
Setelah Mika membantu Liza merawat J.O, ia kembali membantu suaminya mengenakan pakaian gantinya. Kemudian ia pergi untuk membersihkan diri. Sudah bebera hari ia tidak mandi. Saat ia mandi ia melihat bercak darah pada celananya. Mika sedikit khawatir nmun tidak terlalu memikirkannya. Pada malam-malam berikutnya. Mika selalu menemani J.O yang belum juga terbangun dari komanya. Pria itu masih hidup, tetapi sejak tiga hari yang lalu ia belum membuka matanya sedikitpun. Nafasnya pun terlihat sangat lemah. Mika begitu khawatir pada suaminya itu. Apalagi ia sedang mengandung bayi J.O. Mika terus saja menemani pria itu tanpa beristirahat. Ia berharap dialah orang yang pertama kali melihat J.O tersadar. Setiap kali Liza menyuruhnya beristirahat dan makan, ia selalu mengatakan belum lapar atau belum mengantuk. Ia ingin selalu menemani J.O yang masih belum jelas apakah dia akan hidup atau tiada.
Suatu pagi saat semua orang sedang beristirahat, Mika berteriak kesakitan. Wanita itu tiba-tiba saja merasakan sakit pada perutnya.
"Aaaaakk ahhhh !" suara Mika.
Mika memegangi perutnya yang terasa perih. Ia mencoba berpegangan pada pintu kamar mandi untuk membantunya tetap berdiri. Namun ia tak kuasa menahan sakitnya. Saat itu juga darah keluar dari rahimnya. Mengalir ke bawah pahanya.
"Apa ini? Apa yang terjadi?" pekik Mika.
Mika menyadari bahwa telah terjadi sesuatu pada kandungannya. Ia mencoba bertahan dan bangkit. Dengan perlahan ia berjalan merayap di dinding. Dengan langkah tertatih-tatih. Saat ia hendak mendekati J.O, kepalanya terasa sangat pusing. Ia pun terjatuh tak sadarkan diri sebelum tangannya berhasil meraih tangan pria itu.Ketika Liza sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk anak-anak, ia hendak mengajak Mika sarapan bersama. Namun betapa terkejutnya ia menemukan Mika tergeletak di lantai dengan darah yang membasahi rok dan pahanya. Liza segera memanggil Daniel. Ia mengatakan bahwa Mika mungkin saja mengalami pendarahan. Ia pun menitipkan anak-anak pada Daniel. Karena ia akan membawa Mika ke rumah sakit. Ia tidak bisa asal melakukan perawatan pada kandungan seseorang. Liza pun mengendarai mobil menuju rumah sakit. Ia segera meminta pertolongan pertama pada dokter disana. Dokter dan beberapa perawat segera menangani Mika dengan baik.
______________________
__ADS_1
Pada saat Mika di bawa ke rumah sakit, mata J.O bergerak-gerak. Jari kanannya juga ikut bergerak. Tampak air mata mengalir dari matanya yang terpejam. Ketika melihat hal itu, Daniel segera mendekati J.O. Ia berharap kawannya itu akan segera siuman. Ia harus tahu bahwa target incaran mereka sudah mereka habisi semua. Daniel melihat keringat bercucuran dari kening J.O. Ia pun mengusapnya dengan handuk yang tersedia di dalam cawan.
"Kau harus berjuang, kawan. Mika ada di rumah sakit sekarang, kemungkinan besar dia mengalami keguguran."
Pada saat Daniel sedang memeriksa luka di dada J.O, telepon berdering. Ia segera menghampiri telepon yang terletak di ruang keluarga. Ternyata itu dari Liza. Liza mengabarkan bahwa Mika baik-baik saja. Namun mereka harus kehilangan bayinya. Untuk sesaat Liza dan Daniel dapat merasakan kesedihan sabatnya. Liza juga mengatakan ia akan pulang besok setelah rahim Mika di bersihkan.
"Jaga J.O dan anak-anak sayang, aku akan menjaga Mika di sini"
"Baiklah, jaga kesehatanmu" ucap Daniel.
____________________
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Dia begitu syok. Dengan semua yang terjadi padanya" jawab Liza.
"Jika Jack mengetahui kehamilan Mika, pasti ia akan merasakan kesedihan seperti saat itu" guman Daniel.
"Jack sudah mengetahuinya. Saat Mika di sekap Baek Song. Ia dipaksa mengatakan pada Jack kebenarannya. Itulah sebabnya mengapa Jack menjadi lemah."
"Ya Tuhan, aku rasa kitalah yang bersalah karena meminta Mika untuk menyembunyikan kehamilannya sementara waktu"
"Benar sayang. Jack pasti tidak akan lemah jika ia sudah mengetahuinya. Dia juga tidak akan membiarkan orang-orang itu memukulinya begitu saja"
Saat mereka sedang membicarakan J.O, terdengar suara merintih dari kamar J.O. Mereka segera menghampirinya. Ternyata J.O sudah membuka matanya. Pria itu tampak masih sangat lemah.
Namun ketika ia berhasil membuka mata, yang di carinya pertama kali adalah Mika.
__ADS_1
____________________