TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
MALAM ROMANTIS


__ADS_3

"Klik ! Klik !" Suara pintu depan dibuka. Mika masuk dan mendapati beberapa pelayan juga sudah pulang dari toko roti.


"Apa jam kerja kalian sudah selesai? Bukankah ini baru jam delapan?" tanya Mika.


"Maaf nyonya, kami mendapat perintah dari tuan untuk pulang satu jam lebih awal." sahut seorang pelayan dengan hormat.


"Oh, begitu ya? Ya sudah. Dimana tuan sekarang?" tanya Mika.


"Tadi pak Kang il bilang, tuan ada di kamarnya nyonya." jawab pelayan lagi.


Mika segera menaiki tangga menuju lantai atas. Ia benar-benar baru saja dimanjakan dengan perawatan pada rambutnya dan mandi spanya. Sesampainya di kamar, ia melihat Jack tengah tertidur bersandar di sofa. Mika melepas hak tingginya dan meletakkan tasnya di meja. Ia melihat peti kotak tempat Jack menyimpan berkas peninggalan ayahnya. Ia langsung mengerti, bahwa Jack kelelahan saat menelusuri catatan-catatan itu. Ia mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya yang berwarna biru transparan. Ia mengambil satu botol anggur merah dan sebuah gelas bertangkai yang ada di rak kaca dekat pintu masuk. Lalu ia menuangkan setengah dari gelas bertangkai. Ia meneguknya habis. Kemudian ia tuangkan lagi setengah sambil mendekati Jack. Karena Jack belum terbangun, ia duduk di di sebelahnya. Sambil menekan tombol remote music digital. Ia menyetel musik romantis berjudul Thinking Out Loud - Ed Sheeran.


Terdengar alunan musik lembut dan romantis dengan suara yang merdu dan syahdu. Mika juga ikut merebahkan kepalanya ke jok sofa. Jack terbangun karena rambut Mika menyentuh lengannya. Ia pun melihat bahwa istrinya sudah pulang dan sudah berganti pakaian.


"Oh? Apakah kau sudah lama datang? Maafkan aku karena tertidur." ucap Jack.


"Tak apa sayang. Tidurlah kembali." jawab Mika sambil tersenyum.


Jack mencium aroma segar dan harum dari tubuh Mika. Ia juga melihat lekukan tubuh Mika yang terlihat jelas dari luar karena baju tidur Mika sangatlah tipis. Seketika ia merasakan sesuatu menyentuh perasaannya. Ia mengambil gelas Mika dan menuangkan setengah gelas anggur untuk ia minum. Anggur merah itu menyisakan warna kemerahan di bibir dan tenggorokan Jack. Itulah mengapa anggur itu diberi nama anggur merah.

__ADS_1


Jack merangkulkan tangannya ke belakang tubuh Mika. Ia meraih kepala Mika dan menciumnya dengan sangat bernafsu. Kemudian tangannya turun untuk melepas tali baju tidur Mika.


"Emmpp,,hmm,,,," suara Mika terdengar karena ciuman Jack semakin panas, tangan Jack mendorongnya berbaring di sofa dan mulai nakal.


_____________________


Setelah mereka berdua menyelesaikannya, bibir mereka berdua masih tetap erat berciuman dan ketika terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya. Jack melepas ciumannya.


TOK ! TOK !


"Siapa?" tanya Jack dengan suara sangat parau.


"Baiklah, tunggu sebentar." jawab Jack lagi.


Karena diganggu suara orang, mood Jack sudah hilang. Ia tidak jadi mengulang adegannya. Ia memungut kemejanya yang sempat ia lepaskan. Lalu memakainya kembali. Kemudian di teguknya anggur setengah gelas lagi. Tampak olehnya Mika masih berbaring mengenang sesuatu yang baru saja ia dapatkan. Ia meletakkan jari telunjuknya di bibir sambil sesekali ia gigit.


"Apa kau akan terus berbaring seperti itu?" tanya Jack mengomentari Mika.


"Sebenarnya aku ingin seperti ini sampai besok pagi. Tapi sesuatu mengganggumu." jawab Mika manja.

__ADS_1


"Harus bagaimana lagi? Ayo makan malam dulu. Kita isi tenaga untuk melanjutkannya nanti." jawab Jack menghibur.


Mika pun bangkit dan pergi ke kamar mandi sebentar lalu mengganti pakaiannya dengan yang lebih tertutup. Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju meja makan tempat makan malam mereka di siapkan. Beberapa pelayan wanita sudah berdiri di sana. Mereka melihat tuan dan nyonya mereka sangat serasi. Tampan dan cantik. Setelah sampai di meja makan bau harum masakan membuat perut mereka terasa lapar. Jack menarikkan kursi untuk Mika duduk. Setelah Mika duduk, Jack pun duduk di sampingnya. Mereka berdua mulai menikmati masakan lezat dari tangan koki dapur mereka yaitu tangan tuan Park im. Karena pelayan mereka menunggu mereka makan, Jack mengatakan sesuatu pada mereka.


"Kalian apa akan selamanya berdiri disana? Makanlah bersama kami." ucap Jack sambil minum air putih dari gelasnya.


"Benarkah itu boleh tuan?" tanya seorang pelayan.


"Hiss kau ini. Tidak tahu malu." jawab pelayan lain menyikut pelayan yang tak tahu malu tadi. "Terima kasih tuan, kami akan makan di dapur belakang saja." sambungnya lagi.


"Kalian pikir aku bercanda?" tanya Jack.


"Ooh???" pelayan-pelayan semakin takut.


"Kalian lihat meja makan ini, sangat cukup untuk kalian semua. Lagi pula lihatlah masakan di atas meja. Terlalu banyak untuk perutku dan perut istriku. Mari ikut makan. Jangan sungkan. Ayo,,ayo,,," perintah Jack.


Mika memandang Jack dengan heran. Namun ia tersenyum. Pelayan yang tadi tidak tahu malu mendekati meja makan. Karena tuan mereka benar-benar tidak marah, akhirnya yang lain mengikutinya duduk di meja makan bersama tuan dan nyonyanya. Jack juga menyuruh seseorang untuk memanggil Park im agar koki itu juga mencicipi masakannya sendiri. Setelah Park im datang, ia pun ikut duduk di sana. Mereka, para pelayan mengambil makanan sedikit. Sambil melirik ke arah tuan dan nyonya mereka. Mereka tersenyum bahagia dan sebentar-sebentar menundukkan kepala memberi hormat, sambil sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulut mereka. Jack merasakan rumah itu semakin hidup.


__________________________

__ADS_1


__ADS_2