
KLIK! KLIK! KLIK!
Pukul 01.45
J.O tengah fokus mengoperasikan laptopnya. Ia sedang memeriksa berkas-berkas penting miliknya. Dan beberapa laporan. Juga sesekali memeriksa layar CCTV yg ia pasang di depan kamarnya. Yg tersambung pada perangkat laptopnya.
Kira-kira sudah dua bulan berjalan bagi J.O menjadi bodyguard Mika. Saat dulu ia meninggalkan jabatannya sebagai letnan marinir, ia mendapatkan tugas khusus dari kapten Lucas.
Tugas itu di berikan berdasarkan dedikasi dan kerja nyata yg di lakukan J.O. Dimana dalam tugasnya di lapangan, ia berhasil menangkap beberapa komplotan sadis dan bengis.
Dalam surat perintahnya, tertulis. Ada satu bandar narkotika yg mempunyai bisnis luar biasa. Dan memiliki cabang di seantero dunia. Rumah besarnya juga tersebar di beberapa bagian negara.
Dalam bisnis itu, bandar terbesar bisa bertindak brutal dan sadis dalam menghabisi lawan bisnisnya yg membuat bandar besar tidak suka. Tidak hanya sesama pebisnis yg mengalami tekanan berat darinya. Pemerintahan dan struktur ekonomi di beberapa bagian negara menjadi kacau. Karena banyaknya pejabat dan pimpinan tinggi kepolisian yg di suap agar bisnis mereka lancar keluar masuk ke negara-negara tetangganya.
Dalam hal itu, Sang kapten memerintah J.O untuk mengejar serta menangkap sang bandar narkotika dan sekaligus gembong mafia terbesar itu. Dengan menyamar sebagai rakyat sipil dan mengalihkan perhatiannya.
J.O menawarkan dirinya sebagai pembunuh bayaran di tiap-tiap tempat dan di jejaring sosial rahasianya. Hingga seseorang dari anak buah bandar narkotika itu menghubunginya untuk menawarkan pekerjaan untuknya. Yaitu sebagai bodyguard bagi putri sang bandar. Sebelum menyetujui pekerjaan itu, J.O melacak lokasi panggilan untuknya itu. Tepat di lokasi di mana Rumah utama sang bandar narkotika berada.
J.O berhasil melempar umpan. Ia pun mulai menarik kailnya perlahan. Tanpa ada yg curiga.
****
J.O menguap. Seharian ini ia belum sempat beristirahat. Ia harus mengirim beberapa laporan kepada kaptennya. Setelah semua pekerjaannya selesai. Ia tutup laptopnya dan menyalakan alarm pintu. Jika seseorang berusaha membuka pintu, jam tangannya akan berkedip-kedip dan mengeluarkan bunyi "PIP ".
Ia mengemasi semua perangkat miliknya kedalam sebuah koper hitam anti peluru. Dengan kunci sandi.
Kemudian ia mendorongnya kebawah tempat tidur lalu membenahi sepreinya.
Pukul 03.03
__ADS_1
Mata J.O mulai terpejam.
*****
PIP ! PIP ! PIP !
Suara alarm pintu menyala-nyala. J.O yg baru berapa jam terlelap mendengus dan kembali terjaga.Ia melirik jam tangannya. Sudah pukul tujuh pagi. Matanya mau tak mau harus terbuka.
Sudah waktunya ia untuk kembali bekerja. Ia segera bangkit ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Di basuhnya muka dingin yg sedikit tumbuh berewok itu. Ia belum sempat menyukurnya.
Pintu kamar di ketuk seseorang.
"Siapa?" tanya J.O pada orang itu.
"Ini aku Mika."
Baru saja J.O hendak mengganti pakaiannya. Tetapi Mika ada di depan kamarnya saat ini. Ia pun mengurungkan niatnya. Lalu membukakan pintu untuk Mika. Sambil mengenakan kaos dalamnya.
"Kenapa kau sampai repot-repot kemari? Baru saja aku akan menemuimu."
"Apa yg membuatmu bengong? Tunggu saja aku di depan. Aku akan datang dalam waktu 5menit" ucap J.O pada Mika.
"Aku di sini saja. Akan aku tunggu sampai selesai" Mika menerobos masuk ke dalam kamar dan duduk di atas tempat tidur.
"Apa-apaan kau ini? Jangan berbuat seenaknya seperti ini. Aku bisa mendapat masalah jika ayahmu tahu kau berada di dalam kamarku" mencoba mengajak gadis itu keluar.
Namun Mika tak mau keluar .
"Sudah cepat. Aku tunggu. Lima menit ya, jangan lebih."
J.O heran pada gadis yg satu ini. Apa dia tak takut sama sekali berada di kamar seorang pria? Pria yg dua belas tahun lebih tua darinya.
Akhirnya J.O bergegas mengganti pakaiannya. Dan mengajak Mika keluar dari kamar. Sebelum pergi, tak lupa ia mengunci kamarnya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ayahku mengatakan padaku, bahwa dia sangat menyukai hasil kerjamu untuk melindungiku dalam dua bulan ini."
"Benarkah?"
"Ya. Dia seperti menemukan harta karun yg terkubur dalam lautan."
J.O mengalihkan pembicaraan.
"Apa kau sudah sarapan?"
"Sudah. Kau sendiri?" tanya Mika mengamati muka J.O.
"Apa kau suka memelihara brewok?"
"Tidak."
"Lalu mengapa rambut di dagumu seperti brewok?" tanya Mika penasaran.
"Ah ! Ini hanya karena aku belum sempat mencukurnya" jawab J.O.
*****
Sekolah Mika mulai pukul delapan. Sebelum pukul delapan, J.O sudah mengantarkan Mika ke sekolah. Ramai sekali murid-murid yg baru berdatangan. Mereka para perempuan teman sekolah Mika, selalu melirik ke arah J.O jika kebetulan berpapasan di jalan. Mereka tampak menyukai pria yg bersama Mika itu. Mika segera menyadari hal-hal seperti itu.
"Rupa-rupanya, kau mempunyai banyak penggemar di sini."
"Apa yg kau katakan? Sudah sana masuk, aku akan pergi mengisi bensin dulu"
"Kalau begitu aku masuk dulu. Jangan terlambat menjemputku" perintah Mika.
"Ya. Baiklah Nona."
******
__ADS_1
😊*HAPPY READING*😊