gas dan meluncur bebas di jalanan. Mereka mengelilingi restauran dan beberapa tempat di sekitaran Gui Ji. Karena di sana tidak ada apa-apa yang mencurigakan, Jack berhenti dan menepikan mobilnya. Kemudian diraihnya tas punggung kecil berbentuk kotak yang ada di bawah jok kursinya. Ia mengeluarkan perangkat lunaknya dan mengoperasikannya dengan gerakan jari yang cepat.

__ADS_1


Jack memeriksa laporan yang dikirim Daniel kepadanya. Ia memindai semua tempat di kawasan yang mereka singgahi saat ini. Ketika mereka mendatangi tempat-tempat itu, tidak ada tempat yang mencurigakan. Semuanya adalah gudang penyimpanan padi dan penyimpanan kayu milik penduduk desa. Jack juga sempat bertanya pada penduduk sekitar tentang lokasi sebuah gudang tua penyimpanan pupuk. Namun tak satupun di antara mereka yang mengetahuinya.


...----------------...


Sudah lebih dari satu minggu Jack dan Sungjae berada di Beijing. Mereka mengumpulkan informasi dari penduduk sekitar. Akhirnya ada seorang kakek tua yang mengatakan bahwa selama dirinya bekerja sebagai supir truk pengiriman kayu, ia sering melewati jalan di gurun Kubuqi daerah Ordos. Dan ia melihat dari jauh ada sebuah lahan yang di buat seperti gudang penyimpanan atau uala besar. Setelah mendengar semuanya dari kakek tua itu, Jack segera menelusuri lokasi gurun Kubuqi. Memang benar, disana ada sebuah bangunan besar seperti gudang namun lebih mirip seperti aula besar. Jack mendekati pintunya, dan mencoba mendorongnya agar terbuka. Pintu gudang itu tidak terkunci sehingga mudah baginya untuk masuk ke dalam. Di dalam, tak ada satupun barang yang nampak mencurigakan. Hanya beberapa karung pupuk dan tumpukan kayu lapuk. Ia menyayat sebuah karung dan memeriksa isinya dengan cara mengambil sedikit bagian bubuk berwarna putih itu, lalu mecicipinya sedikit dengan lidah.


Namun itu bukan bubuk heroin melainkan pupuk asli. Lalu kemana karung-karung berisi heroin itu? Saat Jack sedang berpikir, Sungjae mengatakan ada seseorang yang datang. Mereka pun bersembunyi di balik tumpukan karung-karung pupuk. Tampak seorang dengan wajah khas china menghampiri mobil Jack dan mengamati setiap incinya. Kemudian ia masuk ke dalam dan menyusuri seluruh ruangan yang tampak mencurigakan. Saat ia melihat karung dengan sayatan di bagian pinggirnya, ia langsung mengerti bahwa ada seseorang yang mencoba masuk ke dalam dan memeriksa isi karung.


Ketika Jack melihat orang itu mengambil pistol dari balik jasnya, ia segera meraih pistol dari sarung ikat pinggangnya. Ketika orang itu melangkah mendekati tempat persembunyian Jack, segera ia menodongkan pistolnya siap untuk menembak. Tetapi rupanya Jack dan Sungjae sudah berpindah tempat dengan aman. Tanpa sepengetahuan orang itu, Jack menyelinap ke belakang dan memanjat karung yang paling atas untuk mendekati orang itu. Sedangkan Sungjae masih tetap di tempatnya. Seketika Jack turun menerjang dan menghantam kepalanya. Mereka berguling dan saling menyakiti. Hingga akhirnya Jack mengangkat sebuah karung dan melemparkannya ke arah orang tersebut sehingga membuatnya terhuyung-huyung. Dalam kesempatan itu Jack menendang kepalanya dan membuatnya jatuh tersungkur. Dengan segera Jack menekan kepala orang itu dengan lututnya..


"Katakan padaku, dimana wanita yang kalian culik kemarin !" tanya Jack mendesak.


"Jangan berbohong. Katakan, kemana Lucas membawa pergi istriku." tanya Jack semakin menekan kepalanya.


"Aaaahh ! Aku tidak tahu."


Jack menempelkan pistolnya ke kepala orang itu. Jika ia tidak sabar, ia akan segera menembak kepalanya. "Katakan padaku. Apa yang kalian lakukan pada wanitaku !" Jack mulai kehabisan kesabarannya.


"Jangan tembak aku, aku mohon. Baiklah. Kapten Lucas memang membawa seseorang kemari untuk membuka gembok, tapi aku tidak tahu setelahnya."

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu sebutkan alamat yang bisa aku datangi."


"Dong,,,Dongguan 176-Shenzhen."


"Apa kau yakin istriku ada disana?"


"A,,aku tidak tahu, sungguh." Jack memukul kepala orang tersebut hingga ia pingsan.


Jack meninggalkan gudang itu diikuti Sungjae. Mereka langsung menuju alamat yang di sebutkan tadi. Dalam perjalanan kesana, Jack melewati seseorang yang sedang berjalan keluar dari sebuah lorong dekat kuil budha dengan kandungan yang sudah mulai membesar bersama seorang wanita muda. Jack sempat menoleh kepadanya tetapi ia tidak mengira sedikitpun. Karena pikirannya fokus pada alamat yang diberikan orang tadi padanya. Laju mobil mereka semakin kencang.


...----------------...


10 hari sebelum Jack berangkat ke Beijing.


Mika dibawa kapten Lucas ke sebuah gudang besar di gurun Kubuqi. Ia dipaksa meletakkan sidik jari dan telapak tangannya ke sebuah alat deteksi. Dan ia dipaksa juga untuk mengatakan kode angka yang ia hafalkan. Karena Kapten Lucas mengancam akan membunuh dan menyuruh anak buahnya untuk menikmatinya, Mika akhirnya mengatakan semua angka-angka itu kepada kapten Lucas. Setelah semua heroin di pindahkan ke dalam truk kontainer, kapten Lucas membawa Mika ke dalam mobilnya dan menuju penginapannya di Dongguan. Saat malam di Dongguan, ketika Mika tengah terlelap, kapten Lucas menyentuh tubuh Mika dan menggerayanginya. Ia bersiap menidurinya ketika ada seseorang yang menghubunginya karena hal penting. Kapten Lucas pun menerima telepon penting itu dan beranjak menjauh dari Mika.


Mika yang sempat terbangun dan menyadari bahaya sedang mengancamnya, segera menyelinap keluar dari kamar kapten Lucas dengan sangat pelan dan hati-hati. Dibayangi rasa takut yang besar, ia pergi keluar dari penginapan. Didalam kegelapan malam dan hembusan angin yang besar, Mika berjalan tanpa arah menuju kuil terdekat. Langkahnya begitu lemah dan tertatih-tatih. Ditambah ia tidak mengenakan alas kaki, hal itu membuat kakinya terasa sakit saat menginjak kerikil-kerikil tajam di sepanjang jalan yang ia lewati. Saat ia berada di dalam kuil, ia merasa sangat kelelahan dan merasakan sedikit keram pada perutnya. Dari pagi, ia belum sedikitpun meneguk air dan menelan makanan. Ia duduk bersandar dan bersembunyi di belakang patung budha. Semakin lama, ia merasakan badannya sangat lemah. Ia menggigil hebat hingga akhirnya iapun jatuh tak sadarkan diri.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2