
Malam itu Liza dan Mika menyiapkan makan malam untuk suami-suami mereka yang hendak pergi menjalankan misi. Anak-anak Liza sudah tidur, sehingga mereka bisa membicarakan hal serius dengan aman.
"Kalian harus jaga diri. Ingat, kalian tidak boleh tiada" ucap Liza memecah kesunyian.
"Benar, kau harus jaga dirimu" sahut Mika.
Daniel dan J.O menyantap makan malam mereka dengan cepat tanpa suara. Setelah selesai dengan makan malamnya, J.O segera memakai sarung tangannya dan memakai tas punggungnya. Ia juga menyiapkan ikat pinggang tempat dua pistol di saku kanan kiri. Lalu menyiapkan senjata api mereka di sebuah tas koper. J.O mencium kening Mika dan meminta Mika agar menjaga dirinya bersama Liza. Karena Daniel dan J.O tidak akan mengajak wanita untuk beerpartisipasi dalam misi mereka. Sekali lagi, J.O memeriksa peta dan nama orang yang akan mereka habisi. Jika mereka berhasil menghabisi Cheng hari ini, dan masih ada sisa waktu untuk yang lainnya. Maka mereka akan menghabisi juga target yang kedua.
_________________
Sampai di lokasi perjudian, mereka langsung memata-matai gerak gerik Cheng dari dalam mobil. Selain remang-remang, Tempat itu tampak sangat sepi. Hanya ada lampu kelap kelip di pintu masuk gedung. Saat mereka berencana masuk ke tempat itu, orang yang mereka incar tampak sedang berjalan keluar menuju mobilnya dikawal tiga orang pengawal.
"Dia benar Cheng. Dan ada tiga orang pengawal yang bersamanya" ucap Daniel melihat dari teropong.
"Baiklah. Mari kita selesaikan" ucap J.O.
J.O segera mengarahkan senapannya ke arah Cheng. Hanya dalam hitungan detik Cheng dan ketiga pengawalnya terkapar dan bersimbah darah. Daniel melarikan mobil mereka dengan cepat menjauhi tempat kejadian. Misi menghabisi Cheng tidak ada perlawanan. Karena kebetulan di tempat itu tidak ada orang yang melintas. Mobil mereka kembali melaju ke jalanan menuju target kedua. Yaitu Philip. Pemilik diskotik terlaris di Nonhyeong, gangnam-gu. Berbeda dengan lokasi bisnis Cheng Suk yang sepi, di lokasi ini banyak anak-anak muda yang lalu lalang keluar masuk berpasang-pasangan. J.O dan Daniel menyusun rencana agar mereka mudah memasuki lokasi dan menghabisi Philip dengan mudah. Akhirnya J.O memutuskan untuk masuk sedang Daniel menunggu mobil. Berjaga-jaga apabila terjadi hal yang mengharuskan mereka untuk segera pergi dari tempat itu.
"Aku kedalam" ucap J.O.
"Berhati-hatilah kawan" jawab Daniel.
J.O masuk dengan pakaian jas hitam dan kacamatanya. Ia hanya membawa pistol yang ada di samping ikat pinggangnya. Dalam beberapa langkah saja, J.O bisa melihat bahwa di dalam diskotik banyak sekali anak muda yang berpesta. Ia pura-pura berbaur dan memesan minuman. Tak berapa lama seorang wanita mendekati dan menyapanya.
__ADS_1
"Kau sendirian saja? Mau aku temani?" tanya wanita bernama Yuri.
"Ya, boleh saja" ucap J.O sambil meminta segelas minuman pada pelayan. Lalu ia berikan pada Yuri.
"Hmm,, kau harus menikmati pestanya" ucap Yuri sambil meneguk habis minumannya.
"Apa kau bisa memberitahuku bagaimana cara untuk menikmatinya" J.O pura-pura menggoda.
"Tentu saja sayang" Yuri mendekati J.O dan melingkarkan tangannya di pundak J.O.
Yuri mengajak J.O berdiri dan berdansa. J.O menuruti keinginan Yuri sambil tetap melayangkan matanya ke segala arah.
Mereka berdua berdansa dan berjoget. Yuri beberapa kali mengusap tubuh J.O sambil memperlihatkan lekukan tubuhnya yang seksi pada pria itu. Tampak sekali bahwa wanita itu sudah mabuk berat. Tidak butuh waktu lama, J.O berhasil membuat wanita itu terpesona padanya. Iapun memberikan beberapa pertanyaan tentang Philip.
"Ya, aku bekerja di tempat ini"
"Benarkah? Itu artinya aku bisa menemuimu kapanpun" J.O mendekatkan kepalanya ke telinga Yuri.
"Untukmu tentu saja bisa. Tetapi tidak setiap waktu aku disini"
"Lalu, dimana kau selain disini?" ucap J.O mengawasi suasana.
"Aku ada di rumah pribadi Bos besar. Melayaninya setiap hari"
__ADS_1
"Bos besar? Siapa namanya" tanya J.O mendekati wajah Yuri.
"Bos besar bernama Philip. Dia seseorang yang kasar. Sejujurnya aku takut padanya" ucap Yuri memejamkan mata sambil memeluk J.O.
"Apa sekarang dia ada disini?"
"Ya, dia ada di lantai atas" ucap Yuri meraba dada J.O.
Beberapa menit kemudian J.O menyelinap pergi dari hadapan Yuri menuju lantai atas. Ia mendapati ruangan besar yang terbuka. Dengan penuh kewaspadaan ia melangkah kedalamnya. Tampak berapa penjaga yang berjalan ke arahnya. J.O segera melepaskan peluru ke dada mereka sehingga mereka jatuh ke lantai. Mendengar suara tembakan, penjaga lain dari ruangan khusus keluar dan berusaha menembaki J.O. Namun mereka kalah cepat dengan gerakan J.O yang lebih dulu menembaki mereka. Tampak dua orang melarikan bos mereka (Philip) ke kamar lain. Dan segera diikuti J.O. Ketika sampai di lorong buntu, kedua pengawal Philip berusaha menghajar dan melawan dengan tembakan pistol. Namun peluru J.O melayang tepat di kepala mereka sehingga mereka tumbang. Sekarang tinggallah Philip yang ketakutan menghadapi J.O. Selain ia tidak membawa senjata apapun, ia juga mengenali sosok J.O.
"A,,apa yang kau inginkan dariku" tanya Philip.
"Tentu saja aku menginginkan kematianmu" ucap J.O mengarahkan pistolnya ke dekat kepala Philip.
"Ampuni aku. Aku tidak melakukan apapun pada istrimu"
"Jadi sekarang kau tidak mau mengakuinya? Apa kau lupa dulu kau ikut menghabisi istriku ! Ha !!" mata J.O semakin tajam memandangi Philip.
"Jangan bunuh aku. Aku mohon" Philip gemetaran.
"Sekarang aku akan mengantarmu ke neraka. Nikmatilah prosesnya" jari J.O mulai menarik pelatuk pistolnya.
DOORR !!!
__ADS_1
__________________