TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
RINDU YANG SEMAKIN DALAM


__ADS_3

Hay pembaca semua, di episode-episode akhir ini penulis akan lebih sering memunculkan gambar Jack dan Mika.


~TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA 😘~


Pagi itu.


Jack sedang bermain dengan Annchi ketika Yin datang membawa nampan berisi kue bakpau yang masih mengepul. Hari ini Leen membuat sarapan yang ringan dengan teh hijau sebagai minumannya. Yin mengamati keceriaan keduanya. Keceriaan Ann amat sangat nampak ketika rambut di dagu Jack mengenai pipinya. Ann selalu tertawa sambil meraih-raih pipi ayahnya.


"Mari sarapan dulu, biarkan Ann tiduran disana." ucap Yin mengajak Jack untuk sarapan.


"Sudah, kalian dulu yang sarapan. Biar aku bermain dengan si cantik Ann." jawab Jack mengangkat-angkat Ann di atas kepalanya.


Semua biksu yang ada di ruang makan tersebut memandang Jack, mereka senang jika Ann memiliki ayah sepertinya. Namun mereka merasa kasihan pada Jack karena sudah hampir satu bulan disini, Yin belum mengingat satupun kenangan bersama pria itu. Biksu Chen sebagai ketua kuil Miaoying selalu berdoa setiap malam untuk kedua pasangan tersebut. Ia menghargai Jack karena pria itu benar-benar baik dan bertanggung jawab.


"Hey kau Ann. Hmm,,kau jadi amat manja padanya. Bagaimana kalau dia menjadi ayahmu? Apa kau setuju?" ucap kakak Lim menggoda Ann.


"Kalau kami sangat setuju. Bagaimana Yin?" semua biksu mencoba taktik untuk menjodoh-jodohkan Yin dengan Jack.


"UHUK ! UHUK !" Suara Yin terbatuk-batuk. "A,,apa yang kalian bicarakan kakak? Itu tidak mungkin,," ucap Yin sambil meringis.


"Kenapa tidak? Mari kita tanyakan pada Jack. Bagaimana Jack, apa ini mungkin?" suara biksu Cheng mencoba berpartisipasi dalam obrolan.


Jack menoleh kepada para biksu dan biksu Cheng. Ia tahu, para biksu itu memberinya bantuan untuk mendekati Yin. Iapun melangkah mendekati Yin bersama Ann di gendongannya. Lalu mengulurkan tangannya dan meraih tangan Yin.


"Jujur, aku tidak bisa membohongi perasaanku padamu Yin. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Juga Ann, karena aku sudah begitu menyayanginya seperti menyayangi putriku sendiri." mata Jack menerawang jauh kedalam hati Yin. Ia melihat masih ada cinta di mata wanita itu untuknya. "Tetapi, itu semua tergantung padamu Yin. Aku tidak bisa memaksamu." ucap Jack menggenggam tangan Yin dengan hangat.


Yin menundukkan kepala. Ia tidak tahu harus membalas perasaan Jack atau tidak. Ia masih terdiam sambil menjilat bibirnya.

__ADS_1


"Aku belum bisa memutuskannya. Maafkan aku." jawaban yang akhirnya keluar dari mulutnya.



Jack menghela nafas panjang. Ia mengerti ini akan sulit, tetapi ia berusaha bersabar untuk mendapatkan hati Mika kembali. Ia tersenyum mendengar jawaban dari mulut Yin. Wanita itu melihat ke arah Jack yang berdiri di sebelah kirinya, namun dengan perlahan ia menarik tangannya dari genggaman Jack dan berlalu dari hadapannya.


"Maaf, aku harus kembali ke dapur." ucap Yin sambil berlalu.


Ketika Yin pergi, semua mata biksu memandangi Jack yang masih berdiri menatap kepergian Yin dari hadapannya. Mereka merasa kasihan pada pria itu. Kakak Liu berdiri dan menghampiri Jack. Ia menepuk-nepuk pundak Jack untuk memberi semangat padanya. Ketika Jack menoleh padanya, sekilas ia melihat ada genangan air di kedua mata Jack sebelum akhirnya Jack menundukkan kepalanya. Tenggorokan kakak Liu tercekat. Ia ingin mengucapkan sesuatu pada pria itu, tetapi lidahnya tidak bisa bergerak. Ia ikut merasakan kepedihan di hati Jack. Akhirnya ia kembali duduk dan mengusap air yang juga ada di kedua matanya.


...----------------...


Sudah lima bulan lebih Jack berada di kuil Miaoying. Entah akan berapa lama lagi ia harus menunggu Mika mengingatnya. Namun ia berusaha untuk bersabar. Walau terkadang Yin tidak menyukai kehadirannya, Jack tetap berusaha mendekatinya. Saat itu Jack berada di depan mobilnya sambil memandangi koper yang isinya adalah beberapa baju untuk Mika yang sengaja ia bawa dari Seol. Ia belum tahu, apakah ia akan memberikan baju-baju itu pada Yin atau tidak. Ia melihat Leen memberi baju yang cukup baik untuk Yin di sana. Saat Jack melamun, ponselnya berdering. Ternyata itu telepon dari Daniel. Daniel khawatir pada kawannya tersebut karena sudah satu bulan lebih belum juga kembali ke Seoul.


