TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MISI PENYELAMATAN MIKA


__ADS_3

Dalam pengejarannya mendapatkan Mika kembali, J.O menembak supir di mobil penjahat tapi hanya mengenai kemudinya. Penjahat menembaki mobil J.O membuat ia oleng dalam mengemudi. Di belakangnya sebuah mobil penjahat menyusul dan menabrakkan mobil mereka ke mobil J.O. Lagi-lagi ia ditembaki dari arah belakang. Tiba-tiba sebuah tembakan mengenai mobil bagian belakang dan membuatnya terbakar. J.O membiarkan mobil penjahat yg ada di belakangnya menyusul mobilnya. Mereka menembak dari samping. J.O memepetkan mobilnya itu ke samping mobil penjahat dan dengan cepat diraihnya supir di mobil penjahat untuk berpegangan. Ia mencoba berpindah ke dalam mobil penjahat itu.



Saat separuh badannya masuk ke dalam mobil, ia beberapa kali meninju penjahat yg sedang mengemudi. Tiba-tiba dua orang memukulinya dari belakang. Dan dg cepat melingkarkan tangan untuk mencekik J.O. Seketika J.O menjadi susah bernafas, Ia segera meraih pistol dan menembaki mereka semua. Mereka semua tewas seketika. Laju mobil menjadi tak terkendali. J.O segera memegang kemudi dan fokus kembali mengejar mobil yg membawa Mika.



Namun J.O kehilangan jejak. Walau begitu, ia tetap melaju ke arah semula. Sembari melayangkan pandangan matanya ke seluruh sudut jalanan. Tetapi Tuhan masih berpihak padanya. Ia menemukan mobil kejarannya berbelok ke kawasan pabrik tua dan berhenti disana. Dan memarkirkan mobilnya di sudut pagar beton. Ia pun keluar dan mendekati pabrik tua itu dan tetap waspada. Ia melihat ada dua penjaga di sisi kanan dan kiri atas bangunan. Ia pun menembak mereka. Ia melompat naik ke sebuah tangga dan bersembunyi di kegelapan. Setelah ia menembaki beberapa penjahat yg berjaga di ruangan pertama. Datanglah lagi beberapa orang menembakinya. J.O segera balas menembaki mereka. Namun lengannya terkena tembakan. Dan darah pun mengalir.



Tanpa ampun ia maju menembaki penjahat yg menghalanginya. Ketika pelurunya habis, ia mengambil air softgun milik penjahat dan menyimpan persediaan pelurunya ke kantung celana. Ia kembali menerobos dan menembaki penjahat yg menghadang. Beberapa penjahat sudah terkapar. Ia mendobrak satu persatu pintu yg ada di ruangan pabrik kosong itu. Pabrik tua yg sudah tak terpakai itu benar-benar menakutkan. Kosong dan gelap.



Ia berteriak memanggil Mika. Namun tak ada jawaban.


Ia berusaha tetap waspada ketika mendobrak satu persatu pintu yg tertutup. Dan sampailah ia ke sebuah ruangan pemintal benang. Ia melihat Mika tak sadarkan diri, duduk di sebuah kursi dg mulut yg tersumpal. Tangan serta kakinya terikat ke belakang.


"Mika ! Mika !! Apa yg mereka lakukan padamu. Mereka tidak melukaimu bukan?!" J.O mendekati Mika sambil melepaskan ikatan yg membelenggu gadis itu.


J.O melihat sebuah bom rakit melingkari perut Mika. Waktunya hanya tinggal lima belas menit. Ia membuka tutup kotak kabel, dan memeriksa panelnya. Sangat rumit.

__ADS_1


Ia mencoba mengamati cara kerja dan kegunaan panel kabel yg saling terhubung. Waktu bom terus berjalan, sekarang tinggal dua menit. Nafas J.O nampak tak beraturan. Keringat pun keluar bercucuran. Ia mengambil pisau kecil dari dalam saku.


Ia akan memotong salah satu panel yg menurutnya bisa menghentikan bom itu. Nafasnya tertahan.


Ia mendekatkan pisaunya ke panel warna biru. Matanya berkedip-kedip karena merasa khawatir. Keringat seukuran jagung pun meluncur dari dahinya. Ia melirik ke arah Bom yg menunjukkan waktu yg tinggal lima detik saja.



Lima. Empat. Tiga.


J.O telah berhasil memotong kabelnya. Angka pada layar waktu bom itu terhenti. Dengan cekatan ia melepas ikatan bom dari perut Mika. Lalu mengendong Mika di punggungnya.


Ia berjalan keluar dari ruangan pemintal benang. Lalu melewati beberapa mayat penjahat. Dengan sangat hati-hati ia menuruni tangga.


Sampailah J.O di tempat ia memarkir mobilnya. Segera ia masuk dan menjalankan mobil itu. Tetapi, baru beberapa meter ia melaju, J.O mendengar suara.


J.O melihat sebuah bom dg waktu tersisa enam detik terpasang di sandaran jok belakang. Ia lekas membopong Mika dan mencoba lari secepat mungkin. Seketika mobil miliknya meledak dan terbakar, hancur berkeping-keping. Tubuh mereka berdua ikut terlempar jauh.


*****


Beberapa menit berlalu dg kesunyian. Hingga Mika terbangun dan melihat J.O terkapar dg luka tersayat-sayat pada tubuhnya. Dengan darah di mana-mana.


"J.O ? Bangunlah" teriak Mika.

__ADS_1


Mika menempelkan kepalanya di dada J.O.


Ia terkejut karena tidak ada suara detak jantungnya. Mika panik dan menangis. Menggoyang-goyangkan tubuh J.O. Namun pria itu tetap diam. Matanya terpejam. Mika mengingat sesuatu. Dalam beberapa film yg ia tonton, ia harus memberikan nafas buatan untuk orang yg membutuhkan seperti J.O saat ini.


Mata Mika terbuka lebar. Ia mengamati muka J.O. Lalu menatap bibir pria yg telah menyelamatkannya itu. Mika menelan ludah.


Sebenarnya ia berharap, ciuman pertamanya dg J.O.


Akan mereka lakukan dg beberapa adegan romantis. Bukan adegan mencekam seperti ini. Namun, tanpa pikir panjang.


Ia mendekatkan mukanya dan memberikan nafas buatan kepada J.O. Ia harus menyelamatkan nyawanya.


Berulang kali ia lakukan hal itu, sambil menekan-nekan dada pria yg saat ini tengah sekarat. Hingga akhirnya pria itu terbangun dan batuk-batuk.


"Uhuk.. Uhuk" mata J.O terbuka.


Tangan J.O mengenggam baju Mika. Ia melempar pandangannya ke arah lain.


"Apa yg kau lakukan?" kata J.O.


"Apa??"


"Yg kau lakukan tadi, pipimu itu menutupi hidungku"

__ADS_1


"Apa katamu? A..aku" Mika merasa malu sekali.


********


__ADS_2