
J.O menangkap tangan Mika agar ia lebih mudah mengikutinya menaiki peti kayu. Setelah mereka berdiri sejajar, J.O mengangkat tubuh Mika agar mudah baginya membuka atap langit-langit ruang itu.
"Panjat pundakku dan naiklah lebih dulu" J.O mengangkat tubuh Mika lebih tinggi lagi.
Mika memanjat pundak J.O dengan sangat hati-hati. Ia juga berpegangan erat di tepian ternit. Perlahan namun pasti, akhirnya ia berhasil berada di atas.
"Sekarang pegang tanganku. Ayo !" Mika mengulurkan tangan pada J.O.
J.O menerima uluran tangan Mika. Tangan satunya memegangi pinggiran ternit. Setelah kedua tangannya bisa berpegangan erat di atap langit-langit, ia berusaha keras untuk mengangkat tubuhnya naik ke atas.
AARRGGHH !
Dan akhirnya ia berhasil naik ke atas menyusul Mika. Mereka mulai merangkak perlahan menyusuri lorong di lubang ventilasi.
"Kau tau kemana mereka membawa koperku?" tanya J.O.
"Yang aku tahu, mereka membawanya kepada seseorang yang datang kemari petang tadi."
"Apa kau melihat wajahnya? Seperti apa ciri-cirinya" tanya J.O merasakan sedikit nyeri di lukanya.
"Aku rasa, dia memiliki kumis tipis dan sebuah tahi lalat di dagunya. Tetapi aku merasa tidak yakin betul"
"Aku harus mencari dia"
"Tidak. Kau harus ke rumah sakit, J.O. Luka di tubuhmu semakin parah."
__ADS_1
Belum lagi mereka sampai di luar, tiba-tiba J.O berhenti merangkak. Tubuhnya lemah dan gemetaran, keringat dinginnya keluar bercucuran.
"Aku tidak kuat lagi" suara J.O terdengar lemah.
Mika melihat wajah J.O semakin pucat. Ia merasa sangat menyesal telah menusukkkan pisau ke perut pria itu.
"Ayo J.O, bngunlah. Kita harus menyelesaikan perjalanan kita. Sedikit lagi, ayo bangunlah"
J.O menggerakkan tubuhnya dan merangkak lagi. Cukup lama mereka berdua menjelahi lorong atap rumah Mika, sampai akhirnya mereka bisa keluar dari sana. Mereka berjalan menuju mobil J.O yang terparkir di halaman depan. Beberapa penjaga yang melihat mereka lolos segera mengejar dan menembaki mereka berdua. Mika mulai menembak dengan keyakinan penuh. Kali ini ia tidak akan memilih jalan yang salah. Ia pun berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi J.O.
Mika menembaki penjaga yang mengejar mereka.
Penjaga-penjaga itu langsung terkapar, Mika segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
******
"Kau harus segera pulih J.O. Mereka akan segera menemukan kita" Mika berharap banyak.
"Bajuku, kau buang dimana" J.O bertanya hal lain.
"Entahlah, aku lupa"
"Apa kau melihat sebuah amplop saat melepas bajuku"
"Ya."
__ADS_1
"Benarkah? Lalu dimana amplop itu" tanya J.O lagi.
"Ada disini" Mika mengeluarkan amplop bertali merah.
dan memberikannya pada J.O.
J.O segera membuka amplop mengambil foto sekumpulan pria yang ingin ia bunuh.
"Apakah mereka yang membuat istri dan bayimu tiada?"
"Ya. Mereka orangnya."
"Aku akan menemanimu mencari mereka. Untuk sementara ini, kau sembuhkan dirimu"
"Ya. Baiklah"
******
Pagi mulai menampakkan sinarnya, memberikan setitik harapan bagi Mika untuk menebus kesalahannya pada J.O. Ia berniat akan merawat J.O sampai sembuh total. Ketika J.O sedang tidur, Mika merasa haus. Ia pun pergi keluar sebentar mencari minuman. Ketika ia pergi, datanglah dua orang penjahat menyamar sebagai perawat dan masuk ke kamar J.O. Penjahat itu akan menyuntikkan bahan kimia beracun ke tubuh J.O yang akan mengakibatkan berhentinya detak jantung secara mendadak.
Ketika mereka hendak menyuntikkan zat kimia , J.O terbangun dari tidurnya. Untung saja ia terbangun disaat yang tepat.
Ia segera merebut suntikan itu dari tangan penjahat dan menendang kedua penjahat yang ada di sisinya. Sehingga mereka jatuh terjengkang. Saat itulah J.O menancapkan suntikan ke tubuh mereka secara bergantian. Sehingga mereka tak berdaya. J.O memeriksa depan pintu kamarnya. Saat dirasa aman, ia mengambil troli untuk cucian baju yang di bawa kedua penjahat tadi. Ia memasukkan kedua penjahat itu kedalamnya dan menutupinya dengan seprei putih
Cukup lama ia menunggu Mika kembali. Ketika Mika kembali dengan dua buah minuman segar, ia meminta Mika untuk segera ikut dengannya. Tetapi Mika meminta J.O minum sebentar. Karena sejak semalam mereka belum sempat minum ataupun makan. Akhirnya J.O menuruti Mika untuk meneguk minuman segar yang dibawakan Mika dari kantin. Setelah dirasa cukup mengobati rasa hausnya, J.O segera pergi menyelinap keluar membawa troli cucian baju diikuti oleh Mika.
__ADS_1
Sesampainya di mobil mereka, J.O memasukkan penjahat-penjahat itu ke dalam bagasi mobil. Lalu menyalakan mobilnya dan meluncur ke jalanan.