
Saat mata Mika terbuka, seseorang tampak menjaganya. Ia khawatir terjadi sesuatu pada wanita itu. Semenjak pertemuannya dengan Jack waktu itu, entah mengapa ia selalu mengawasi Mika jika di kampus. Dia seorang pria korea. Lebih muda dari Jack suaminya. Dia adalah Sungjae. Orang yang bertemu dengan Jack di pertemuan mereka, kemarin. Sejak itu, Sungjae seperti bertanggung jawab untuk menjaga Mika di luar.
"Terima kasih telah myelamatkanku." Mika mengucapkan terima kasihnya.
"Sama-sama."
"Siapa kau? Apa kau mengenalku?" Mika merasa pernah melihat orang itu.
"Tentu saja, aku mengenalimu sebagai istri Jack." ungkap Sungjae apa adanya.
"Kau teman suamiku? Siapa namamu?" tanya Mika penasaran.
"Namaku Sungjae."
Mika terhenyak mendengar penuturan dari pemuda itu. Ia ingat saat Jack mengatakan padanya tentang orang misterius itu, dialah mantan pelayan ayahnya. Mika pernah melihatnya bersama wanita yang menjadi istri muda ayahnya saat pertama kali dibawa kerumahnya. Anak laki-laki yang usianya mungkin lima tahun lebih tua darinya itu di pekerjakan sebagai pelayan tamu. Ya, dan kini orang yang di ceritakan Jack itu ada didepannya. Kenapa dia menolongnya, Mika menjadi heran. Tetapi apapun itu, itu lebih baik daripada tidak ada yang menolongnya sama sekali.
Mika hendak kembali ke kelasnya namun ia merasakan sakit pada perutnya. Mungkin karena William memeluk erat bagian perutnya saat menyeret Mika masuk lift tadi. Ia berusaha bangun namun sedikit merasa nyeri. Sungjae membantunya bangun. Karena merasa Mika tidak memungkinkan untuk melanjutkan kuliahnya, ia menghubungi Jack dan mengatakan bahwa sebaiknya ia menjemput Mika sekarang. Karena Sungjae menghubunginya dan mengatakan sesuatu soal istrinya, Jack langsung meluncur ke tempat Mika berada. Sesampainya disana, ia melihaat Sungjae menemani Mika diluar halaman parkir.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kau ada disini?" tanya Jack pada pemuda yang bersama Mika itu.
"Bawalah istrimu pulang Jack. Ada seseorang yang ingin mencelakakannya tadi." ucap Sungjae.
"Apa maksudmu?" tanya Jack.
"Aku menyelamatkannya dari seseorang yang hendak berbuat senonoh padanya." Sungjae mengatakan hal yang terjadi.
"Apa ! Siapa dia? Berani sekali berbuat itu pada istriku. Aku akan memberinya perhitungan." Jack merasa sangat marah.
Namun ia tidak jadi melakukan apa-apa. Ia segera membawa Mika pulang ke rumah. Apapun yang terjadi ia tidak mau Mika mengalami kekerasan dari siapapun. Dan siapapun yang melakukan itu, ia akan membuat perhitungan dengannya. Dengan sangat hati-hati ia mengangkat tubuh Mika dan segera memanggil Suin untuk membawakan air minum. Sampai dikamarnya, Jack segera membaringkan Mika di tempat tidur. Setelah Suin membawakan air minum untuk nyonyanya, ia langsung keluar dari kamar. Pada saat itu, Jack meminta Mika mengatakan semua yang di alaminya. Karena Jack serius memintanya, Mika pun menceritakan semua yang di alaminya di dalam lift dengan sangat detile. Mendengar apa yang dikatakan Mika, Jack membuang mukanya ke arah jendela. Ia begitu marah mengetahui semuanya.
"Kenapa Jack, aku bisa jaga diriku baik-baik."
"Kalau kau bisa jaga dirimu, kau tidak akan membutuhkan Sungjae untuk menolongmu."
"Tapi Jack, kuliahku,,,,"
__ADS_1
"Lakukan saja perintahku ! Aku tidak ingin ada pria lain yang berani menyentuh tubuhmu !" suara Jack meninggi.
Ia menjauh dari Mika dan mendekati jendela. Matanya jauh menerawang ke atas awan. Entah kenapa Jack merasa amat marah saat Mika bersikeras untuk melanjutkan kuliahnya. Ia begitu khawatir dengan kondisi istrinya. Ia tidak ingin kehilangan bayi lagi untuk yang kedua kalinya. Dalam keadaan hamil muda, kandungan Mika begitu lemah. Jika Sungjae tidak ada disana, Laki-laki itu pasti sudah berhasil melakukan itu pada istrinya. Seandainya ia sendiri yang ada disana, pasti ia akan langsung menghabisi laki-laki itu. Urat-urat di tubuh Jack terlihat jelas. Menandakan bahwa ia benar-benar sedang marah. Dari belakangnya, Mika memadangi Jack dengan mata sayu. Ia tahu, ia membuat pria yang mencintainya itu begitu mengkhawatirkannya.
"Maafkan aku Jack." ucap Mika lirih.
Jack masih saja diam dan menengadahkan kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam. Kemudian ia mendekati Mika yang duduk menatapnya dari jauh. Dengan perasaan bersalah karena telah memarahi Mika, Jack memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud marah padamu tadi. Aku hanya tidak ingin kehilangan bayiku untuk kedua kalinya." Jack memeluk Mika lembut.
"Aku mengerti, aku akan menuruti keinginanmu." ucap Mika menyandarkan kepalanya ke dada Jack. Keduanya dalam pikiran masing-masing, dan berusaha untuk saling memahami.
*
*
*
__ADS_1
❤