TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
ISTRI BARU


__ADS_3

Perasaan Mika sudah agak tenang, ketika J.O mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut.


"Apa kau mau menikah denganku? " tanya J.O.


"Kenapa tiba-tiba mengajakku menikah?" jawab Mika.


"Aku tidak ingin memiliki hubungan yang seperti ini."


"Maksudmu?"


"Hubungan kita, ayo kita menikah. Agar status kita sah sebagai sepasang suami istri"


"Jujur. Ini ide gila"


"Kenapa?"


"Sekolahku bagaimana?"


"Kita pikirkan itu nanti"


_______________


Keesokan harinya.


Di sebuah gereja tua. Kedua pasangan muda itu berdiri menghadap seorang pendeta. Mereka berjanji akan menjalani suka duka bersama. Dan membangun rumah tangga yang baik dan benar. Akhirnya, merekapun sah menjadi sepasang suami istri. Mereka berjanji akan mendaftarkan pernikahan mereka setelah misi mereka tuntas. J.O memandangi istri barunya. Ia lebih tenang jika harus tinggal bersama seorang gadis yang sudah menjadi istrinya. Ia tidak akan menahan semua keinginannya seperti waktu sebelumnya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Mika tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku merasa bahagia. Apa kau bahagia?" tanya J.O balik.


"Aku selalu ingin melakukan ini. Sekarang aku sudah melakukannya. Tentu saja aku bahagia" ucap Mika bersemu.


"Tetapi, aku minta maaf padamu Mika. Saat ini, kita belum bisa mendaftarkan pernikahan kita"


"Tak mengapa. Yang penting aku sudah memilikimu seutuhnya" jawab Mika menatap wajah suaminya.


J.O kembali terdiam. Ia berharap, misinya kali ini berakhir dengan keberhasilan. Jika ia berhasil menangkap Bong Cheol, ia juga bisa membalaskan dendam pada mereka yang menghabisi Minami.


Setelah itu, ia akan mengajak Mika pergi ketempat keluarganya berada, di Amerika. Satu jam kemudian, mobil mereka sampai di parkiran sebuah market. Mika membeli beberapa barang kebutuhan. Mereka butuh makanan instan dan minuman kaleng serta beberapa obat. Ketika mereka selesai membayar dan hendak keluar dari market, J.O melihat anak buah Bong Cheol yang mungkin sedang mencari mereka. J.O menarik Mika agar menjauh dari mereka. Ketika orang-orang itu melewati rak di belakang mereka, J.O mengendap-endap menjauhi tempat itu. Dan dengan gerakan cepat J.O membawa Mika dan belanjaan mereka keluar menuju mobilnya.


"Cepat pergi dari sini. Mereka pasti mencari keberadaan kita" J.O mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Apa kita akan selamanya sembunyi?" tanya Mika resah.


"Siapa?"


__________


Mereka sampai di hotel kembali kira-kira saat hari mulai beranjak petang. J.O merebahkan tubuhnya ke sebuah sofa. Sedangkan Mika mengeluarkan barang-barang yang sempat mereka beli tadi.


Ia membuka dua buah minuman kaleng. Untuknya dan untuk J.O suaminya. Mika belum percaya, sekarang ini ia benar-benar menikah dengan pria yang ia inginkan. Di pandanginya suami barunya dari kejauhan. Ia membayangkan hal apa saja yang bisa ia lakukan dengan suaminya itu. Mika berpikir, sekarang juga hal-hal romantis akan ia lakukan bersama J.O. Kemudian, ia mendekati J.O dan mengulurkan minuman kaleng untuknya. J.O menerimanya dengan biasa saja. Suami barunya itu bahkan sibuk menatap ponselnya. Sebenarnya J.O sedang mencari-cari nomor teman lama yang ia katakan tadi pada Mika. Seseorang yang ahli dalam merakit senjata api. Orang itu sama-sama seorang marinir. Namun teman lamanya itu sudah mengundurkan dirinya dari kesatuannya. Untuk menikmati hidup tenang bersama keluarganya. Ketika ia mendapatkan nomor teman lamanya itu, ia segera menghubunginya. Untunglah, nomor itu masih aktif.


"Daniel, itukah kau?" J.O membuka obrolan.


"Ya. Siapa ini?"

__ADS_1


"Aku Jack. Aku harus bertemu denganmu segera. Apa kau ada waktu? tanya J.O pada Daniel.


"Jack? Sudah lama tak berjumpa, kawan?" teriaknya bahagia.


"Ya ini aku Jack, aku membutuhkan bantuanmu Daniel. Besok kita bertemu. oke?" ucap J.O.


"Baiklah. Aku akan mengirimimu alamat rumahku"


"Ya. Aku tunggu "


____________


J.O mengalihkan pandangannya mencari gadis yang sekarang telah menjadi istrinya. Ternyata gadis itu ada di dapur. Ia segera mendatangi Mika yang tampak dari kejauhan sedikit murung.


Mika sedang memanasi makanan siap saji mereka di microwave. Gadis itu tak menyadari ada pergerakan di belakangnya.


Tiba-tiba seseorang memeluk pinggang Mika dari belakang. Lalu menciumi pipinya dengan penuh cinta. Mika memegangi kepala J.O dengan tangan kirinya. Pria itu menenggelamkan wajahnya ke leher kiri Mika. Dan mengecup beberapa bagian.


"Sekarang, aku tak ragu lagi untuk melakukannya" bisik J.O di telinga Mika.


"Benarkah?"


Pria itu mengangkat tubuh Mika agar duduk di atas meja dapur.


Lalu ia berdiri menghadap Mika. Dengan jempol tangannya, ia membuka bibir Mika dengan lembut. Kemudian ia langsung memberikan ciuman untuknya beberapa kali. Untuk sesaat suasana menjadi hening.


________________

__ADS_1


__ADS_2