TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
SALING MENGUATKAN


__ADS_3

J.O membuka matanya yang tampak berair. Ia mengamati seluruh ruangan dan melihat Daniel bersama Liza di dekatnya. Ia menatap mereka berdua bergantian. Lalu mulutnya berusaha mengatakan sesuatu.


"Jack? Akhirnya kau siuman, kami sudah menunggumu sejak satu minggu yang lalu" ucap Daniel.


"Mi,,mika mana? Kenapa dia tak ada disini?" tanya J.O terbata-bata.


"Dia sedang istirahat di kamarnya. Aku baru saja mengantarnya tidur" jawab Liza.


"Bagaimana dengan penjahat-penjahat itu?" tanya J.O.


"Aku sudah menyelesaikan misimu yang terakhir. Kau bisa hidup tenang sekarang" jawan Daniel.


"Aku akan mendengar ceritanya nanti. Sekarang aku harus menemui Mika. Bisa bantu aku bangun?" J.O berusaha duduk.


Daniel membantu kawannya bangun. Ia tak bisa menghalangi J.O untuk menemui Mika. Ia memegangi J.O dengan erat menuju kamar dimana Mika sedang tidur. Walaupun J.O meminta Daniel untuk melepaskan tangannya, ia tetap memegangi J.O dengan sabar. Mereka pun sampai di depan kamar Mika.


"Terima kasih sudah membantuku berjalan Daniel"


"Ya, kau istirahatlah bersamanya. Aku dan Liza akan datang jika kau memerlukan bantuan" ucap Daniel.

__ADS_1


J.O menganggukkan kepalanya. Ketika Daniel dan Liza berlalu dari hadapannya, ia segera masuk ke kamarnya. Ia melihat Mika sedang berbaring dengan selimutnya. Dengan tertatih-tatih, J.O mendekati istrinya. Ia duduk di samping Mika dan mengamati wajah gadis yang membuatnya bisa merasakan hidup kembali. Di belainya rambut Mika lalu ia menyentuh perut Mika. J.O belum tahu kalau Mika keguguran. Sehingga ia berpikir bahwa bayinya masih ada di dalam perut Mika. Ia merasa sangat bahagia atas kehamilan istrinya. Sudah begitu lama ia menginginkan seorang anak. Namun sampai saat ini takdir berkata lain. Saat J.O mengusap-usap perut Mika, gadis itu merasakan ada seseorang sedang menyentuhnya. Ia membuka matanya dan melihat J.O sudah ada di sisinya. Ia sangat terkejut, tetapi ia juga begitu bahagia melihat J.O selamat.


"Jack?" ucap Mika berbinar-binar.


"Lanjutkan tidurmu. Aku akan menjagamu" ucap J.O dengan senyuman.


"Aku senang bisa melihatmu kembali"


"Aku juga. Maafkan aku yang tidak bisa melindungimu waktu itu" ucap J.O menatap Mika.


"Tidak. Kau selalu melindungiku Jack."


"Ada apa? Apa aku tidak boleh menyentuh bayiku?" tanya J.O.


"Bayimu, bayi kita,,, dokter tidak bisa menyelamatkannya. Aku minta maaf Jack" Mika mulai sesenggukan dalam pelukan J.O.


"Tidak. Apa maksudmu?" tanya J.O.


"Aku mengalami pendarahan hebat. Dan kandunganku tidak bisa bertahan. Aku keguguran Jack,,,aku kehilangan dia,,," Mika menangis.

__ADS_1


J.O tercengang dengan semua yang di ceritakan Mika padanya. Ia begitu terpukul dengan kabar duka tersebut. Sejak kehilangan bayinya yang dulu, ia selalu memandang bahagia orang-orang yang ia jumpai. Orang-orang yang mengajak jalan-jalan putra putrinya. Ia begitu menginginkan hal seperti itu. Namun semuanya hanya menjadi impian. Dua belas tahun berlalu, hingga ia bertemu Mika. Ia pun melabuhkan cintanya pada gadis itu. Dan berharap padanya untuk segera memberinya keturunan.


J.O menarik nafas panjang. Sambil memeluk erat Mika, ia meneteskan air matanya. Dan tampak menangis tanpa suara. Ia begitu sedih telah kehilangan bayinya. Kedua manusia itu saling berpelukan merasakan kesedihan yang dalam.


__________________________


Keesokan harinya, mata Mika terbuka lebih dulu. Dilihatnya J.O sedang terlelap. Dan memeluk dirinya dengan hangat. Wajah pria itu kini tampak begitu lelah. Dan sedikit cekungan dengan warna kehitaman di matanya. Mika meraba dan mengusap pipi J.O.


Ia membayangkan saat-saat dimana ayahnya memukuli suaminya dengan kasar. Saat itu Mika begitu tersiksa. Karena harus melihat orang yang di sangat cintainya di sakiti dengan cara keji.


Lalu Mika ingat kisah J.O dulu. Tentang Minami istrinya. Mungkin rasa sakit J.O seperti yang ia rasakan sekarang. Bahkan bisa jadi semua itu lebih menyakitkan.


"Seperti inikah dulu rasa sakitmu Jack? Kau bahkan melihatnya meregang nyawa dalam pelukan orang-orang itu. Itu mungkin lebih sakit dari yang aku rasakan saat melihatmu di sakiti" gumam Mika.


Mika mendekatkan kepalanya dan mencium pipi J.O. Kemudian memeluknya dan tidak ingin melepasnya lagi. Apapun yang terjadi, dirinya lebih hidup saat bersamanya. Seorang pria yang datang kepadanya dengan atau tanpa sengaja, yang memberi warna di setiap harinya. Sekarang, pria itu sudah kembali dalam pelukannya. Mika sangat bersyukur J.O bisa selamat. Ketika Mika sedang memandangi wajah J.O, tiba-tiba saja mata pria itu terbuka. Ia menatap Mika begitu dalam. Tangannya bergerak mengusap-usap kepala Mika. Dan sedikit tersenyum.


Kemudian berganti mengusap bibir Mika dengan lembut.


J.O tersenyum kembali.

__ADS_1


___________________________


__ADS_2