TERSESAT DI HATIMU

TERSESAT DI HATIMU
BODY GUARDKU


__ADS_3

Setelah kejadian penculikan yg terjadi padaku, ayah semakin sibuk bekerja. Dia juga semakin memperketat pengawasan terhadapku. Kemana aku pergi, orang-orang ayah berkeliaran di dekatku. Aku merasa sangat tidak nyaman. Aku menelepon ayah untuk mengutarakan ketidak nyamananku.


"Halo ayah?"


"Ada apa Mika? Kau menelepon ayah di saat ayah sedang sibuk"


"Apa ayah menyuruh orang-orang ayah untuk mengikutiku?"


"Ya. Ayah yg menyuruh mereka"


"Tapi ayah, aku merasa sangat tidak nyaman. Mereka bukan orang yg bisa ku ajak bicara dg santai. Sebaiknya tarik mereka kembali, ayah"


"Tidak bisa. Sebelum body guard barumu datang. Ayah akan menyuruh mereka menjagamu"


"Apa? Body guard? Kenapa ayah memutuskan sesuatu tanpa persetujuanku? Aku tidak mau ada pengawal-pengawalan"


"Itu lebih baik daripada tidak sama sekali Mika"


telepon di tutup.


Ah ! Ayah menutup telepon begitu saja. Kusimpan ponselku ke dalam tas. Saat ini aku sedang di kebun bunga halaman belakang rumahku. Kalau aku sedang mengalami gundah, aku selalu kemari. Setelah melihat dan mencium aroma wangi bunga, rasanya perasaanku kembali nyaman dan damai.


Aku berkeliling menelusuri kebun. Lalu duduk di kursi taman yg ada disana. Kulayangkan pandanganku ke seluruh hamparan bunga-bunga yg indah di sekelilingku. Aku terkejut. Dari kejauhan, sekilas aku yakin. Aku melihat pria yg menolongku dari penculikan waktu itu.


"Dia disini? Benarkah?"


Tapi saat aku berdiri. Pria itu sudah tak ada di tempat dimana aku melihatnya tadi. Mataku mencari-cari keberadaanya. Tetapi tidak ku temukan. Apakah tadi dia benar-benar ada disini? Apa aku saja yg mengkhayal melihatnya? Saat aku terbengong, asisten kepala berbicara padaku. Ayah menyuruhnya untuk membawaku ke ruang kerja ayah. Aku mengikutinya.


*****


Ayah sudah menungguku di ruang kerjanya. Dan langsung memberiku pertanyaan yg tidak aku mengerti.


" Apa kau sudah bertemu dengannya?"


"Maksud ayah? Bertemu.…..siapa?


"Body guard barumu"

__ADS_1


"Apa? oh,, aku belum melihatnya. Memangnya siapa yg akan menjadi body guardku".


TOK ! TOK ! TOK !


Suara pintu di ketuk. Pengawal ayah masuk memberitahu bahwa J.O sudah datang.


"Suruh dia masuk" perintah ayah.


Seseorang masuk menemui ayah. Yang menurut pengawal tadi bernama J.O. Aku ikut penasaran. Siapa orang yg di maksud. Mataku menatap pintu menunggu orang itu masuk. Dan ketika dia masuk. Orang yg kulihat adalah pria yang menolongku waktu itu. Jadi? Namanya J.O? Dia mengucapkan salam pada ayah. Lalu melihat ke arahku.


"Apa dia putrimu?"


"Ya, dia putriku."


"Kapan kau akan mulai bekerja tuan J.O?"


"Hari ini aku mulai bekerja"


****


Aku berjalan menyusuri lorong di temani J.O. Dia berjalan dg kedua tangan yg di silangkan kebelakang. Masih saja dingin. Tak berbicara sepatah katapun.


"Apa ?"


"Kau orang yg di suruh ayah untuk menjagaku?"


"Ya. Nona"


Aku tertawa cekikikan mendengar dia memanggilku dg sebutan nona. Terasa aneh saja. Waktu terakhir bersamanya dia memanggiku "KAU" saja.


"Kenapa nona tertawa?"


"Ehm,, jangan panggil aku nona"


"Panggil saja aku Mika. Coba katakan"


"Baik. Mika"

__ADS_1


Yaah. Begitulah pertemuan keduaku dengannya. Aku senang sekali bahwa dia yg ayah suruh menjadi body guardku. Entah mengapa, sejak bertemu dg dia hari itu. Aku merasa menyukainya.


Malam ini aku ada undangan pesta ulang tahun dari Seung Yi. Dia putri rekan bisnis ayah. Aku memilih-milih baju yg cocok untuk ku kenakan di pesta itu. Aku mematut diri berjam-jam. Hingga aku tak menyadari kedatangan J.O di dalam kamarku.


"Apa kau butuh bantuan?"


"Oh? Kau di sini rupanya. A..aku bingung harus memilih baju mana yg paling cocok untukku"


"Baju yg kau kenakan sangat cocok untukmu"


"Benarkah? Lalu, apa aku cantik?"


Kulihat J.O menggerakkan bibirnya. Namun tidak jadi mengatakan sesuatu. Aku bertanya sekali lagi padanya.


"Apa aku sudah cantik?"


"Hh,, ya. K..Kau terlihat sangat cantik" ucapnya malu.


"Benarkah? Oh ya, apa kau bisa membantuku menarik resleting bajuku?"


"Apa !??"


J.O merasa ragu melakukan itu untukku. Tetapi aku meyakinkannya bahwa aku hanya meminta dia menarikkan resleting baju saja. Dia pun mau melakukannya. Begitu dia ada di dekatku, ku sibakkan rambutku yg tergerai panjang agar dia mudah menariknya. Kurasakan hembusan nafasnya.Dan aroma parfumnya yg maskulin. Tangannya terasa agak dingin. Mungkin karena dia gugup. Setelah selesai, dia mengingatkanku bahwa sudah jam 20.00 malam. Waktunya untuk berangkat ke pesta. J.O meminta izin menungguku di depan kamar.


******


Begitu sampai di rumah Seung Yi, sudah banyak tamu yg hadir. Aku berjalan masuk di ikuti oleh J.O. Semua mata memandang ke arahku. Dan kulihat Seung Yi sedang berbicara dg tamu lain.


"Hai Seung Yi. Selamat ya" kami berpelukan sebentar.


"Kau lama sekali. Aku sudah menunggumu dari tadi. Ayo duduk kemari".


"Benarkah? Terima kasih"


***


J.O duduk tak jauh dari Mika. Matanya menyapu seluruh koridor ruangan ini. Ia juga mengamati setiap gerak gerik tamu yg datang berpartisipasi di pesta Seung Yi. Sesekali dia juga memandang ke arah Mika.

__ADS_1


______________


Terima kasih sudah baca 😘


__ADS_2