TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
PANGGILAN MISTERIUS. LAGI?


__ADS_3

Jack mengangkat panggilan teleponnya. Ia berdiri menjauh dari keluarganya yang sedang berkumpul. Di halaman depan rumah Daniel, ia mengenali suara yang sedang ia dengarkan sekarang. Suara itu tak lain adalah suara orang yang memberikannya bukti-bukti kongkrit tentang peristiwa masa lalunya.


"Bagaimana kabarmu letnan marinir? Selamat ya. Aku dengar, Bong Cheol dan oranga-orang kepercayaannya sudah tewas. Itu pasti perbuatanmu bukan?" orang di seberang memulai obrolan.


"Kau? Apa tujuanmu kembali menghubungiku. Aku pikir kita sudah tidak ada kesepakatan apapun lagi." ucap Jack.


"Hmm,, Sebenarnya, aku masih punya kesepakatan yang akan aku tawarkan lagi padamu."


"Enyahlah dari hidupku. Aku ingin hidupku tenang sekarang." ucap Jack.


"Ha-ha-ha ! Jangan terburu-buru Jack, aku bukanlah musuhmu yang sebenarnya. Kau tidak akan bisa hidup tenang jika LC masih hidup. Dialah yang membuatmu mengalami semua masalah demi masalah." ucap suara dari seberang.


"Apa? Siapa?"


"LC"


Jack ingat inisial nama itu. Bukankah itu nama yang ia lihat di kertas bukti pengiriman cek yang ada dalam sebuah map yang ia temukan di meja Bong Cheol waktu itu? Jadi, orang itu ikut andil dalam semua peristiwa yang ia hadapi selama ini. Lalu siapakah sebenarnya orang itu. Dan dimana dia sekarang. Jack masih terpaku dalam pikirannya. Ketika suara di seberang melanjutkan bicara, ia kembali fokus pada pokok pembicaraan. Ia juga merasa penasaran. Siapa sebenarnya orang yang selama ini menghubunginya tersebut. Kenapa ia memberi semua bukti padanya. Namun ia tidak mau diketahui keberadaannya. Jack mengaktifkan mode pelacak GPS di ponselnya untuk menemukan lokasi penelepon. Dan ia pun mendapatkannya.

__ADS_1


"Bisakah kita bertemu dan membicarakan hal ini?" tanya Jack.


"Hemm,,Kau mengajakku bertemu? Aku rasa itu sulit." ucap penelepon.


"Jangan menghindar dariku. Jika kau tak mau menemuiku, aku yang akan menemukanmu dimanapun kau berada."


"Baiklah. Temui aku besok jam 9pagi di tempat Yuki-San." ucap orang misterius itu setelah tampak berpikir lama.


Telepon akhirnya ditutup. Jack menghela nafas panjang. Kali ini, apa lagi yang akan ia hadapi. Tidak cukupkah satu Bong Cheol saja yang menjadi penjahat? Kenapa harus ada orang lain lagi? Jack merasa jengah dengan semua hal buruk yang ia hadapi selama ini. Jack hanya ingin hidup normal. Ia juga sudah mengirim surat pengunduran diri dari kesatuannya satu tahun yang lalu. Sama seperti Daniel dulu yang ingin menjalani hidup normal bersama keluarga tercintanya. Dengan langkah cepat ia kembali menghampiri anak-anak di dalam. Mereka masih tampak gembira bermain dengan mainannya. Kadang-kadang mereka bertukar mainan.


"Tidak, kami hanya mengobrol ringan. Jadi tak ada yang kau tinggalkan."


"Apa ada sesuatu yang gawat Jack?" tanya Daniel merasakan gelagat Jack yang seperti tidak nyaman.


"Kau ingat dengan orang misterius yang pernah aku ceritakan padamu Daniel? Dia menghubungiku lagi. Dan mengatakan masih ada seseorang di balik semua kejadian yang aku alami. Jadi mungkin, aku akan menghadapi sesuatu sekali lagi." ungkap Jack.


"Masih ada pelaku lain? Siapa kira-kira?" gumam Daniel.

__ADS_1


"Aku pernah melihat seseorang yang datang pada Bong dengan memakai jaket kulit coklat dan bertopi. Apakah dia orangnya?" ucap Jack.


"Siapapun dia. Jika kau butuh bantuan segera hubungi aku Jack." kata Daniel.


Sore itu, Jack dan Mika berpamitan hendak pulang. Seperti biasanya, anak-anak selalu bergelayutan di lengan Jack. Dan menginginkan paman Jack untuk menginap. Namun Jack ada urusan yang penting. Sehingga ia harus meninggalkan anak-anak yang masih ingin bermain bersamanya. Keluarga Daniel mengantar kepulangan Jack dsn Mika sampai di halaman luar. Ketika mobil Jack mulai meninggalkan rumah Daniel, mereka saling melambaikan tangan. Sekitar 30 menit kemudian, mobil Jack sudah meluncur di jalanan dengan kecepatan sedang. Ketika hampir sampai di "Mi-ma Beaty ", Mika mengatakan sesuatu pada suaminya.


"Jack, nanti turunkan aku di salon ya. Jika kau ada urusan, suruh Kang il untuk menjemputku." kata Mika kalem.


"Baiklah. Apa kau akan berlama-lama disana?" tanya Jack.


"Aku rasa, Ya. Aku ingin mandi spa dan memberi vitamin pada rambutku." jawab Mika.


Jack mengecup bibir Mika sesaat sebelum Mika turun dari mobil. Setelah Mika turun dan berdiri di depan salon, ia melambaikan tangan pada Jack. Lalu masuk ke dalam salon dan disambut semua karyawannya. Karena Mika sudah berada di dalam, mobil Jack melesat dari sana dengan kencang. Ada sesuatu yang harus ia temukan di kamar Bong. Yang sempat ia lupakan satu tahun ini. Untuk sesaat Jack menahan nafasnya dan melepas pelan-pelan.


_________________


* Terima kasih banyak sudah setia membaca kisah Jack & Mika. 😘❤

__ADS_1


__ADS_2