
Pada bulan-bulan berikutnya, Mika sibuk dengan jam kuliahnya. Karena kecantikannya dan usaha salonnya yang sudah terkenal di sebagian masyarakat, Mika menjadi sorotan di kalangan mahasiswi. Beberapa mahasiswanya pun banyak yang menaruh perhatian pada Mika. Dari jam delapan pagi sampai jam satu siang ia belajar di kampusnya. Seperti saat ini ketika Mrs. Trya mengisi pelajaran tentang tips memilih busana yang sopan dan bagaimana cara mambuatnya dengan sebuah diskusi kelompok yang cukup panjang. Sesuai dengan jurusan yang ia ambil yaitu Design. Mika mendengarkan dan memahami semua yang di ajarkan disana. Pada saat mata kuliah Mrs.Trya selesai, kelasnya mempunyai waktu tunggu setengah jam sebelum pelajaran berikutnya di mulai. Mika pergi ke toilet karena sedikit merasa mual.
Hoek ! Hoek !
Mika muntah-muntah di toilet. Badannya sedikit lemas. Tiba-tiba seseorang menyapanya dengan nada tidak suka. Ternyata BaekHee seorang artis yang mengambil kuliah disana, sedang berdandan di toilet tersebut. Bersama kedua pengikutnya. Jil dan Phil.
"Lihatlah siapa yang muntah-muntah disini? Oh,, ternyata gadis yang sedang di perbincangkan di kampus." ucapnya sinis sambil mendekati Mika. "Aku dengar, jika seseorang muntah-muntah seperti itu artinya orang itu sedang hamil. Oh my God ! Apakah kau hamil? Laki-laki mana yang mau menghamilimu." suara BaekHi menyelidiki.
"Apa yang kau pikirkan? Jangan berkata macam-macam tentangku." jawab Mika kesal.
"Lihatlah ! Dia tidak bisa menjawab pertanyaanku? Aku rasa dia benar-benar di hamili dan ditinggalkan pria itu" ucap BaekHee mengamati perut Mika.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau mengusik hidupku? Aku tidak pernah sedikitpun mengusik kehidupanmu yang menjadi istri simpanan sutradara itu?" ucap Mika membalas.
"Apa kau bilang? Kau berani mengatakan hal itu di depanku? Berita itu tidak benar ! Jangan asal menuduh kau." BaekHee merasa geram karena Mika berani membalas celaannya.
__ADS_1
"Kau yang memulainya." Mika beranjak pergi dari sana. Namun di tarik oleh BaekHee.
Dengan emosi yang meledak, BaekHee menjambak rambut Mika begitu saja. Karena Mika tidak terima dirinya diperlakukan seperti itu, ia balas menjambak rambut wanita itu. Tubuh keduanya oleng kesana kemari saling menjambak. Saat BaekHee terlihat hampir kalah, ia menggigit tangan Mika sehingga Mika menjerit kesakitan. karena wanita itu menggunakan kekerasan, Mika menyleding kaki lawannya sehingga BaekHee terjatuh dan Mika menindih tubuhnya. Berbagai cara, Mika berusaha melepaskan rambutnya dari cengkeraman BaekHee, ia menekan leher wanita itu dengan lutut kakinya. Saat wanita itu merasa susah bernafas, BaekHee melepaskan cengkeraman pada rambut Mika. Dengan nafas yang tersengal-sengal akhirnya Mika melepaskan tangannya dari kepala wanita itu. Ia juga bergegas pergi dan meninggalkannya.
"Awas kau ! Aku akan membuat perhitungan denganmu !" teriak BaekHee marah-marah namun Mika tak memperdulikannya.
Mika merapikan rambutnya dan kembali ke kelasnya dengan rambut sedikit tidak rapi. Membuat temannya bertanya apa yang baru saja terjadi padanya. Mika mengatakan bahwa ia baru saja berkelahi dengan BaekHee. Temannya terkejut. Ia tahu, apa yang akan terjadi bila berani membuat masalah dengan mahasiswa senior itu. Dengan cara apa saja, ja akan membalas orang yang berani berurusan dengannya. Teman Mika yang bernama Subin, mencoba memperingatkan Mika. Namun Mika mengatakan bahwa ia tidak takut.
___________________
"Apa ini? Apa yang terjadi padamu kemarin?" Jack begitu khawatir. Segera dipanggilnya pelayan senior perempuan dengan telepon rumah.
"Suin ! Cepat ambilkan air hangat untuk mengompres nyonya!" teriak Jack. "Dan suruh pak Kang untuk panggilkan dokter Paul kemari." Jack sangat takut. Hal itu tampak jelas dari suaranya.
Satu jam kemudian datanglah dokter pribadi mereka, Dr. Paul. Ia memeriksa luka di tangan Mika yang bekas gigitan itu. Untung saja tidak menimbulkan infeksi. Ia juga mengukur suhu badan Mika yang mengalami demam tinggi. Namun saat itu ia juga menemukan sebuah kenyataan bahwa Mika sedang mengandung. Alisnya terangkat dan menatap Jack dengan serius. Sehingga Jack merasa khawatir.
__ADS_1
"Lukanya tidak apa-apa tuan Jack. Hanya sedikit membuat memar saja. Namun ada satu hal yang membuatnya lemah sehingga ia mengalami demam." ungkap Dr.Paul.
"Kenapa dokter?" tanya Jack takut.
"Saat ini nyonya sedang mengandung. Dan usia kandungannya diperkirakan sudah berjalan tiga bulan ini. Selamat ya tuan. Anda mendapatkan kesempatan lagi." jawab Dr. Paul senang.
"Benarkah itu dok?" mendengar bahwa Mika sedang mengandung, Jack merasa begitu bahagia.
"Benar."
"Terima kasih Tuhan, akhirnya kau berikan padaku kesempatan lagi." ucap Jack bersyukur.
💑
_________________
__ADS_1