TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
BERTEMU ORANG BAIK


__ADS_3

Memasuki senja, terjangan ombak di lautan kian meningkat. Mika terlihat begitu susah payah saat mencoba menyeimbangkan dirinya agar tetap berada di permukaan. Ia terombang-ambing di lautan sambil mempertahankan pria yang nampak semakin sekarat.


"TOLONG !!" Mika berusaha meminta tolong.


Untung saja, dari kejauhan nampak sebuah perahu sekoci yang di atasnya berdiri seorang nelayan tua (kakek Song).


Nelayan itu tengah melemparkan jaring untuk menangkap ikan.


Cukup lama hingga kakek Song itu mendengar teriakan minta tolong dari Mika. Betapa terkejutnya kakek Song ketika di lihatnya ada dua orang manusia tengah terombang-ambing dipermainkan ombak di lautan. Ia pun berusaha mendekatkan perahu sekocinya ke dekat Mika. Dan mencoba meraih tangan gadis malang itu.


"Tolong bantu angkat temanku dulu, tuan" pinta Mika pada sang nelayan.


Sang nelayan tua pun menuruti permintaan gadis yang seumuran putrinya itu. Ia berhasil mengangkat tubuh seorang pria yang besar dan berat. Semakin terasa berat tubuh yang ia angkat dikarenakan rantai dan bola besi yang melingkar di pergelangan kakinya. Kakek Song nampak kebingungan dengan apa yang di lihatnya. Tetapi kemudian, ia juga segera mengangkat Mika dari dalam air.


"Kau tidak apa-apa nak? Apa yang terjadi pada kalian berdua?" tanya nelayan tua.


"Aku berusaha menyelamatkan temanku, ia hampir mati di tenggelamkan" jawab Mika.


Mika berusaha membuka mata J.O dan menekan-nekan dadanya. Walau sudah di goyang berulang kali, tubuh pria itu tetap diam. Ia mendekap tubuh J.O sambil menangis sesenggukkan. Tubuh pria itu terasa sangat dingin, begitu juga ia merasakan dingin di tubuhnya. Mika merasa kedinginan.



Gadis muda yang merasa takut akan kehilangan seseorang yang dia cintai itu mendekatkan muka dan bibirnya segera.


Ia mencoba memberi nafas buatan untuk J.O seperti waktu mereka ada di pabrik tua. Ia melakukannya berulang-ulang. Namun pria yang bersamanya itu tak menunjukkan tanda-tanda akan siuman.

__ADS_1


"Tuan, apakah ada rumah sakit yang dekat dari tempat ini?" tanya Mika lagi.


"Kalau ke rumah sakit, mungkin akan terlalu jauh, nona. Istriku adalah seorang tabib,, mari kita bawa dia kesana sebelum terlambat"


****


Di sebuah gubuk tua reyot, seorang wanita tua (Nenek Nian Nie') dengan sabar menghangatkan tubuh pria muda dan seorang gadis muda yang dibawa suaminya malam ini. Dengan beberapa lilin yang menyala, Ia memanasi jarum akupunturnya. Yang kemudian ia tusukkan beberapa jarum ke tubuh J.O. Ke leher, dada, perut dan kedua pergelangan tangan pria itu.


Ia juga memberikan ramuan tradisional untuk di minum Mika.


"Minumlah, ramuan ini bisa menghangatkan kembali badanmu" ucapnya pada Mika.


Kemudia ia mulai memberikannya pada J.O.


Nenek Nian Nie' menyuapkan ramuan yang di buatnya sedikit demi sedikit ke mulut pemuda yang tengah sekarat dan tak sadarkan diri itu. Setelah semua tertelan oleh J.O, nenek Nian menyuruh suaminya untuk membaringkan tubuh pria itu kembali.


"Kau tidurlah sekarang, besok temanmu akan siuman"


"Benarkah? Baiklah kalau begitu" ucap Mika mulai merasakan kantuk.


*****


KUKURRRUYUUKKK !!


Suara ayam jantan terdengar memekakkan telinga. Membuat semua orang yang ada di sekitar mulai terbangun. Kakek dan nenek yang menolong mereka telah beranjak memulai aktifitas mereka. Nenek Nian sedang memasak bubur untuk sarapan mereka. Mika terbangun dan mencium aroma sedap dari dapur.

__ADS_1


"Nenek masak apa? Apa aku boleh membantu?"


"Kau sudah bangun?"


"Tentu saja anak manis. Pagi ini kita sarapan Bubur gingseng. Dan sup ikan. Kalian berdua membutuhkan asupan energi untuk memulihkan tenaga kalian"


"Bagaimana pacarmu, apakah sudah siuman?" tanya nenek Nian.


"Pacar? Emm,,,aku belum melihatnya nek" jawab Mika.


"Pemuda itu tampan. Dan kelihatannya dia juga memiliki tubuh yang kuat. Itulah sebabnya mengapa dia bisa bertahan sejauh ini"


"Aku berharap juga seperti itu nek, aku begitu takut jika harus kehilangan dia."


Sambil membantu nenek Nian memotong gingseng, Mika melirik ke arah wanita tua itu. Ia begitu bersyukur mendapatkan pertolongan dari kakek dan nenek nelayan ini. Mereka begitu baik dan sabar memberi perawatan untuk J.O dan dirinya.


*****


Sementara Mika sibuk di dapur dengan nenek Nian, seseorang berusaha untuk duduk. Sebenarnya, J.O telah membuka matanya dari semalam. Namun ia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Ia juga mendengar semua percakapan dan melihat kegiatan yang Mika lakukan pagi ini bersama nenek Nian.



Pria itu tersenyum merasakan kedamaian dalam hatinya. Entah bagaimana ceritanya ia bisa sampai di tempat itu, ia ingin melupakan semuanya sejenak. Melupakan sejenak percobaan pembunuhan pada dirinya. Yang sengaja dilakukan seseorang padanya.


*****

__ADS_1


__ADS_2