TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
SERANGAN DAN PELARIAN


__ADS_3

Ketika merasa dekat dengan kekalahannya, Duk Ghul meraih pedang hiasan di atas meja yang ada di depannya. Dengan cepat ia menggenggam dan mengayunkan pedang itu ke arah belakang tubuhnya dengan maksud agar mengenai tubuh J.O. Namun J.O cukup piawai menghindari serangan. Sehingga ia tidak terkena sabetan pedang yang di ayunkan Duk ke arahnya. Ketika Duk mengejar J.O sambil mengayun-ayunkan pedangnya dan menyerang dengan beringas. Terlihat sekali bahwa ia ingin segera menghabisi nyawa J.O. Mika sampai menjerit-jerit histeris melihat suaminya sedang terancam. Sehingga ia berteriak pada J.O.


"Awas Jack !"


Tetapi teriakan Mika justru membuat konsentrasi J.O terganggu. Karena J.O menoleh ke arah Mika, ia menjadi lengah. Hal itu memberikan kesempatan pada Duk untuk mengayunkan pedang ke arahnya. Dan benar saja, akhirnya pedang itu mengenai dadanya membentuk tanda X. J.O tampak sedikit tumbang. Ia jatuh dengan lutut menyentuh lantai. Ia merasa kesakitan karena darah menembus baju dan jaket kulit tebalnya.


Melihat hal itu, Duk merasa bangga bisa melukai tubuh J.O dengan mudahnya. Merasa J.O sudah kalah, Duk Ghul pun mencoba menyerang Mika. Tetapi sebelum pedang Duk melukai Mika, J.O bangun meraih meja kaca lalu melemparnya ke arah Duk. Ternyata meja itu langsung pecah ketika ditendang Duk. Karena mendapat serangan balasan dari J.O, Duk kembali menyerang pria itu dengan serampangan. Pedang itu sempat mengenai sofa di ruangan itu dan sebuah lampu hias. Dengan berbagai cara J.O menghindar dan berlari dari sabetan pedang Duk. Ketika ia dekat dengan gorden, ia pun berpegangan pada gorden itu dan berayun menapaki dinding. Lalu dengan sekali lompatan, ia menendang perut Duk Ghul.


Tubuh Duk Ghul terdorong ke belakang dan terlempar ke jendela kaca samping tempat J.O berayun tadi. Begitu kerasnya, Duk menabrak kaca jendela sampai kacanya pecah berkeping-keping. Dan karena nasib Duk sedang sial, ia tidak sempat berpegangan pada sisi jendela. Ia pun terlempar ke luar jendela dan jatuh kebawah dari lantai lima ke lantai paling bawah. Akhirnya Duk tewas seketika.


_____________________


Ketika J.O melihat musuhnya jatuh ke bawah melewati kaca jendela. Ia merasa lega. Namun ia kembali lemas dan kesakitan.


Saat terkena pedang tadi, ia berusaha bangkit untuk melindungi Mika yang hendak di dekati Duk. Bagaimana pun caranya, ia lebih mementingkan keselamatan orang yang di cintainya itu daripada keselamatan dirinya. Mika segera menghampiri J.O untuk memberikan pertolongan pertama. Ia menuntun suaminya itu duduk di sebuah sofa yang sempat terkena sabetan pedang Duk.

__ADS_1


"Lepaskan bajumu Jack, aku akan mengikatnya" kata Mika.


Mika menyobek gorden di belakangnya dengan sebuah pedang yang tertinggal di lantai. Lalu ia ikatkan pada dada J.O agar luka menganga karena sabetan pedang yang mengenai pria itu berhenti mengeluarkan darah.


"Bertahanlah Jack, ayo kita lari saja dari sini. Aku tidak ingin kau celaka, berjanjilah kau akan selalu bersamaku" ucap Mika.


"Aku tidak akan lari. Masih ada yang harus aku selesaiakan"


"Tapi kau sudah berkorban banyak, keadaanmu juga sedang tidak baik dengan luka sayatan seperti ini" Mika mengingatkan J.O.


"Aku harus menyelesaikannya sekarang juga" ucap J.O sambil memungut senapannya yang sempat jatuh terlempar ke kolong meja.


"Maaf. Kali ini aku harus melakukannya. Jika aku dapatkan mereka, aku berjanji akan selalu bersamamu"


"Jack,,, aku mohon. Mari pergi dari sini" Mika menitikkan air mata.

__ADS_1


J.O menggigit bibir bawahnya dan menatap Mika dalam-dalam. Karena melihat Mika menangis , J.O jadi berpikir untuk mengalah dan menuruti permintaan Mika.


"Baiklah, aku akan pergi dari sini bersamamu. Kau jangan menangis lagi" ucap J.O sambil mengusap air mata Mika.


Belum juga mereka pergi dari tempat itu, datanglah beberapa orang yang dengan asal menembaki mereka berdua. Dengan geram J.O membalas tembakan mereka dan mengenai mereka semua. Lalu meraih tangan Mika dan mengajaknya melarikan diri dari ruang itu. Sambil terus menembaki musuh yang datang menghadang, J.O menggenggam erat tangan Mika. Karena terdesak oleh musuh yang terus mengejar, mereka berdua melarikan diri ke balkon gedung tersebut. Mereka juga berlari di atas atap-atap. Meloncat-loncat bebas. Dari atap satu ke atap sebelahnya. Sambil terus menembaki musuh, J.O membantu Mika memanjat dari satu atap ke atap lainnya. Ketika hendak melompati gedung seberang, Mika merasa takut. Selain ia takut karena jarak gedung yang mereka pijak dengan gedung sebelah cukup jauh. Mika juga khawatir pada kandungannya.


"Aku akan melompat terlebih dahulu. Setelah sampai disana, kau melompatlah. Aku akan menangkapmu."


"I,,iyya" jawaban Mika masih ragu.


Karena Mika sudah memberi jawaban "Ya", J.O pun melompat ke gedung seberang dan bersiap untuk menangkap Mika. Namun setelah J.O berada di seberang, Mika tidak lantas menyusulnya.


Hal itu membuat J.O khawatir. Ia berteriak memanggil Mika untuk segera melompat karena ia akan menangkapnya.


"Mika ! Apa yang membuatmu menunggu ? Cepatlah melompat, aku sudah siap untuk menangkapmu !" teriak J.O keras-keras.

__ADS_1


Namun ia melihat Mika menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menangis. Ia berpikir bahwa Mika takut ketinggian. J.O pun bersiap-siap kembali ke tempat Mika.


____________________________


__ADS_2