TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
DI TAMAN BUNGA SAKURA


__ADS_3

Malam itu, J.O sedang mengajak Mika jalan-jalan. Mereka mencari angin segar dan sedikit hiburan. Dengan langkah santai, mereka menapaki jalanan dekat dengan hotel yang mereka sewa.


Setelah misinya dengan Daniel menghabisi Kim Jihun selesai siang tadi, J.O sengaja kembali ke motelnya. Ia ingin memberikan waktu bagi Daniel bersama keluarganya. Sudah beberapa hari ini kawannya itu menemani dirinya beraksi. Ia tidak ingin Daniel kehilangan waktu bersama anak-anaknya. Dalam perjalanan yang santai, J.O menggenggam erat tangan Mika. Sesekali mereka menghentikan langkah untuk duduk di kursi-kursi taman yang tersedia di taman. J.O membawa Mika ke sebuah taman dengan pohon sakura yang sedang mekar. Disana-sini terdapat lampu-lampu bercahaya terang dan kelap kelip.


"Apa kau suka?" tanya J.O.


"Ehem,,,aku sangat suka. Lihatlah Jack, pohon yang indah. Aku ingin mengambil gambar bersamamu disini. Ayo" Mika tampak sangat menikmati kebersamaannya dengan J.O.


Mereka berdua mendekati salah satu pohon sakura dan duduk di kursi yang tersedia di samping pohon itu. Mika segera mengeluarkan ponselnya. Ia mengambil beberapa gambar dirinya dan J.O suaminya. Berbagai ekspresi dan gaya yang Mika buat saat mengambil gambar. Salah satu gayanya adalah mencium pipi J.O. Setelah Mika puas berfoto, ia melihat gambar yang ia ambil tadi. Ia mulai cekikikan. Karena ekspresinya bermacam-macam dan tampak lucu. Mika begitu asyiknya mengamati hasil jepretannya. Ia tidak menyadari, J.O memandanginya dengan penuh cinta dan senyum lebar.


Pria itu merasa sangat beruntung bisa mengenal gadis itu.


Walaupun ayah gadi itu telah menghabisi istri pertamanya, ia tidak bisa berbohong pada dirinya. Bahwa ia begitu mencintai gadis konyol, gadis seksi, gadis manis, gadis agresif yang sekarang ada bersamanya.


Saat J.O memandangi Mika dengan bibir yang tersenyum bahagia, ia terlalu fokus pada suara Mika yang tertawa-tawa. Sehingga ia melupakan tujuannya untuk apa ia mengajak Mika jalan-jalan. Ia sedikit melamun dan membayangkan ia sedang bermain bersama anak-anaknya yang dilahirkan Mika.


Mika menoleh pada J.O dan merasa heran kenapa suaminya terus memandanginya dan melamun. Beberapa kali Mika memanggil, namun tidak membuat J.O berhenti tersenyum. Mika menyentuh rahang J.O lalu mendekatkan bibirnya dan mencium suaminya dengan lembut. Ia juga memeluk tubuh suaminya itu dengan erat. J.O menyadari bahwa dirinya tengah melamun.


"Apa kau tidak risih melakukan ini diluar?" tanya J.O tersendat-sendat karena Mika belum melepaskan bibirnya.

__ADS_1


"Tidak" jawab Mika nakal.


"Dasar gadis nakal. Lepaskan bibirku, aku risih berciuman didepan umum" ucap J.O menjewer telinga Mika.


Tetapi, Mika justru mengigit bibirnya.


"Aaaaarrghhhhh" suara J.O memecah kesunyian.


Beberapa orang yang berlalu di depan mereka menoleh ke arah mereka dan merasa heran pada kelakuan mereka berdua.


Ada juga beberapa ibu yang menutupi mata anak-anaknya yang menatap ke arah mereka. J.O semakin risih dibuatnya. Iapun menarik tubuh Mika agar mengikutinya berdiri meninggalkan tempat itu. Mika tertawa-tawa kecil melihat ekspresi J.O yang merasakan malu karena ulahnya. Muka pria itu tampak kemerahan menahan malu dan menahan nafsunya. Ia berjalan dengan langkah lebar menggiring Mika masuk ke mobil yang ia parkirkan. Ia menyetir mobilnya sedikit ngebut. Keluar dari tempat wisata yang ramai pengunjung. Di tengah perjalanan, ia mematikan mesin dan menghentikan mobilnya di sebuah lembah. Jalanan di sekitarnya hanya kumpulan pohon sakura yang rimbun. Di sebuah tikungan yang sepi dan hanya sesekali di lewati mobil. J.O mulai mendekati Mika.


"Oh? Apa ini Jack. Apa ini sifat aslimu?" tanya Mika menggoda suaminya.


"Lebih dari ini" jawab J.O meraba kaki Mika.


"Jadi? Selama aku melakukannya denganmu?" Mika heran.


"Itu belum apa-apa" jawab J.O singkat.

__ADS_1


_____________________


Mika membuka matanya saat sinar matahari mulai masuk kedalam mobil, Mika mengerjap-ngerjapkan matanya dan dengan perlahan mencoba duduk. Tampaklah olehnya J.O sudah duduk kembali di kursi kemudi.


"Apa kau sudah bangun?" tanya J.O mengagetkan.


"Apa kita tidur disini semalam?"


"Ya"


"Lalu, Kau sendiri bangun sejak kapan?" tanya Mika.


"Sudah dari tadi" tanya J.O.


"Apa sekarang kita akan pulang?"


"Ya"


Mika mengingat-ingat kejadian semalam. J.O begitu berbeda dari biasanya. Mika menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


_____________________


__ADS_2