TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
TUMBUHNYA CINTA


__ADS_3

Saat pagi datang, Mika berusaha membuka matanya karena sinar mentari mulai menyeruak masuk ke kamarnya lewat celah jendela. Mika berjalan ke kamar mandi dan menghabiskan waktu berjam-jam di dalam. Setelah keluar dari bak mandinya, dg cepat ia memakai bathrobenya dan duduk bercermin. Mika menatap tajam ke arah cermin...


Mika mengusap bibir indahnya. Ia juga membayangkan bagaimana manisnya bibir pria itu. Mukanya memerah, ia pun tersenyum malu mengingat kejadian semalam.


"Ahh. J.O"


"Bagaimana ini, aku semakin suka padamu"


Ia mulai mengeringkan rambut panjangnya yg basah dg hair dryer. Belum juga kering sepenuhnya, Mika bangkit karena mengingat sesuatu. Saat ia pulang semalam, ia mengantar J.O ke kamarnya dan meminta petugas klinik agar memberikan pengobatan untuk J.O atas lukanya. Ia berjalan keluar kamar berniat memeriksanya.Apakah dia sudah baikan?


Saat ia membuka pintu, ia melihat seseorang tidur di kursi tunggu depan kamarnya. Mika tau orang itu adalah J.O.


Ia lalu menghampiri J.O yg tengah berbaring di kursi ruang itu.


"Apakah dia menungguiku semalaman ini?"


"Dia bisa saja tidur di kamarnya kan?"


Mika hendak mengusap kepala J.O, seketika pria itu membuka matanya dan memegang tangan Mika. Baju Mika sedikit tersibak karena gerakan tangan J.O barusan. Pria itu duduk dan berdehem.


"Kau sudah bangun nona?"


"Apa-apaan kau ini. Sudah kubilang jangan panggil aku nona" jawab Mika sebal.


"Ya. Baiklah" J.O sedikit tertawa.


"Apa baru saja kau tertawa?"

__ADS_1


"Tidak"


"Hmm,,kau tak bisa menipuku. Aku mendengarnya. Baru pertama kali ini aku melihatmu tertawa"


Mika duduk di sebelah J.O. Memandangi tubuh pria yg ada di sebelahnya itu.


"Lukamu? Apakah semua baik-baik saja?"


"Ya"


"Kudengar, lenganmu terkena tembakan. Apakah itu sakit?"


J.O memalingkan muka menatap Mika. Gadis itu manis sekali. Rambutnya yg panjang tergerai masih agak basah. Serta wajahnya yg belum dipoles apapun membuat penampilannya semakin terlihat cantik alami.


"Tidak sakit"


"Benarkah?"


"Segera ganti bajumu. Lain kali aku akan menerkammu jika kau berpakaian seperti itu di hadapanku"


"Apa maksudmu?"


HUFH !


"Apa kau tak mengerti juga? Ganti segera bajumu. Lalu turun untuk sarapan" ucap J.O sambil berlalu.


Setelah J.O berjalan jauh di depannya. Mika memeriksa pakaiannya. Ia tersadar, bahwa dari tadi ia masih mengenakan bathrobenya yg seksi.

__ADS_1


"Astaga ! Aku membuat malu lagi" pekik Mika menutup mulutnya.


*****


Mika berjalan menuruni tangga, di ruang makan terlihat beberapa pelayannya. J.O juga ada disana.


"Selamat pagi nona" sapa para pelayan menundukkan kepala.


"Pagi"


J.O menyiapkan kursi untuk Mika duduki. Setelah Mika duduk, ia membungkuk memberi hormat. Mempersilahkan Mika untuk menikmati sarapannya. Mika melihat ke arah pria itu. Hanya berdiri mematung. Terlihat sangat dingin. Mika mengernyitkan dahinya. Ia heran, tadi saat bersamanya. Pria itu bisa sedikit santai. Tapi kenapa di sini ia begitu dingin.


"Baiklah. Kalian boleh pergi sekarang" perintah Mika pada para pelayan.


Semua pelayannya pun kembali ke dapur. Lalu ia memulai sarapannya.Tetapi pikirannya masih tertuju pada ucapan J.O tadi pagi. Kalau pria itu akan menerkamnya. Apakah yg di katakannya itu serius? Mika masih bertanya-tanya. Mungkin karena terlalu santai saat makan, J.O memperingatkannya. Bahwa batas waktu masuk sekolah hampir usai. Ia pun menghabiskan makanannya dg terburu-buru. Alhasil ia tersedak dan terbatuk-batuk.


"Kau tidak apa-apa?" tanya J.O sambil menepuk punggung Mika.


J.O duduk di kursi lalu menyodorkan gelas air minum kepada Mika. Muka gadis itu tampak merah padam. Setelah minum, Mika tampak baik-baik saja. J.O memandangi muka gadis itu.


Mulut Mika tampak sedikit belepotan. J.O mengambil serbet yg ada di atas meja lalu membersihkan mulut Mika yg belepotan dg halus dan sabar. Mata Mika terbuka lebar. Menikmati wajah J.O yg tepat berada didepannya.


"Kau ini. Seperti anak kecil saja"


"Apa?"


"Cara kau makan seperti sedang di kejar hantu saja" ucap J.O sedikit menyeringai.

__ADS_1


"Ayo berangkat. Kita sudah terlambat" lanjutnya.


******


__ADS_2