
Desiran ombak di pantai Haeundae-Busan, memecah kesunyian saat itu. Jack menggenggam erat tangan Mika. Melangkah bersama di atas pasir tanpa menggunakan alas kaki. Keduanya menyusuri tepi pantai dengan ombak yang sesekali datang menyentuh kaki mereka. Tampak dua orang anak kecil perempuan dan laki-laki yang berkejaran dengan riang gembira di depan mereka. Mereka tersenyum dan membayangkan jika keduanya adalah putra putri mereka. Mika mulai berlari-lari mengiringi Jack dan mengajaknya lari bersamanya. Namun Jack tidak suka hal yang kekanakan seperti itu. Ia tetap berjalan dengan santai dan tersenyum-senyum melihat tingkah Mika.
"Dasar gadis kecil." gumam Jack.
Ia melangkah sambil sesekali menangkap tangan Mika yang bergelayut di pundaknya. Ketika matahari mulai tenggelam, dan Mika pun mulai lelah, mereka mendatangi resort yang ada disana untuk makan malam mereka. Setelah memesan beberapa menu makanan, keduanya begitu menikmati hidangan istimewa mereka dengan diterangi lilin-lilin kecil sehingga makan malam mereka berasa sangat romantis. Jack menyuapkan cumi kering crispy untuk Mika sebagai hidangan terakhir. Sebelum mereka menikmati hidangan penutup dengan yang manis-manis.
Setelah semua hidangan yang mereka pesan habis, mereka menuju ke lobi hotel. Terbersit di pikiran Jack untuk memberikan hadiah pada Mika, yaitu menginap beberapa hari di dekat pantai. Ia menuju meja receptionis dan memesan sebuah kamar dengan kolam pribadi. Jack menerima kunci kamarnya dan menggandeng Mika kesana.
Mereka mendapatkan kamar yang lumayan luas dengan kolam renang di dalamnya. Tanpa rencana semula, mereka pun berbulan madu di hotel tersebut. Dari lantai atas tempatnya menginap, mereka dapat memandangi indahnya langit malam di Busan.
"Apa kau lihat kembang api itu?" tanya Jack.
"Iya, begitu indah. Belum pernah aku melihat yang seperti ini."
"Benarkah? Bukankah kau putri Bong yang kaya raya? Pastinya dia sering mengajakmu liburan di berbagai negara." tanya Jack heran.
"Tidak, ayahku tidak pernah mengajakku liburan. Aku terus di sini dan tidak boleh pergi kemanapun."
"Astaga. Itu keterlaluan."
"Saat bersamamu aku bisa ke pantai, dan juga jalan-jalan ke pusat perbelanjaan." ucap Mika dengan polosnya.
"Ya, tapi aku pikir kau sudah biasa pergi ke manapun kau mau." ucap Jack.
__ADS_1
"Kemarilah. Lihatlah itu bersamaku." Jack meraih tubuh Mika dan memeluknya dari belakang. Mereka mengulurkan tangan seolah-olah menyentuh kembang api yang menyala dilangit.
_____
*Jack Own ( J.O )
*Mikamaru
_____________
Dua hari penuh mereka berada di "Sunset Bussines Hotel " yang berlokasi di dekat pantai Haeundae. Mereka begitu menikmati bulan madu mereka dengan semua hal yang romantis. Mika begitu merasakan kepuasan dengan apa yang diberikan Jack padanya. Seperti malam terakhir mereka di hotel itu, Jack sengaja menyempatkan diri berenang berdua dengan Mika. Ia membuat sebuah permainan balap renang. Jika ia menang, Mika akan menuruti semua kemauannya. Begitu pun sebaliknya. Mika merasa permainan itu sangat seru. Iapun menyetujuinya.
"Baiklah, aku kalah. Apa yang kau mau dariku suamiku?" tanya Mika.
"Kau yakin bisa menuruti semua kemauanku?" tanya Jack dengan bibir tersungging.
"Apapun itu." jawab Mika.
"Baiklah, kemari." jawab Jack merengkuh tubuh Mika.
__ADS_1
Jack merengkuh tubuh Mika dengan begitu erat. Di cumbuinya bibir Mika dengan perasaan yang menggelora. Ia mendorong tubuh gadis itu ke tepian kolam dan merapatkan tubuhnya kepadanya. Dengan nuansa alam terbuka dan dinginnya air kolam, Jack semakin menginginkan Mika. Sekali lagi, ia memberikan kepuasan pada gadis itu. Dengan nafas yang tersengal, Jack terus menautkan bibirnya. Sedangkan Mika tak bisa menahan segala gejolak di hatinya. Ia begitu senang. Ia menatap dalam-dalam mata pria itu. Mata yang indah dengan warna sedikit abu-abu kebiruan. Ia menahan erangan dengan mencengkeram punggung Jack sehingga timbullah luka cakar karena kukunya. Namun semua itu tidak berpengaruh apa-apa pada pria yang sekarang justru semakin bersemangat.
___________________
Mereka berdua mengatur nafas dan berbaring di tepian kolam. Tiada saksi lain selain bulan dan bintang-bintang. Butuh waktu lama bagi mereka melemaskan otot-otot tubuh yang sempat menegang. Khususnya Jack yang tampak sekali otot-otot timbul di perut dan lengan kekarnya. Ia menatap Mika lekat-lekat. Gadis itu sedang memejamkan matanya dengan leher yang bergerak-gerak. Karena Jack merasa udara diluar semakin dingin, ia mengangkat tubuh Mika dan membopongnya masuk ke dalam kamar.
Satu jam kemudian, mereka sudah bersih dan beranjak tidur. Sebelum memejamkan matanya, Jack bergumam di sebelah Mika.
"Aku berharap, kali ini akan ada seorang jagoan ataupun putri kecil yang Tuhan hadirkan untuk kita." gumamnya.
Mika menoleh ke arah Jack. "Semoga Tuhan mendengarmu sayang." Ia pun mendekam di pelukan suaminya.
"Baiklah, mari kita tidur. Besok kita akan kembali ke rumah pagi-pagi benar." ucap Jack sambil sedikit menguap.
"Good Night." bisik Mika.
__________
Mohon maaf sebelumnya
Karena di beberapa episode ada adegan ( 21+)
Semoga para pembaca bijak dalam mengartikan tulisan yang saya buat,,😄 😂
__ADS_1
Dan kali ini saya mencoba hadirkan chapter dari Jack dan Mika. Semoga cocok sebagai perannya masing-masing...😉😄
Terima kasih sudah membaca....😘😘