"Bagaimana kabarmu Jack. Apa kau sudah menemukannya?" tanya Daniel khawatir.


"Yah.Maafkan aku Daniel. Aku lupa memberi kabar padamu. Aku sudah bertemu dengannya. Tapi dia mengalami amnesia sehingga tidak sedikitpun mengingatku." Jack memberi tahu Daniel kenyataannya.


"Dia sangat baik, seseorang merawatnya di sebuah kuil pertapaan. Bersama beberapa biksu. Kau tahu, bayiku sudah lahir. Seorang perempuan. Mereka memberi nama kepadanya, Annchi." Jack bercerita dengan tawa semangatnya.


"Benarkah itu kawan? Aku turut gembira, kapan kau akan membawanya pulang?" tanya Daniel. "Jangan lupa ajak Annchi main kerumah. Rachel pasti akan merasa gembira." ucap Daniel tertawa.


"Baiklah kawan, aku pasti akan kerumahmu dulu setibanya di Seoul." ucap Jack sebelum akhirnya menutup obrolan di telepon.


Dari kejauhan, Jack melihat Mika sedang mengajak bermain Annchi diluar. Kini Ann sudah berusia delapan bulan dan sudah bisa berjalan. Dengan senyuman bahagia Jack memandang kedua wanita yang amat ia cintai itu. Ia melihat Mika tertawa riang bersama putrinya. Iapun ikut tersenyum dan membayangkan jika dirinya ada bersama mereka.


"Aku menyayangi kalian berdua,,,,"

__ADS_1



Jack berpikir, bagaimana kalau ia mencoba mendekati mereka dan bermain bersama. Akhirnya Jack menutup bagasi mobil dan berjalan cepat ke arah mereka berdua. Belum sampai ke tempat mereka berdua, Yin melihat kehadiran Jack. Ketika melihat Jack, Yin segera menggendong Ann dan bergegas masuk ke dalam rumah. Ia belum siap untuk di ajak bicara oleh pria itu. Seketika langkah Jack menjadi pelan. Dan akhirnya berhenti. Ia merasa Mika belum mengingatnya sama sekali. Jack menjadi sedih dan menjatuhkan lututnya ke tanah. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menutupnya dengan kedua telapak tangannya. Hatinya merasa pedih.


Setelah Jack bisa menguasai diri, ia kembali ke rumah kuil. Ia melihat Ann sedang bersama Leen. Ia segera mendekati Ann dan menciuminya. Jack tiduran di lantai dengan Ann yang asyik duduk di atas perutnya. Annchi kecil bermain-main dengan jam tangan yang dipakai Jack. Ann juga menepuk-nepuk dada Jack sambil melompat-lompat seperti sedang naik kuda. Mereka bermain cukup lama hingga Jack ketiduran. Ketika Yin datang ia sangat terkejut melihat Jack sudah berada disana. Yin mendekati mereka hendak mengambil Ann dan pergi menghindarinya, namun Leen mencegahnya. Ia meminta Yin duduk bersamanya.


"Biarkan dia bermain bersama Ann, lihatlah betapa bahagianya Ann bersamanya." ucap Leen.


Fang Yin duduk disamping Leen. Tak berapa lama kemudian, Ann menangis mendekati ibunya dan meminta susu. Karena Yin merasa risih, ia bangun dan hendak pergi. Namun Ann tidak mau beranjak dari tempat itu, walau terpaksa akhirnya Yin menyusui Ann di depan Jack. Ia menutupi bagian dadanya agar jika pria itu bangun ia tidak akan bisa mengintipnya. Tetapi, tanpa Yin sadari, mata Jack terbuka. Ia mengamati wajah Yin lekat-lekat dari jauh.


"Sayangku,,,aku disini melihatmu. Aku sungguh merindukanmu. Apa kau rindu kepadaku?"



Tidak sengaja Leen melihat bahwa Jack sudah bangun. Dan melihatnya sedang menatap Yin begitu dalam. Leen menunduk lalu ikut menatap Yin juga.


"Yin,,apa kau benar-benar tidak mengingat satu kenangan pun bersama Jack?" tanya Leen lembut.


"Apa maksud kakak." Yin heran dengan pertanyaan Leen.


"Apa kau tidak sedikitpun mengingat siapa Jack?" tanya Leen.


"Jack? Memangnya siapa Jack?"


"Sebaiknya kau bersikap baiklah padanya. Jangan terlalu kasar, dia berjuang datang kemari hanya untukmu." Leen akhirnya sedikit memberi bocoran.


Yin membelalakkan matanya karena heran dengan ucapan Leen. Ada apa sebenarnya dengan pria itu? Dia berjuang untukku? Tentang apa? Yin menatap ke arah Jack. Dan dia sangat terkejut saat matanya bertemu dengan mata Jack. Pria itu memandangnya begitu tajam. DEG ! Ada sedikit perasaan aneh di hatinya. Perasaan apakah itu.....Pikir Yin.

__ADS_1


❤❤❤


...----------------...


__ADS_2