TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
SEBUAH PENGHIANATAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Jack mencermati muka Sungjae lebih dalam. Pemuda itu seperti pernah ia temui sebelumnya. Kalau tidak salah, saat ia pertama kali datang ke tempat pasar Giok. Seorang pemuda berandal yang menunjukkan padanya dimana letak pasar Giok. Ya. Benar. Dialah pemuda berandal itu. Jack semakin yakin.


"oh ya, aku ingat. Aku pernah bertemu denganmu sebelumnya bukan? Kau adalah pemuda berandal itu kan?" tanya Jack semakin pasti.


"Ha-ha. Kau itu sangat jeli ya. Benar, pemuda itu adalah aku. Karena aku khawatir kau tidak bisa menemukan pasar Giok, aku berpura-pura sedang berdiri di sana." jawab Sungjae menyeringai lebar.


"Kau suka mengerjai orang rupanya. Baiklah, sekarang kita bicarakan orang yang bernama LC. Bagaimana, apa kau tahu sedikit tentangnya?" tanya Jack menatap Sungjae.


"Aku mempunyai fotonya." ucap Sungjae mengambil dompet dari kantung celananya.


Ia mengambil sebuah dompet dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Kemudian ia memberikan sebuah foto yang ia lipat pada Jack. Dengan amat penasaran, Jack menerimanya. Saat ia membuka lipatan foto itu, Jack bagai di sambar petir. Ia melihat pria bertopi dan berjaket coklat yang pernah ia mata-matai saat sedang bersama Bong waktu itu. Dan tak lain pula, pria itu adalah Kapten Lucas (Pemimpin GNPA) dan beberapa organisasi anti Narkotika lainnya. Kapten yang mempunyai pengaruh besar di kepolisian. Dan dialah kapten yang memberinya tugas untuk menangkap Bong. Namun apa artinya semua ini? Mata Jack tak berkedip menatap foto itu. Rahangnya mengatup begitu kencang dengan urat-urat leher dan pelipisnya yang terlihat bergerak-gerak. Ia merasa selama ini telah dibodohi oleh Kapten yang ia hormati sepenuhnya.


"Foto itu aku ambil saat mereka sedang berdiskusi dengan menyebut-nyebut namamu. Jadi aku rasa itu sebuah rahasia yang harus diungkap." ucap Sungjae.


"Apa lagi yang kau dengar." tanya Jack.


"Aku juga mendengar, tentang mereka yang ingin segera melenyapkanmu. Lalu tentang pengiriman dan sesuatu tentang Ghost Street." ujar Sungjae.


"Ghost Street, katamu ?" tanya Jack.


"Ya. Aku yakin mereka menyebut tentang itu."


Jack kembali terdiam. Ia tahu selama ini Ghost Street adalah nama tempat di Beijing. Ghost Street (Gui Ji) Yang dulu pernah di sebut-sebut sebagai gerbang khusus untuk orang mati di dinasti Qing. Bahkan jalan itu pernah ditutup dengan peti-peti mati. Namun sekarang tempat itu sudah beralih fungsi sebagai tempat orang-orang berdatangan untuk mencari makanan dan cemilan. Jack masih belum bisa memastikan. Apakah benar Ghost Street yang itu ataukah ada Ghost Street yang lainnya dengan maksud yang berbeda pula. Ia harus mencari tahu. Sudah tiga jam lebih mereka berbincang dan membahas soal rahasia-rahasia yang di sembunyikan oleh Bong dan LC. Hingga ponsel Jack berdering dan mengagetkan keduanya. Jack menerima panggilan dari Mika.


"Ya sayang?"


"Apa kau sudah selesai menemui orang misterius itu? Aku sekarang berada di salon. Jemput aku ya. Kita makan malam di luar." ucapnya.

__ADS_1


"Ya, baiklah. Aku akan segera pulang." Jack menutup teleponnya.


"Apa itu putri Bong? Hh,, aku masih tidak mengerti. Kau bisa mencintai anak dari seorang penjahat yang merenggut nyawa istrimu." ucap Sungjae.


"Ya, awalnya aku juga tidak bisa mengerti. Namun aku tahu dia berbeda. Jadi aku tetap mencintainya." Jack menghembuskan nafas keras. "Baiklah, Aku pergi dulu. Kapan-kapan aku akan menemuimu lagi." kata Jack sambil berlalu.


_______________


Mobil Jack berhenti di parkiran depan 'Mi-ma Beauty and Spa'. Ia langsung melangkah kedalam untuk menemui istrinya. Di lobi depan ia di sambut dua orang hair stylist yang sedang mendapat kliennya.


"Selamat siang Mr.Jack." sapa Raani.


"Siang Raani. Dimana istriku?" tanya Jack melangkah masuk menuju ke ruang dalam.


"Ada di dalam Mr." jawab Raani.


Ia menemukan Mika yang sedang duduk di sofa sambil membaca-baca majalah artis yang sedang hits. Ia mendekati wanita itu dan mengecup bibirnya agak lama. Sedang tangan kirinya mendekap punggung wanitanya dengan erat.


"Yah, lumayan. Tetapi saat aku bangun kau sudah pergi."


"Maafkan aku, saat aku bangun sudah hampir jam 9. Dan aku ingat bahwa aku harus bertemu seseorang."


"Lalu apa kau menemukannya?"


"Ya. Kami mengobrol cukup lama."


"Bahkan sangat lama. Aku sudah merindukanmu." ucap Mika merengek manja.

__ADS_1


"Apa? Baru semalam aku memanjakanmu dan aku meninggalkanmu hanya beberapa jam saja, lalu kau sudah merindukanku lagi?" tanya Jack mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Mika.


"Iya. Aku sangat sangat sangat sangat merindukanmu." ucap Mika sambil tertawa.


Jack mendekatkan bibirnya lagi namun Mika mengingatkan Jack bahwa ada banyak karyawan disana. Jack pun tersenyum dan mencubit mesra hidung Mika. Kemudian Mika memberi pesan pada Raani bahwa ia akan datang lagi besok. Lalu melangkah keluar menuju mobil Jack yang terparkir di halaman depan. Saat ini mereka berdua hendak makan malam di luar, mereka berencana untuk berjalan-jalan dulu sebentar ke pantai. Menikmati angin yang semakin sepoi-sepoi diekitaran mereka.


Jack memandangi Mika dari kaca depan mobilnya. Gadis itu tampak sudah semakin dewasa.


"Apa kau mencuri pandang terhadapku?" tanya Mika malu-malu.


"Tidak. Siapa yang bilang aku memandangimu?" tanya Jack balik.


"Benarkah? Lalu kenapa matamu selalu menatapku dari kaca depan?" ucap Mika mengedip-ngedipkan matanya.


"A,,Apa itu?" Jack mencoba menggoda istrinya.


"Apa?"


"Itu tadi,,, kau seperti kucing betina yang minta di dekati kucing jantan." ucap Jack tertawa.


"Hiss kau ini, memangnya aku mirip kucing? Jelas aku yang lebih cantik dan manis." ucap Mika memonyongkan bibirnya.


Jack menatap Mika dengan seksama sehingga Mika menengok ke arahnya. Kenapa? Ada apa?


"Iya, kau kucing manjaku yang cantik dan manis." Jack menatap Mika penuh cinta.


" I love you."

__ADS_1


Lanjutnya disambut senyuman termanis dari Mika.


__________________


__ADS_2